deliksumut.com | Samosir —
SMA Negeri 1 Harian, Kabupaten Samosir, menjadi potret kontras dunia pendidikan di kawasan pariwisata. Berada di lokasi strategis di antara objek wisata Sibea-bea, Bukit Cinta, dan Bukit Holbung, sekolah ini justru menghadapi kondisi sarana prasarana yang memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Meski berstatus sekolah baru, SMA Negeri 1 Harian saat ini masih menempati gedung lama bekas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian. Kondisi bangunan dinilai sudah tidak layak dan berdampak pada kenyamanan proses belajar mengajar para siswa.
Saat ini, SMA Negeri 1 Harian tercatat memiliki 211 siswa dengan dukungan tenaga pengajar sebanyak 20 orang, terdiri dari 6 guru ASN dan 14 guru honorer. Dengan jumlah siswa dan tenaga pendidik tersebut, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan meski di tengah keterbatasan fasilitas.
Kepala SMA Negeri 1 Harian, Rotua Sidauruk, menjelaskan bahwa sekolah tersebut resmi berdiri pada 29 Agustus 2022. Namun sejak awal berdiri, sekolah harus beradaptasi dengan kondisi gedung lama yang seharusnya sudah direvitalisasi.
“SMA Negeri 1 Harian ini baru berusia dua tahun. Sebelumnya gedung ini merupakan SMK Pertanian. Kondisinya memang sudah lama dan membutuhkan revitalisasi agar siswa bisa belajar dengan nyaman,” ujar Rotua Sidauruk saat menerima kunjungan awak media deliksumut.com, Selasa (20/1/2026).
Meski dihadapkan pada keterbatasan fasilitas, pihak sekolah terus berupaya memajukan kualitas pendidikan. Dalam kurun waktu dua tahun, SMA Negeri 1 Harian berhasil menorehkan berbagai prestasi, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Prestasi tersebut antara lain juara 1 lomba monolog, juara cabang olahraga kungfu, juara lomba karya tulis, juara 1 lomba pidato, serta berbagai prestasi lainnya di bidang olahraga dan seni musik.
“Dengan segala keterbatasan, kami tetap berupaya maksimal. Dalam dua tahun ini siswa kami mampu bersaing dan meraih banyak prestasi,” kata Rotua.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejak awal berdiri, SMA Negeri 1 Harian sempat belum menerima Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dana tersebut baru bisa diperoleh setelah melalui proses perjuangan administrasi yang panjang.
Tak hanya itu, lulusan angkatan pertama SMA Negeri 1 Harian juga telah menunjukkan capaian membanggakan. Beberapa alumni berhasil diterima di perguruan tinggi ternama, termasuk Universitas Airlangga (Unair) yang masuk tiga besar universitas terbaik di Indonesia, serta universitas unggulan lainnya. Bahkan, ada alumni yang telah mengabdi sebagai anggota TNI.
Sementara itu, Ketua Komite SMA Negeri 1 Harian, Sudirman Sihotang, turut mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi fisik bangunan sekolah.
“Gedungnya ini sudah lama dan banyak yang rapuh. Kalau diperhatikan, ada sekitar tiga sampai empat gedung yang sudah miring,” ungkap Sudirman.
Sebagai ketua komite, Sudirman mengaku hampir setiap hari menyempatkan diri datang ke sekolah untuk membantu sebatas kemampuan yang dimiliki.
“Saya tidak bisa membantu secara materi, jadi saya bantu dengan waktu dan tenaga. Hampir setiap hari saya datang ke sini, paling tidak sebentar, untuk melihat dan memperhatikan perkembangan sekolah,” ujarnya.
Ia juga menceritakan berbagai upaya yang telah dilakukan bersama pihak sekolah, termasuk mengirimkan proposal bantuan ke sejumlah instansi dan perusahaan, namun hingga kini belum membuahkan hasil.
Dalam keterbatasan, komite dan pihak sekolah bahkan mengolah lahan sekolah secara swadaya untuk ditanami jagung. Hasilnya digunakan untuk membangun taman sekolah secara sederhana.
“Itu murni hasil swadaya. Saya sendiri yang mengerjakan, dibantu saat hari libur oleh anak kos ibu kepala sekolah. Tidak ada gaji, tidak ada dana besar, tapi ada niat supaya sekolah ini cepat berkembang,” jelasnya.
Sudirman menegaskan bahwa berbagai prestasi yang diraih siswa menjadi bukti nyata semangat dan kerja keras guru serta kepala sekolah, meski fasilitas belum memadai.
“Coba bapak lihat piala-piala itu. Rata-rata juara satu. Pesertanya mungkin sedikit, tapi prestasinya nyata,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Sudirman berharap media dapat menjadi jembatan agar kondisi SMA Negeri 1 Harian mendapat perhatian dari pemerintah dan pihak terkait.
“Kami mohon kepada media untuk membantu mempromosikan dan menyuarakan kondisi sekolah ini. Media adalah kawan kami satu-satunya untuk menyampaikan kepada instansi terkait,” tutupnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi SMA Negeri 1 Harian telah disampaikan kepada salah satu anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, namun hingga kini belum ada tindak lanjut nyata. (Sam86)












