deliksumut.com | Samosir — Grup vokal Batak BASADOI TRIO terus menjaga eksistensinya di dunia musik Batak, meski harus menghadapi duka mendalam atas kepergian salah satu personel terbaiknya, almarhum Charly Gunawan Butarbutar. Perjalanan mereka menjadi bukti bahwa kebersamaan, semangat berkarya, serta dukungan penggemar adalah kekuatan utama untuk tetap bertahan.
Kisah tersebut disampaikan Mangasi Naibaho, yang dikenal dengan nama panggung Sijugul Baho, melalui sambungan seluler, Sabtu (21/2/2026). Ia menjelaskan, BASADOI TRIO resmi terbentuk pada 31 Agustus 2023 setelah dirinya keluar dari Nabasa Trio dan kemudian bertemu dengan Charly Gunawan Butarbutar. Dari pertemuan itu lahir kesepakatan membentuk trio baru dengan semangat melestarikan musik Batak.
Pada formasi awal, BASADOI TRIO diisi Mangasi Naibaho sebagai vokal satu, Charly Gunawan Butarbutar sebagai vokal dua sekaligus kerap membuka lagu, serta Putra Marpaung sebagai vokal tiga.
Seiring waktu, Putra Marpaung menikah dan menetap di Solo sehingga posisinya kemudian digantikan Retno Harjono Gultom, yang hingga kini tetap menjadi bagian dari grup.
Dalam perjalanan kariernya, BASADOI TRIO aktif tampil di berbagai acara di sejumlah kabupaten dan kota di Indonesia hingga ke negara tetangga Malaysia.
Mereka juga rutin berlatih serta memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan TikTok untuk memperluas jangkauan pendengar. Salah satu lagu yang kerap mereka bawakan adalah “Orang Ketiga” ciptaan Gun Labero Simarmata.
Mangasi mengenang almarhum Charly sebagai sosok disiplin, penuh motivasi, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap rekan satu grup. Di balik keseriusannya, Charly juga dikenal membawa suasana hangat, termasuk kebiasaannya membawa kopi susu saat latihan untuk dibagikan kepada rekan-rekannya.
Namun duka datang pada Jumat, 23 Januari 2026. Charly Gunawan Butarbutar meninggal dunia pada usia 36 tahun di Dumai, Riau, saat BASADOI TRIO tengah menjalani pekerjaan tampil di daerah tersebut.
Berdasarkan informasi medis yang disampaikan Mangasi, kondisi kesehatannya diduga bermula dari angin duduk yang kemudian berkembang menjadi serangan jantung. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, namun nyawanya tidak tertolong.
Jenazah almarhum kemudian dibawa dari Dumai menuju Porsea, kampung halamannya, dengan pengawalan ambulans serta rekan-rekan sesama seniman. Setibanya di rumah duka, almarhum dimakamkan setelah acara adat Batak selesai dilaksanakan.
Almarhum meninggalkan seorang istri boru Sitohang serta dua anak laki-laki, yakni Marsel Butarbutar yang masih duduk di kelas 1 SD dan Kenji Butarbutar yang masih balita.
Mewakili BASADOI TRIO, Mangasi menyampaikan pesan agar keluarga yang ditinggalkan tetap kuat serta menjaga kesehatan. Ia juga menegaskan bahwa istri dan anak-anak almarhum akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar BASADOI TRIO.
“Kenangan kami, almarhum orangnya disiplin, selalu memberi motivasi untuk grup, dan perhatian kepada kami,” ungkap Mangasi.
Setelah kepergian Charly, posisi vokal dua kini diisi Sahabat Marbun yang sebelumnya memiliki pengalaman bernyanyi dan pernah tergabung dalam Nabandals Trio.
Kehadiran Sahabat diharapkan dapat memperkuat formasi sekaligus melanjutkan perjalanan musikal BASADOI TRIO.
Ke depan, bersama Raden Nainggolan sebagai pemain keyboard yang setia mengiringi, BASADOI TRIO berharap dapat semakin dikenal luas, tetap solid, serta memperoleh lebih banyak kesempatan tampil di berbagai daerah maupun luar negeri.
Saat ini mereka juga tengah menjalani proses rekaman karya baru sebagai bagian dari upaya mempertahankan eksistensi di industri musik Batak.
Kepada para penggemar musik Batak, BASADOI TRIO menyampaikan harapan agar dukungan terus mengalir.
“Tanpa fans, kami sebagai penyanyi bukan apa-apa. Terus dukung kami melanjutkan nama BASADOI TRIO,” kata Mangasi.
Mangasi Naibaho sendiri berasal dari Pangururan, Kabupaten Samosir. Ia telah menikah dengan boru Nababan dan dikaruniai empat anak, tiga perempuan dan satu laki-laki.
Ia mengakui dukungan keluarga menjadi kekuatan utama dalam menjalani profesi sebagai seniman, meski tantangan terbesar adalah harus meninggalkan keluarga dalam kondisi tertentu, termasuk saat ada anggota keluarga yang sakit.
Dengan semangat kebersamaan serta kenangan terhadap almarhum Charly Gunawan Butarbutar, BASADOI TRIO berkomitmen untuk terus berkarya, menjaga kekompakan, dan melanjutkan perjalanan mereka di panggung musik Batak — dari kenangan menjadi semangat untuk terus melangkah.(Samsir Sitanggang)












