deliksumut.com | Samosir – Jalan Ringroad Samosir yang berada di Dusun III Sigarantung, Desa Hutaginjang, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, yang sebelumnya putus total akibat longsor pada April 2025 lalu, kini mulai dibangun kembali.
Sejak peristiwa longsor tersebut, akses jalan utama penghubung Tomok dan Onan Runggu yang merupakan jalan nasional hanya dapat dilalui melalui jembatan darurat berbahan papan yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pekerjaan Umum.
Berdasarkan pantauan awak media deliksumut.com pada Senin (20/04/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, di lokasi tidak terdapat aktivitas pekerjaan. Namun terlihat sejumlah material konstruksi seperti tumpukan besi beton, pipa besi berukuran besar, serta bahan bangunan lainnya.
Selain itu, di sepanjang jalan area longsor juga telah dipasang rambu-rambu konstruksi guna memberikan peringatan kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas. Namun demikian, papan proyek belum terlihat di lokasi pekerjaan.
Saat ini, jalan tersebut masih hanya dapat dilalui kendaraan roda dua melalui jembatan papan. Di bagian bawah jembatan lama, juga telah dibangun tambahan jembatan papan sebagai akses pendukung.
Salah seorang warga bermarga Situmorang menyebutkan bahwa pekerjaan pembangunan jalan tersebut telah dimulai sekitar satu minggu lalu.
“Sudah ada seminggu, kalau tidak salah Selasa minggu lalu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pekerjaan yang dilakukan saat ini berupa pembukaan jalan menggunakan alat berat jenis beko yang terlihat terparkir di lokasi.
Sebagai warga, ia mengaku sangat senang dengan dimulainya pembangunan jalan tersebut. Bahkan, ia rela memberikan lahannya secara gratis untuk dijadikan akses jalan alternatif demi kepentingan masyarakat.
“Senang sekali, bahkan lahan saya gratis untuk akses jalan alternatif supaya bisa dilalui masyarakat, khususnya anak sekolah,” katanya.
Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang pengendara yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku selama ini pengguna jalan harus mempertaruhkan keselamatan saat melintasi jalur tersebut.
“Senanglah kalau sudah mulai dibangun, soalnya selama ini kami melintasi jalan ini bertaruh nyawa walaupun ada jembatan papan darurat,” ungkapnya.
Sementara itu, seorang pelajar juga mengungkapkan kesulitan yang dialami sejak jalan tersebut longsor. Ia mengatakan para pelajar harus turun dari kendaraan dan berjalan kaki saat melewati jembatan darurat.
“Sejak jalan ini longsor dan pakai jembatan papan, kami turun dari bus terpaksa berjalan,” ujarnya.
Saat melakukan peninjauan ke lokasi awak media belum berhasil menemui pihak terkait untuk mendapatkan konfirmasi resmi mengenai dimulainya pembangunan jalan Nasional tersebut, termasuk besaran anggaran yang dialokasikan untuk proyek tersebut.(Sam86).












