Daerah  

Air Bersih 24 Jam dari Danau Toba, Inovasi BUMDes Permudah Warga Perbukitan Desa Hutanamora Samosir.

deliksumut.com | Samosir,-Air merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat vital bagi kehidupan, kesehatan, serta keberlangsungan aktivitas sehari-hari. Ketersediaan air bersih yang cukup dan layak menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Di Kabupaten Samosir, meskipun berada di kawasan Danau Toba, masih terdapat masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, khususnya mereka yang tinggal di daerah perbukitan, terlebih saat musim kemarau. Namun, di beberapa desa yang tidak jauh dari danau, kebutuhan air bersih mulai teratasi berkat adanya pompa air milik desa yang mampu menarik air langsung dari Danau Toba.

Salah satunya adalah Desa Hutanamora, Kecamatan Pangururan. Kini, masyarakat yang tinggal di perbukitan desa tersebut tidak lagi khawatir terhadap kebutuhan air bersih. Hal ini terungkap saat awak media deliksumut.com berbincang dengan Ketua BUMDes Hutanamora, Judiman Simbolon, ST, di sebuah kedai kopi milik warga yang berada tepat di depan kantor desa, Selasa (28/4/2026).

Dalam perbincangan tersebut, Judiman Simbolon mengisahkan bahwa dirinya sebelumnya merupakan dosen di salah satu universitas di Kota Medan. Namun, akibat pandemi COVID-19 yang menyebabkan kampus tempatnya bekerja tutup, ia akhirnya kembali ke kampung halamannya di Desa Hutanamora.

Terkait kebutuhan air bersih, Judiman menjelaskan bahwa sebelum dirinya kembali ke desa, sistem pompa air dari Danau Toba sebenarnya sudah ada dan dikelola oleh BUMDes Hutanamora, lengkap dengan penggunaan meteran air untuk pelanggan.

Setelah dipercaya menjadi Ketua BUMDes, Judiman melakukan berbagai pembenahan. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya hanya terdapat sekitar 90 pelanggan air bersih. Namun kini, jumlah tersebut meningkat signifikan menjadi 200 pelanggan, khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan. Sementara itu, warga yang tinggal di sekitar jalan ringroad Samosir umumnya telah menjadi pelanggan PDAM.

Menariknya, seluruh pelanggan BUMDes kini dapat menikmati layanan air bersih selama 24 jam penuh, dengan sistem pembayaran sesuai pemakaian. Air yang dipompa dari Danau Toba dialirkan ke bak penampungan yang berjarak sekitar 2 kilometer sebelum didistribusikan ke wilayah perbukitan. Bahkan, air tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian warga yang berada dekat dengan jalur pipa induk.

“Ada juga masyarakat pelanggan kami yang memasang meteran hingga ke ladangnya, selama masih terjangkau pipa induk,” ujar Judiman.

Untuk tarif, pelanggan dikenakan biaya sebesar Rp8.000 per meter kubik. Pendapatan dari unit usaha ini tidak hanya digunakan untuk pemeliharaan, tetapi juga menyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar 10 persen. Saat ini, BUMDes Hutanamora mengelola dua unit usaha, yaitu air bersih dan peternakan ayam petelur.

“Masyarakat tidak perlu khawatir lagi dengan kebutuhan air bersih. Air hidup 24 jam, pembayaran per bulan sesuai pemakaian,” tambahnya.

Hal tersebut juga dibuktikan langsung saat Judiman menunjukkan aliran air yang deras dari keran di depan rumahnya.

Selain itu, Judiman mengungkapkan bahwa dirinya kerap diundang oleh desa lain untuk berbagi pengalaman maupun membantu perbaikan sistem air bersih yang telah menggunakan pompa air namun mengalami kendala.

“Jika ada yang ingin diskusi atau studi banding, silakan datang ke sini, saya terbuka.” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan pengelolaan unit usaha air bersih adalah pemeliharaan yang berkelanjutan. Ke depan, pihaknya berencana menambah bak penampungan agar jangkauan layanan dapat diperluas ke masyarakat lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Judiman juga menyampaikan harapannya terkait pengembangan unit usaha lain di BUMDes, khususnya penyediaan traktor bagi petani desa. Menurutnya, Desa Hutanamora memiliki sekitar 30 hektare lahan pertanian yang ditanami jagung dan sebagian padi.

“Kadang masyarakat kesulitan mendapatkan traktor sehingga penanaman jagung tertunda. Saat ini hanya ada dua pemilik traktor di desa,” jelasnya.

Ia berharap ke depan tersedia fasilitas traktor melalui BUMDes agar kebutuhan petani dapat terpenuhi dan produktivitas pertanian meningkat.(Sam86)

Exit mobile version