Aset Irigasi Pompanisasi Salah Satu Desa di Kecamatan Simanindo Diduga Raib, Warga Sebut Tak Berfungsi Sejak 1990-an

deliksumut.com | Samosir – Aset pemerintah berupa irigasi pompanisasi yang berada di salah satu desa wilayah di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, dilaporkan sudah lama tidak berfungsi dan diduga sejumlah peralatannya telah raib.

Informasi tersebut diperoleh awak media dari masyarakat setempat yang menyebutkan bahwa irigasi pompanisasi tersebut dibangun sekitar tahun 1980-an, saat wilayah Kabupaten Samosir masih tergabung dalam Kabupaten Tapanuli Utara. Namun kini, fasilitas tersebut dilaporkan dalam kondisi terbengkalai.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, sejumlah peralatan yang sebelumnya digunakan untuk mendukung operasional pompanisasi tersebut sudah tidak lagi terlihat di lokasi.

“Beberapa peralatan seperti besi yang digunakan untuk pembangunan proyek dan pipa penghisap dari besi sudah tidak ada lagi. Menurut informasi yang kami dengar, hilangnya peralatan tersebut diperkirakan terjadi sejak tahun 2024,” ujarnya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media kemudian turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemantauan pada Sabtu (7/3/2026).

Dari hasil pantauan di lapangan, terlihat sejumlah besi pada jembatan pompanisasi yang mengarah ke Danau Toba sudah tidak lagi berada di tempatnya. Selain itu, mesin pompa yang sebelumnya disimpan di dalam gudang juga tidak ditemukan.

Kondisi bangunan gudang tempat penyimpanan mesin pompa tampak tidak terawat. Tembok bangunan sudah ditumbuhi pohon beringin, sementara bagian dalam gudang terlihat tergenang air. Kondisi ini mengindikasikan bahwa fasilitas tersebut sudah lama tidak difungsikan.

Masyarakat setempat juga menyebutkan bahwa irigasi pompanisasi tersebut dulunya memiliki peran penting bagi pertanian warga di sekitar lokasi.

“Setahu kami, bangunan pompanisasi itu masih berfungsi sampai sekitar tahun 1990-an. Setelah itu tidak pernah lagi digunakan dan perlahan-lahan terbengkalai,” kata warga lainnya.

Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat turun langsung meninjau kondisi aset tersebut, sekaligus menelusuri keberadaan sejumlah peralatan yang diduga telah hilang.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pemerintah setempat dan instansi terkait mengenai kondisi serta status aset irigasi pompanisasi tersebut.(Sam86)

Exit mobile version