SAMOSIR, deliksumut.com – Prestasi membanggakan yang diraih Nadya Agatha Sihotang, siswi SD Negeri 12 Hariara Pintu, setelah berhasil lolos sebagai finalis Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) 2026 jenjang SD/MI cabang Menyanyi Solo dan akan mewakili Kabupaten Samosir sekaligus Provinsi Sumatera Utara di tingkat nasional, menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SD Negeri 12 Hariara Pintu.
Keberhasilan tersebut merupakan buah dari pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan oleh pihak sekolah, didukung penuh oleh keluarga, serta kerja keras Nadya dalam mengembangkan bakat yang dimilikinya sejak usia dini.
Kepala SD Negeri 12 Hariara Pintu, Redita Nababan, S.Pd., SD, Kamis (6/8/2026), mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian Nadya. Menurutnya, potensi di bidang tarik suara telah terlihat bahkan sebelum Nadya resmi menjadi peserta didik di sekolah tersebut.
“Sejak sebelum masuk SD, bakat menyanyi Nadya sudah terlihat. Ia belajar bernyanyi secara otodidak. kami sudah melihat bahwa calon siswa ini memiliki talenta yang luar biasa di bidang seni,” ujar Redita.
Ia menuturkan, Nadya dikenal sebagai siswi yang memiliki karakter baik, suara yang merdu dan bersih, serta memperoleh dukungan penuh dari kedua orang tuanya untuk terus mengembangkan kemampuannya di bidang tarik suara.
Redita menjelaskan, sekolah mulai mengikutsertakan Nadya dalam ajang FLS3N ketika masih duduk di kelas III. Pada kesempatan itu, Nadya mampu melewati seleksi mulai dari tingkat kecamatan hingga meraih prestasi di tingkat kabupaten. Namun, perjalanannya harus terhenti pada babak 10 besar karena faktor mental yang saat itu masih dalam proses pembentukan.
“Meski belum berhasil saat itu, kami terus memberikan semangat agar jangan menyerah dan tetap berlatih. Tahun berikutnya saat kelas IV, kami kembali mendaftarkannya dan akhirnya berhasil lolos menjadi finalis nasional. Sekarang Nadya sudah duduk di kelas V dan kami berharap ia mampu mengharumkan nama sekolah, Kabupaten Samosir, dan Provinsi Sumatera Utara di tingkat nasional,” katanya.
Menurut Redita, keberhasilan yang diraih Nadya juga tidak terlepas dari peran guru pendamping, Theresia VS Naibaho, S.Pd., SD dan orang tuanya yang dengan tekun mendampingi dan mengembangkan potensi siswi tersebut sejak awal.
Theresia, yang juga merupakan guru kelas VI sekaligus pengampu mata pelajaran IPA, mengatakan bakat bernyanyi Nadya telah diamatinya sejak lama. Berbekal pengalaman mendampingi peserta FLS3N pada tahun-tahun sebelumnya, ia bersama para guru berupaya membimbing Nadya agar terus berkembang.
“Kami melihat sendiri perkembangan Nadya sejak kelas III. Saat itu kami mengikutsertakannya ke FLS3N. Sebelum lomba, kami sempat membawanya mengikuti les vokal untuk memperkuat teknik dasar, terutama teknik pernapasan. Ia berhasil lolos dari tingkat kecamatan hingga masuk 10 besar tingkat kabupaten, namun belum berhasil melaju lebih jauh,” ujarnya.
Menurut Theresia, pengalaman tersebut justru menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus melakukan pembinaan. Seiring berjalannya waktu, Nadya semakin sering tampil dalam berbagai kegiatan sehingga rasa percaya dirinya pun tumbuh semakin baik.
“Dulu dia masih gugup ketika tampil di depan banyak orang. Sekarang dia sudah jauh lebih percaya diri karena sering diundang mengisi berbagai acara. Tahun ini kami kembali mengikutsertakannya dan hasilnya berhasil lolos ke tingkat nasional,” katanya.
Ia menjelaskan, pada tahun ini sekolah tidak lagi menggunakan pelatih vokal dari luar karena dasar teknik bernyanyi Nadya dinilai telah terbentuk dengan baik. Pembinaan dilakukan secara bersama-sama oleh para guru dengan dukungan penuh dari keluarga.
“Kami hanya memaksimalkan pembinaan di sekolah. Semua bapak dan ibu guru ikut membantu melatih, sementara orang tuanya juga sangat mendukung. Bahkan ayah Nadya juga memiliki bakat menyanyi,” tambahnya.
Sementara itu, Redita menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pendidikan telah memberikan uang pembinaan setelah Nadya meraih prestasi di tingkat kabupaten. Bantuan tersebut diserahkan kepada orang tua untuk membantu memenuhi kebutuhan persiapan menuju FLS3N tingkat nasional.
“Dana pembinaan itu kami arahkan agar digunakan untuk kebutuhan Nadya, seperti kostum dan persiapan lainnya. Untuk menghadapi tingkat nasional nanti, kami juga menyarankan agar Nadya kembali mengikuti les vokal sehingga persiapannya semakin maksimal,” jelas Redita.
Ia menambahkan, pihak sekolah akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir untuk mempersiapkan pembinaan menjelang pelaksanaan FLS3N tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada bulan ini.
“Kami berharap Nadya dapat memberikan hasil terbaik di tingkat nasional. Harapan kami, ia bisa membawa nama baik Kabupaten Samosir dan Sumatera Utara serta meraih cita-citanya menjadi seorang penyanyi profesional. Setiap ditanya tentang cita-citanya, Nadya selalu menjawab ingin menjadi artis atau penyanyi,” tuturnya.
Sebagai bentuk dukungan, SD Negeri 12 Hariara Pintu juga akan berupaya menghadirkan pelatih vokal guna memaksimalkan persiapan Nadya menjelang kompetisi tingkat nasional. Para guru bangga atas capaian yang telah diraih siswi tersebut dan berharap perjalanan Nadya dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan bakat, berani bermimpi, serta berusaha meraih prestasi melalui bidang yang mereka tekuni.
Sebelumnya, Nadya Agatha Sihotang juga tampil memukau dalam acara pisah sambut Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Samosir. Penampilan tersebut semakin memperlihatkan konsistensi dan perkembangan bakat yang dimilikinya hingga akhirnya mengantarkan Nadya menjadi finalis FLS3N 2026 tingkat nasional.(Samsir Sitanggang)
