Samosir | deliksumut.com,- Pemerintah Kabupaten Samosir melalui sinergitas dengan Kementerian Pertanian RI menyalurkan bantuan 1.250.000 bibit kopi Arabika Gayo 3 kepada 245 kelompok tani di sembilan kecamatan untuk pengembangan lahan seluas 1.250 hektare.
Penyaluran bantuan secara simbolis ditandai dengan pelepasan truk pengangkut bibit oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Kamis (29/10/2026).
Bantuan ini bersumber dari DIPA Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026 untuk kegiatan pengembangan kawasan perkebunan. Selain 1,25 juta bibit, petani juga menerima dukungan biaya pembuatan lubang tanam sebesar *Rp1.170.000 per hektare dengan total lebih dari Rp1,4 miliar*, serta bantuan pupuk organik cair dan granul.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, atas perhatian besar kepada petani Samosir. Menurutnya, bantuan ini merupakan wujud nyata sinergitas pemerintah pusat dan daerah sekaligus mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto di sektor pertanian.
“Bantuan ini bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat Samosir. Kita patut bersyukur karena mendapat dukungan cukup besar, mulai dari bibit, pupuk hingga bantuan pembuatan lubang tanam Rp1,17 juta per hektare. Ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan perkebunan kopi dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Vandiko.
Vandiko menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang disalurkan, tetapi dari tanaman yang tumbuh, dirawat dan menghasilkan. Ia meminta 245 kelompok tani penerima memiliki komitmen untuk menanam dan merawat.
“Apa yang sudah kita terima, mari kita tanam dan rawat dengan baik. Pemerintah tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga menyiapkan pendampingan melalui PPL. Jangan sampai bantuan ini dijual atau digunakan tidak sesuai peruntukan. Pengawasan akan dilakukan bersama aparat penegak hukum,” tegasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir Tumiur Gultom menjelaskan, dari total 1.250 hektare, sebanyak 680 hektare untuk tanam baru dan 570 hektare untuk peremajaan tanaman kopi yang rusak atau meranggas. Penyaluran telah dimulai sejak 26 Oktober di Kecamatan Pangururan, Harian dan Simanindo dan akan selesai dalam 10 hari ke depan.
“Prinsipnya tanam, rawat dan panen. Bibit Arabika Gayo 3 ini adaptif di Samosir dan potensi produksinya baik. Pemerintah berusaha membantu, hasilnya untuk petani,” kata Tumiur.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Forkopimda. Danramil Pangururan dan Kasat Binmas Polres Samosir Priston Simbolon menegaskan komitmen TNI-Polri mengawal ketahanan pangan. Kasi Intel Kejari Samosir Juna Karokaro juga memastikan pengawalan dan pendampingan agar bantuan tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Suka Tani Desa Sihusapi Aratua Ambarita yang menerima sekitar 40.000 batang bibit mengaku bersyukur. “Kami percaya ini juga atas usulan Bupati Samosir. Kepedulian Bapak Bupati kepada petani sangat kami rasakan,” ujarnya.
Dengan penyaluran 1,25 juta bibit kepada 245 kelompok tani ini, Pemkab Samosir berharap luas perkebunan kopi yang saat ini mendekati 8.000 hektare dapat terus meningkat dan memberikan dampak nyata terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
(Diskominfo Samosir)
