Bus Wisata Terguling di Samosir, Puluhan Luka-luka, Pelajar hingga Lansia, Ini Pesan Bupati Vandiko

SAMOSIR | deliksumut.com — Sebuah bus pariwisata bernomor polisi Z 7763 NE yang membawa rombongan wisatawan asal Kisaran, Kabupaten Asahan, mengalami kecelakaan dan terguling di Jalan Tele-Boho, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir, Sabtu (19/9/2026).

Bus bertuliskan JETBUS tersebut terguling ke sisi kanan jalan dan masuk ke kedalaman sekitar lima meter dari badan jalan, tepat di depan rumah warga.

Pantauan deliksumut.com di lokasi sekitar pukul 17.42 WIB, pintu bagasi belakang bus terlihat terbuka. Sejumlah bagian kaca dan bodi kendaraan juga mengalami kerusakan akibat kecelakaan.

Beruntung, bus tidak sampai menimpa rumah warga yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi kejadian.

Kasatlantas Polres Samosir AKP Robertus Gultom mengatakan, bus tersebut merupakan bus pariwisata yang membawa rombongan wisatawan dari Kisaran dan melaju dari arah kawasan Menara Pandang Tele menuju Pangururan.

“Kronologinya sekitar pukul 14:30 WIB tadi, Bus merupakan bus pariwisata dari arah menuju menara pandang tele menuju Pangururan,” ujar Robertus.

Menurut Robertus, berdasarkan dugaan awal di lokasi kejadian, kecelakaan diduga terjadi akibat gangguan pada bagian tie rod kendaraan. Saat bus menginjak rem, kendaraan kemudian membanting ke kanan hingga keluar dari badan jalan.

“Jadi diduganya mengalami kerusakan tie rodnya tidak berfungsi, saat menginjak rem banting ke kanan sehingga masuklah ke kedalaman seperti yang kita lihat dibawah ini sekitar 5 meter,” katanya.

Namun, ia menegaskan penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Polisi akan melibatkan ahli untuk memastikan penyebab teknis kecelakaan tersebut.

“Dilihat dari TKP tadi tidak ada mengalami seperti aspal ada pijakan rem atau luka di aspal tidak ada, diduga tie rodnya rusak namun untuk kepastian akan mengambil saksi ahli untuk memastikan apa penyebab sebenarnya,” jelasnya.

Robertus menyebut bus tersebut membawa sekitar 30 penumpang yang berasal dari wilayah Kisaran. Kendaraan itu diketahui merupakan bus rental dengan pelat nomor Z yang terdaftar di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dari sekitar 30 penumpang, sebanyak 26 orang mengalami luka ringan, sementara beberapa korban lainnya mengalami luka lebih serius, termasuk dugaan patah tulang.

“Untuk penumpangnya itu dari daerah Kisaran, kebetulan ini rental dari Kisaran, platnya Z wilayah Tasikmalaya Jawa Barat. Ada sekitar 30 penumpang namun yang mengalami luka, ada luka ringan sebanyak 26, namun yang agak parah ada yang luka patah tulang,” ujar Robertus.

Seluruh korban kemudian dievakuasi menggunakan sejumlah ambulans untuk mendapatkan perawatan di RSUD dr. Hadrianus Sinaga Pangururan. Sementara pengemudi dan kernet bus dilaporkan selamat.

“Kalau untuk pengemudinya selamat termasuk juga kernetnya,” katanya.

Robertus juga memastikan tidak ada warga sekitar yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

Sementara itu, pantauan deliksumut.com di RSUD dr. Hadrianus Sinaga, sejumlah korban yang mengalami luka-luka hingga patah tulang terlihat masih mendapatkan penanganan medis di ruang IGD. Di antara korban terdapat lansia dan sejumlah anak yang diketahui merupakan pelajar.

Ketua Panitia rombongan wisata Parsahutaon/STM Satahi, Pandres Silaban, mengatakan rombongan sebenarnya sedang dalam perjalanan pulang menuju Pangururan dari objek wisata sibea bea ketika kecelakaan terjadi.

“Awalnya kan pak kami mau pulang ke arah Pangururan jadi sampai di Boho Kecamatan Sianjur Mulamula, rupanya as roda depan sebelah kiri rupanya sudah lepas, jadi itulah sebabnya sehingga supir tidak bisa mengendalikan lagi kendaraan, maka terbaliklah ke jurang yang kecil,” ujarnya.

Pandres yang mengikuti perjalanan menggunakan mobil pribadi di belakang bus mengatakan, sepanjang perjalanan penumpang tidak melihat adanya bus melaju dengan kecepatan tinggi maupun indikasi pengemudi mengantuk atau rem blong.

“Sebenarnya kebetulan tadi kami naik mobil pribadi dibelakang mereka jadi kami persis melihatnya tidak ada masalah ngantuk atau blong rem tidak, hanya tier rodnya lepas,” katanya.

Ia menjelaskan rombongan tersebut berasal dari Kisaran, Kabupaten Asahan. Mereka datang untuk berwisata ke sejumlah objek wisata di Samosir.

Rombongan berangkat dari Kisaran pada Jumat malam sekitar pukul 23.30 WIB dan tiba di kawasan Tele sekitar pukul 11.00 WIB pada Sabtu.

Rencana perjalanan mereka antara lain mengunjungi Menara Pandang Tele, Air Terjun Efrata, Sibea-bea, kemudian menginap di Pangururan. Setelah itu, rombongan berencana melanjutkan perjalanan ke Batu Hoda sebelum kembali ke Kisaran.

Pandres menyebut terdapat 30 penumpang di dalam bus, sedangkan keseluruhan rombongan berjumlah lebih banyak karena sebagian menggunakan kendaraan pribadi.

“Didalam rombongan bus itu ada penumpang yang dari parsahutaon kita 30 orang, semua jumlah yang dibus itu 32 termasuklah supir dan kernet,” katanya.

Ia juga menyebut dalam rombongan terdapat anak-anak sekolah.

“Kalau balita tidak pak tapi anak anak ada, ada yang sekolah SD SMP dan SMA.”

Hasil penelusuran deliksumut.com, terdapat tujuh orang pelajar dari tingkat SD, SMP hingga SMA dalam rombongan tersebut.

Menurut Pandres, sejumlah korban mengalami luka, termasuk patah tulang. Di antaranya seorang ibu mengalami patah tangan kanan, anaknya juga mengalami patah tangan, serta seorang pelajar SMA laki-laki mengalami patah kaki.

“Selebihnya luka-luka ada yang koyak di pelipis, ada yang bengkak dibagian mata lebam-lebam dan lain sebagainya,” ujarnya.

Sekitar pukul 21.00 WIB, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom bersama Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk dan rombongan terlihat datang ke RSUD dr. Hadrianus Sinaga untuk menjenguk para korban yang masih menjalani penanganan medis.

Vandiko bersama Ariston terlihat menemui dan berbincang dengan para korban.

Usai menemui korban, Vandiko menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami wisatawan yang datang berkunjung ke Samosir.

Ia memastikan biaya pengobatan korban selama menjalani perawatan di RSUD dr. Hadrianus Sinaga akan ditanggung Pemerintah Kabupaten Samosir.

Pemkab Samosir juga akan berkoordinasi dengan pihak Jasa Raharja untuk penanganan dan pengobatan lanjutan para korban serta memastikan pelayanan terbaik diberikan selama berada di RSUD.

Vandiko mengatakan sejumlah korban juga meminta agar difasilitasi menggunakan ambulans menuju rumah sakit rujukan serta dibantu dalam proses pengurusan Jasa Raharja.

“Walaupun ini bukan kewenangan kita, tapi kami dari Pemkab Samosir tadi saya sudah sampaikan ke Sekda dan Dishub untuk kita bantu komunikasi dengan Jasaraharja supaya bisa dicover penanganan perobatan mereka ke depan,” ujarnya.

Selain memastikan penanganan korban, Bupati Vandiko juga menyampaikan pesan kepada wisatawan yang hendak berkunjung ke Samosir agar memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan pengemudi maupun wisatawan.

“Kepada wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Samosir, rasanya sebelum berkunjung ke suatu daerah harus dapat memastikan kelayakan kendaraan kita, angkutan transportasi kita pun demikian dengan kesehatan stamina dari para wisatawan supaya kita bisa nyaman mengunjungi suatu daerah supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Ia menilai hal tersebut penting sebagai langkah antisipasi agar perjalanan wisata dapat berlangsung aman dan nyaman.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr. Hadrianus Sinaga, drg. Lasrina E. Tambun, M.K.M, mengatakan terdapat 32 penumpang bus berdasarkan data yang diterima pihak rumah sakit, namun 27 orang datang untuk mendapatkan penanganan di RSUD.

“Dari 25 kita lakukan pemeriksaan penunjang dan pada saat ini kita sudah merujuk pasien satu orang karena patah di kaki,” katanya.

Selain itu, terdapat dua pasien yang direncanakan mendapat rujukan ortopedi, salah satunya seorang ibu yang mengalami patah tangan dan panggul. Sementara pasien lainnya mengalami patah pada bagian hidung.

Sebagian korban lainnya menjalani pemeriksaan dan ada yang direncanakan menjalani rawat jalan.

Salah seorang korban Boru Silalahi yang mengalami luka di bagian wajah menyampaikan terima kasih kepada Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom yang telah datang membesuk.

“Baik kali Bupati ini. Apa karena ada keluarganya orang Kisaran? Baru kali ini aku tahu bupati terus datang membesuk-besuk. Terima kasih lah, memang baik kali Bupati Samosir ini,” ucapnya.

Hingga malam hari, para korban masih mendapatkan penanganan medis di RSUD dr. Hadrianus Sinaga, sementara penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak kepolisian.

(Samsir Sitanggang)

Exit mobile version