deliksumut.com | Samosir – Kawasan Objek wisata Water Front City Pangururan Kabupaten Samosir, kini mulai rawan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Masyarakat lokal maupun wisatawan diimbau lebih berhati-hati saat memarkirkan kendaraannya, khususnya di area publik dan objek wisata.
Seperti yang dialami Mahlan (18), seorang pekerja salah satu rumah makan yang berada di kecamatan Pangururan. Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026, saat Mahlan tengah berwisata di kawasan Water Front City (WFC) Pangururan.
Mahlan menceritakan, sekitar pukul 16.00 WIB ia memarkirkan sepeda motor milik bosnya di depan Kantor Perpustakaan Daerah, yang berada tak jauh dari Mapolres Samosir. Sepeda motor tersebut berjenis Honda NF 125 TR, tahun pembuatan 2008, dengan nomor polisi BB 5038 WD.
“Sekitar jam empat sore saya parkir, lalu jalan-jalan di WFC. Tapi waktu balik sekitar jam delapan malam, kreta itu sudah tidak ada lagi di parkiran,” ujar Mahlan kepada wartawan, Sabtu (31/1/2026).
Menyadari sepeda motor telah raib, Mahlan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Samosir. Namun, laporan polisi (LP) belum dapat diterbitkan lantaran kelengkapan dokumen kendaraan, yakni Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), belum dibawa.
“Hari ini rencananya mau buat laporan lagi ke Polres,” tambahnya.
Sementara itu, pemilik rumah makan sekaligus bos Mahlan membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku sepeda motor yang hilang memang miliknya dan digunakan oleh Mahlan saat kejadian.
“Iya bang, hari Kamis itu kreta hilang dicuri orang di Water Front City, depan kantor perpustakaan. Sepeda motor itu dulu kami beli dari kawan, jadi nama di STNK memang bukan atas nama kami,” ujar pemilik kendaraan yang enggan disebutkan namanya.
Maraknya kasus curanmor ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat dan wisatawan, mengingat Pangururan merupakan wajah utama pariwisata Kabupaten Samosir. Pengunjung diimbau menggunakan kunci ganda, memilih lokasi parkir yang aman, serta tidak meninggalkan kendaraan terlalu lama tanpa pengawasan.
Di sisi lain, peran Polres Samosir dinilai sangat strategis dalam menjaga keamanan dan kenyamanan wilayah, khususnya di kawasan wisata. Keamanan yang terjamin menjadi faktor penting agar citra Samosir sebagai destinasi wisata unggulan Danau Toba tetap terjaga.
Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan patroli dan pengawasan, sehingga kasus serupa tidak kembali terulang dan wisatawan merasa aman saat berkunjung ke Samosir.(Sam86).












