Simalungun | DelikSumut – Koordinator Anak Muda Bergerak (AMB) Kabupaten Simalungun, Dion Sialagan, menyoroti kualitas dan kelayakan makanan balita yang dibagikan didesa / Dolok Kataran, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun
Dalam pantauannya di lapangan, Dion menemukan adanya dugaan makanan untuk balita yang dinilai tidak layak, baik dari segi kebersihan, kandungan gizi, maupun cara penyajiannya.
“Kami dapat laporan dari warga, khususnya ibu-ibu yang memiliki balita. Makanan yang diberikan itu jauh dari standar gizi yang seharusnya diterima anak-anak. Ini soal masa depan anak, bukan sekadar program formalitas,” tegas Dion Sialagan, Senin (14/10).
Menurut Dion, program makanan tambahan untuk balita seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah, terutama di tengah upaya percepatan penurunan stunting di Simalungun. Namun, jika kualitasnya diabaikan, justru akan membahayakan kesehatan anak.
“Jangan sampai program yang dibiayai negara untuk menyehatkan anak, justru membuat anak sakit. Kalau anggarannya ada, kenapa kualitasnya seperti ini? Siapa yang mengawasi?” tanyanya.
Dion mendesak pihak Nagori /desa puskesmas, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program makanan balita didesa Dolok Kataran.
Ia meminta:
1. *Transparansi anggaran* dan menu makanan yang dibagikan kepada balita.
2. *Pengawasan ketat* dari petugas gizi dan kader posyandu.
3. *Keterlibatan masyarakat*, terutama para orang tua, untuk ikut mengawasi kualitas makanan.
“Kami Anak Muda Bergerak akan terus mengawal. Jangan main-main dengan makanan anak. Anak-anak Simalungun harus dapat makanan yang sehat, bergizi, dan layak,” tutup Dion Sialagan. (PN)
