Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan, Menteri PKP Puji Lompatan Pariwisata Samosir: “Jangan Abaikan Lingkungan dan UMKM”

deliksumut.com | Samosir — Lonjakan kunjungan wisatawan saat libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026 mendapat perhatian langsung dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.

Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Samosir, Rabu (25/03/2026), ia memuji kinerja Pemerintah Kabupaten Samosir di bawah kepemimpinan Bupati Vandiko Timotius Gultom yang dinilai berhasil mendorong geliat sektor pariwisata.

Kunjungan tersebut berlangsung di kawasan Tomok, Kecamatan Simanindo, sekaligus meninjau lokasi calon penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) serta penanganan kawasan kumuh.

“Saya pikir Pak Bupati sudah bagus ya. Saya lihat cukup banyak restoran baru, tempat ngopi baru, hotel-hotel baru yang sudah berdiri. Ini membuktikan daerah yang sangat potensial,” ujar Maruarar Sirait.

Ia menekankan bahwa pesatnya pertumbuhan pariwisata harus berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya pelaku UMKM dan seniman Batak.

“UMKM jangan dilupakan. Kebudayaan, seniman-seniman Batak harus ikut naik kelas. Pariwisata yang meningkat harus berdampak langsung pada ekonomi rakyat,” tegasnya.

Namun demikian, Maruarar juga mengingatkan agar pembangunan tidak mengabaikan aspek lingkungan. Ia menyoroti pentingnya penataan zonasi dan perlindungan alam demi keberlanjutan pariwisata di kawasan Danau Toba.

“Kita ingin pariwisata maju, tapi lingkungan hidup harus dijaga. Hutan dan gunung tidak boleh dirusak. Jangan sampai nanti terjadi bencana karena pembangunan yang tidak sesuai aturan. Keseimbangan itu harus dijaga,” tambahnya.

Dalam suasana penuh kedekatan, Maruarar juga mengungkapkan keterikatan emosionalnya dengan Tomok.

“Kebetulan ibu saya lahir di Tomok, jadi saya ingin tempat ini dijaga dengan hati dan profesional,” ucapnya.

Berdasarkan data sementara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, jumlah kunjungan wisatawan ke 15 objek wisata mencapai 65.354 orang dalam kurun waktu 18 hingga 23 Maret 2026. Dari angka tersebut, Pemerintah Kabupaten Samosir mencatat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1.024.134.000 hanya dalam enam hari.

Tak hanya memberikan apresiasi, kunjungan ini juga membawa kabar baik bagi masyarakat. Pemerintah pusat melalui Kementerian PKP akan mengalokasikan 556 unit program BSPS (bedah rumah) untuk Kabupaten Samosir pada tahun anggaran 2026.
Dari jumlah tersebut, 56 unit di antaranya diperuntukkan khusus bagi renovasi rumah adat Batak, sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.

Selain itu, Kabupaten Samosir juga mendapatkan program penanganan kawasan kumuh seluas 41,80 hektare, yang tersebar di dua wilayah, yakni:
Desa Tomok seluas 29,86 hektare mencakup 12 perkampungan
Desa Tomok Parsaoran seluas 11,94 hektare mencakup 13 perkampungan.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas permukiman masyarakat sekaligus mendukung wajah pariwisata Samosir yang lebih tertata dan berkelanjutan.

Dengan lonjakan kunjungan wisata dan dukungan program pemerintah pusat, Samosir kini semakin menunjukkan diri sebagai salah satu destinasi unggulan di kawasan Danau Toba—namun tetap dituntut menjaga keseimbangan antara pembangunan, budaya, dan kelestarian lingkungan.(Sam86)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *