Simalungun | DelikSumut – Di balik tugas penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara terus membuktikan diri sebagai institusi yang tidak hanya berintegritas, tetapi juga hadir dengan hati. Kali ini, kepedulian tersebut diwujudkan melalui himbauan penting terkait kesehatan jiwa masyarakat, sebuah langkah humanis yang mencerminkan bahwa Polri sungguh-sungguh peduli terhadap keselamatan dan kesejahteraan warga, bukan sekadar ketertiban fisik semata.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Jumat, (8/05/2026), sekira pukul 19.45 WIB, menyampaikan himbauan resmi dari Polres Simalungun kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Simalungun dan sekitarnya.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menangani kejahatan. Kami juga hadir untuk merespons kondisi darurat yang menyangkut kesehatan jiwa dan keselamatan jiwa seseorang. Jangan ragu untuk menghubungi kami,” ujar AKP Verry Purba dengan penuh empati.
Himbauan antisipasi bunuh diri ini disampaikan sebagai bentuk nyata kepedulian Polri terhadap fenomena tekanan mental yang semakin marak terjadi di tengah masyarakat. Berbagai tekanan hidup, mulai dari persoalan ekonomi, hubungan sosial, masalah keluarga, hingga tekanan dalam dunia pendidikan dan pekerjaan, berpotensi mendorong seseorang ke titik keputusasaan yang berbahaya. Polres Simalungun menilai penting untuk hadir sebagai jembatan pertolongan pertama sebelum kondisi semakin memburuk.
“Tekanan mental itu nyata dan bisa menimpa siapa saja, tanpa memandang usia, latar belakang, maupun status sosial. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling peduli dan saling menjaga satu sama lain,” ucap AKP Verry Purba dengan nada serius.
Dalam himbauan resminya, Polres Simalungun secara khusus menyerukan kepada seluruh masyarakat agar tidak mengabaikan tanda-tanda seseorang yang sedang mengalami tekanan mental berat. Jika Anda sendiri atau orang-orang di sekitar Anda menunjukkan gejala seperti menarik diri dari lingkungan sosial, mengungkapkan keinginan untuk mengakhiri hidup, atau menunjukkan perubahan perilaku yang drastis dan mengkhawatirkan, jangan tunda untuk segera mengambil tindakan.
“Langkah pertama yang paling mudah adalah segera menghubungi layanan kesehatan jiwa terdekat. Dan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan cepat, Polri telah menyediakan layanan Into The Light Polri yang dapat dihubungi melalui nomor darurat 110. Layanan ini gratis, mudah diakses, dan siap melayani selama dua puluh empat jam penuh,” ungkap AKP Verry Purba.
Polres Simalungun menegaskan bahwa setiap laporan dan permintaan bantuan terkait kondisi kesehatan jiwa akan ditangani dengan serius, cepat, dan penuh kerahasiaan. Tidak ada yang perlu merasa malu atau takut untuk meminta pertolongan, karena justru keberanian untuk meminta bantuan adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan.
AKP Verry Purba juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, tetangga, tokoh masyarakat, hingga pemuda dan pelajar, untuk bersama-sama membangun lingkungan yang suportif dan saling mendukung satu sama lain.
“Mari kita jaga satu sama lain. Jangan biarkan orang-orang di sekitar kita berjuang sendirian dalam kegelapan. Satu kepedulian kecil dari kita bisa menyelamatkan satu nyawa yang berharga. Polri Simalungun siap berdiri bersama masyarakat dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan,” ungkap AKP Verry Purba mengakhiri keterangannya dengan penuh keyakinan.
Himbauan antisipasi bunuh diri ini sekaligus menegaskan posisi Polres Simalungun sebagai institusi yang tidak hanya bekerja dengan profesionalisme tinggi, tetapi juga dengan ketulusan hati dalam melindungi, mengayomi, dan melayani seluruh masyarakat Kabupaten Simalungun tanpa terkecuali. (PN)
