Simalungun | DelikSumut – Polres Simalungun melaksanakan kegiatan Program Prioritas Kapolri “Polisi Peduli Pengangguran (Poliran)” dalam rangka implementasi Program Polisi Bersama Masyarakat di rumah Bapak Harry, Jalan Asahan KM 18,5, Nagori Pematang Asilum, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Kamis (29/10/2026) pukul 10.00 hingga 11.30 WIB.
Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Binmas Polres Simalungun AKP Dorlan Pasaribu dan Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky Siahaan, S.H., M.H., mewakili Kapolres Simalungun AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M.
Kapolres Simalungun melalui laporan kepada Kapolda Sumatera Utara menjelaskan, program ini merupakan wujud nyata Polri untuk masyarakat yang berintegritas dan humanis, dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, melindungi, mengayomi, dan melayani.
“Program Polisi Peduli Pengangguran merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang belum memiliki pekerjaan, melalui pendataan, pendampingan, pelatihan keterampilan, fasilitasi lapangan kerja, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” demikian disampaikan dalam laporan tersebut.
Hadir dalam kegiatan itu Ps. Kanit Binkamasa Aiptu R. Nainggolan, S.H., Ps. Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu R. Tambunan, Ps. Kanit Binpolmas Aiptu Mukti A. Siregar, dan Ps. Kanit Bintibsos Aipda Maria Peranginangin. Turut hadir Ps. Pangulu Pematang Asilum Chandra, Bhabinkamtibmas Polsek Gunung Malela Aipda R. Simanungkalit, serta 15 warga Nagori Pematang Asilum.
Dalam pelaksanaannya, petugas memulai langkah dengan pendataan warga pengangguran. Menurut laporan tersebut, petugas mendata warga usia produktif yang belum bekerja, mengidentifikasi lulusan SMA/SMK dan sarjana yang sedang mencari pekerjaan, serta mencatat keterampilan, pengalaman kerja, dan minat warga.
Data tersebut menjadi dasar bagi langkah pendampingan yang tepat sasaran. Polres Simalungun menyusun mekanisme pelaksanaan yang melibatkan banyak pihak. Polri akan mengoordinasikan program ini dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), pemerintah daerah, perusahaan, dan pelaku usaha.
Setelah data masyarakat yang belum bekerja terhimpun, Polri akan membangun kemitraan dengan perusahaan untuk membuka akses kerja. Polri juga akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan untuk menggelar pelatihan keterampilan bagi warga.
Untuk mengukur keberhasilan, Polres Simalungun menetapkan sejumlah indikator. Indikator itu meliputi jumlah warga pengangguran yang berhasil didata, jumlah perusahaan dan pelaku usaha yang menjadi mitra, serta jumlah informasi lowongan kerja yang dihimpun. Selain itu, jumlah warga yang mengikuti pelatihan keterampilan, yang berhasil memperoleh pekerjaan, dan yang memulai usaha mandiri juga menjadi tolok ukur.
Dalam laporan tersebut, Kapolres Simalungun berharap program ini membuat Polri semakin hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kehadiran itu tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam mendorong pemberdayaan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan.
“Melalui program ini diharapkan Polri semakin hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, serta ikut mendorong pemberdayaan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tulis Kapolres dalam laporan tersebut.
Dengan adanya program ini, Polres Simalungun menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Polri tidak hanya menindak gangguan keamanan, tetapi juga membantu mencegah akar persoalan sosial melalui peningkatan kesejahteraan warga.
Laporan kegiatan ini ditembuskan kepada Wakapolda Sumut, Irwasda Polda Sumut, Karo Ops Polda Sumut, Kabid Humas Polda Sumut, dan para PJU Polda Sumut, dengan dokumentasi kegiatan sebagai lampiran. (PN)
