Simalungun | DelikSumut – Polres Simalungun Polda Sumatera Utara menunjukkan komitmennya dalam mendukung program nasional ketahanan pangan sebagai bagian dari visi besar Indonesia Emas. Hal tersebut ditandai dengan keikutsertaan Polres Simalungun dalam Rapat Sosialisasi Program Polri Mendukung Ketahanan Pangan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, (29/1/2026), mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Andar Siahaan Polres Simalungun, Jalan Jhon Horailam Saragih, Pamatang Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Rapat ini menjadi forum strategis bagi jajaran Polri untuk menyamakan persepsi serta menyiapkan langkah konkret dalam mendukung terwujudnya visi bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas.
Saat dikonfirmasi pada Kamis malam sekitar pukul 20.30 WIB, Kabag SDM Polres Simalungun KOMPOL Manaek Sahala Ritonga, S.H., M.H., menjelaskan bahwa program ketahanan pangan merupakan bentuk nyata peran Polri dalam mendukung stabilitas nasional, tidak hanya di bidang keamanan, tetapi juga pada sektor kesejahteraan masyarakat.
“Polri untuk masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas penegakan hukum, tetapi juga lewat kontribusi aktif dalam program strategis pemerintah, salah satunya ketahanan pangan. Ini adalah bagian dari tanggung jawab moral kami untuk ikut menjaga ketersediaan pangan di tengah dinamika masyarakat,” ujar KOMPOL Manaek Sahala Ritonga.
Ia mengungkapkan, rapat sosialisasi tersebut diikuti oleh Kabag Log Polres Simalungun KOMPOL Pandapotan Butar-butar, S.H., Kapolsek Tanah Jawa KOMPOL Banuara Manurung, S.H., para Kapolsek jajaran Polres Simalungun, serta para perwira dan bintara. Kehadiran unsur SDM dan Logistik dinilai menjadi kunci penting dalam menyukseskan program tersebut.
“Kolaborasi antara Bagian SDM dan Bagian Logistik menjadi fondasi utama. SDM menyiapkan personel yang terlatih dan siap bekerja, sementara Logistik memastikan sarana dan prasarana pendukung tersedia dengan baik. Jika dua fungsi ini berjalan seiring, maka program bisa terlaksana secara maksimal,” ungkapnya.
Menurut KOMPOL Manaek, rapat sosialisasi ini membahas strategi Polri dalam mendukung ketahanan pangan melalui pendekatan terintegrasi, mulai dari pemberdayaan personel di lapangan hingga sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Polri diharapkan tidak hanya menjadi pengaman, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam mendorong masyarakat memanfaatkan potensi pertanian dan peternakan lokal.
“Kami ingin anggota Polri di wilayah, khususnya Bhabinkamtibmas, bisa menjadi penghubung antara program pemerintah dengan masyarakat. Ketahanan pangan harus dimulai dari tingkat desa dan kelurahan, karena di sanalah potensi terbesar berada,” ucapnya.
Sementara itu, Kabag Log Polres Simalungun KOMPOL Pandapotan Butar-butar menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung dari sisi logistik dan fasilitas pendukung. Ia menekankan pentingnya kesiapan peralatan serta pengelolaan sarana secara efektif agar program tidak hanya berjalan di atas kertas.
“Kami dari fungsi logistik siap mendukung kebutuhan sarana dan prasarana sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku. Prinsipnya, setiap program harus ditopang dengan dukungan logistik yang memadai agar pelaksanaannya tidak terkendala di lapangan,” tuturnya.
Rapat sosialisasi ini juga menegaskan bahwa Program Polri Mendukung Ketahanan Pangan merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas. Program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan nasional dari sektor pangan, sekaligus meningkatkan peran Polri sebagai institusi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam forum tersebut, para Kapolsek jajaran Polres Simalungun turut menyatakan kesiapan untuk menerjemahkan kebijakan pusat ke dalam langkah konkret di wilayah masing-masing. Bentuk implementasi program nantinya akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah, baik di daerah pertanian, perkebunan, maupun perdesaan.
“Kami akan menyesuaikan pelaksanaan di lapangan dengan potensi wilayah. Di daerah yang kuat di sektor pertanian, kita dorong produktivitasnya. Di wilayah perkebunan, kita perkuat sinergi dengan masyarakat sekitar. Intinya, Polri hadir sebagai pendukung dan penggerak,” ujar salah satu Kapolsek peserta rapat.
KOMPOL Manaek menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada soliditas internal Polri dan dukungan masyarakat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara personel Polri dengan warga di wilayah binaan.
“Ketahanan pangan bukan hanya tugas satu pihak. Ini adalah kerja bersama antara Polri, pemerintah, dan masyarakat. Kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga pangan sama pentingnya dengan menjaga keamanan,” katanya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Polres Simalungun menegaskan kesiapan jajaran Bag SDM dan Bag Log untuk berkolaborasi secara optimal dalam mendukung Program Polri Mendukung Ketahanan Pangan. Dengan semangat profesionalisme dan sinergi, Polres Simalungun berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi kontribusi Polri dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat di bidang pangan. (PN)
