Simalungun | DelikSumut – Komitmen Polri dalam memberikan perlindungan maksimal kepada perempuan dan anak terus diperkuat hingga ke tingkat daerah. Menyusul diresmikannya Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) di Polda Sumatera Utara, jajaran Polres Simalungun menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung kebijakan tersebut melalui kinerja profesional dan humanis.
Hal itu disampaikan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Simalungun, AIPTU Khairul Nizar, SH, saat dikonfirmasi, Kamis, (22/1/2026), sekitar pukul 17.30 WIB. Ia menjelaskan bahwa Polri hadir untuk masyarakat melalui berbagai kegiatan kepolisian yang bertujuan memberikan rasa aman, khususnya bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan di wilayah Kabupaten Simalungun.
AIPTU Khairul Nizar mengungkapkan, dirinya mengikuti kegiatan launching nasional Ditres PPA-PPO secara virtual dari Ruang Kerja Kapolres Simalungun pada Rabu, 22 Januari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda nasional Polri yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
“Kami dari Unit PPA Sat Reskrim Polres Simalungun siap mendukung dan bekerja keras dalam memberantas segala bentuk pelanggaran perlindungan perempuan dan anak di wilayah Kabupaten Simalungun,” ujar AIPTU Khairul Nizar.
Ia menegaskan, pembentukan Ditres PPA-PPO di Polda Sumatera Utara menjadi momentum penting untuk memperkuat penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta tindak pidana perdagangan orang yang masih menjadi ancaman serius. Menurutnya, kehadiran struktur khusus ini akan membuat penanganan perkara menjadi lebih fokus, cepat, dan berpihak kepada korban.
Sebagaimana diketahui, Polda Sumatera Utara resmi menjadi salah satu dari 11 Polda di Indonesia yang memiliki Ditres PPA-PPO. Launching nasional tersebut turut dihadiri langsung oleh Kapolda Sumut, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., sebagai wujud komitmen kuat Polda Sumut dalam memperkuat perlindungan hukum bagi perempuan dan anak. Sementara itu, Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Sonny Irawan mengikuti kegiatan secara virtual bersama para pejabat utama Polda Sumut.
Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pembentukan Direktorat PPA-PPO bertujuan mengoptimalkan pelayanan kepolisian terhadap kelompok rentan yang selama ini kerap menjadi korban kekerasan namun enggan melapor. Kapolri mengungkapkan bahwa dengan adanya direktorat khusus ini, korban yang sebelumnya tidak terlaporkan kini dapat terlayani dengan lebih baik.
Menanggapi hal tersebut, AIPTU Khairul Nizar menyampaikan bahwa Unit PPA Polres Simalungun siap mengimplementasikan arahan pimpinan dengan mengedepankan pendekatan humanis dan berperspektif korban. Ia menilai, keberanian korban untuk melapor sangat dipengaruhi oleh rasa aman dan kepercayaan terhadap aparat penegak hukum.
“Kami berupaya menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi korban. Penanganan kasus PPA tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga pendampingan, perlindungan, dan pemulihan psikologis korban,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Polres Simalungun akan terus memperkuat sinergi lintas sektor dengan instansi terkait, lembaga perlindungan anak, tokoh masyarakat, serta elemen lainnya. Kolaborasi ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya kekerasan serta memperluas edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya perlindungan perempuan dan anak.
Polres Simalungun berharap, dengan hadirnya Ditres PPA-PPO di Polda Sumut, kualitas pelayanan publik di bidang perlindungan perempuan dan anak semakin meningkat. Dampak positif yang diharapkan antara lain meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada Polri, bertambahnya keberanian korban untuk melapor, serta menurunnya angka kekerasan dan perdagangan orang di wilayah Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Simalungun.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Polri siap, dan kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melindungi perempuan dan anak demi masa depan yang lebih aman dan berkeadilan,” pungkas AIPTU Khairul Nizar. (PN)












