deliksumut.com – Perayaan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir di kawasan Waterfront City Pangururan berlangsung meriah dan dipadati masyarakat. Deretan stand UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan khas Samosir ramai dikunjungi warga lokal maupun wisatawan yang datang untuk menikmati rangkaian acara.
Pantauan awak media deliksumut.com, Jumat (27/2/2026) Kapolres Samosir, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, turut berkeliling mengunjungi stand-stand UMKM. Ia terlihat membeli sejumlah produk lokal, mencoba blazer bermotif ulos, serta melihat langsung berbagai souvenir khas yang dipamerkan para pelaku usaha.
Saat dimintai tanggapannya terkait geliat UMKM pada momentum perayaan tersebut, Kapolres menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan produk lokal agar semakin dikenal luas.
“Kita harus mengembangkan UMKM lokal supaya semakin dikenal. Dengan kedatangan banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar Sumatera Utara, itu tentu akan menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkenalkan berbagai kekayaan daerah yang kita miliki,” ujarnya.
Kapolres juga secara langsung memperlihatkan salah satu produk yang dikenakannya, sembari menunjukkan gelang di pergelangan tangannya kepada awak media.
“Contohnya seperti ini, ini kan gelang persahabatan Batak. Mungkin masih banyak yang belum tahu. Saya juga memakainya (sambil menunjukkan gelang di lengan). Kalau kita ke luar daerah, pasti orang bertanya. Di situ kita bisa menjelaskan bahwa ini gelang Batak Toba. Dengan begitu, budaya kita semakin dikenal oleh orang luar,” katanya.
Selain kerajinan tangan, Kapolres turut mempromosikan salah satu produk unggulan dari Desa Silima Lombu, yakni mango wine yang kini mulai dikenal sebagai bagian dari konsep wisata berbasis alam dan edukasi.
“Ini Silima Lombu mango wine. Saya sudah pernah ke sana, tempatnya keren sekali. Konsepnya seperti wisata slow living. Di sana kita belajar mengolah makanan dan minuman khas daerah yang semuanya berbasis bahan alami. Ini enak sekali,” ujarnya sambil menunjukkan produk tersebut.
Dengan penuh semangat, Kapolres juga menyampaikan bahwa potensi wisata Samosir sangat besar dan tidak hanya terbatas pada destinasi yang sudah populer.
“Sebenarnya Samosir memiliki banyak hidden gem. Selama ini orang hanya mengenal Tuk Tuk atau Huta Siallagan, padahal kalau kita telusuri lebih jauh masih banyak tempat luar biasa lainnya, seperti di Harian Boho yang menurut saya sangat bagus. Samosir harus maju dari ujung sampai ujung,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Kapolres juga mengajak masyarakat untuk menantikan film terbarunya yang akan segera tayang di bioskop nasional.
“Tunggu film saya yang rencananya tayang di bioskop sekitar bulan April atau Mei, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Polri. Judulnya ‘Autopsy: Dead Body Can’t Talk’. Film ini akan ditayangkan di seluruh bioskop Indonesia. Nanti saya akan hubungi kru dan tim, kita akan nonton bareng di Samosir dengan layar tancap,” ujar Kapolres dengan nada bahagia.
Film tersebut mengisahkan tentang Dr. Sumy Hastry, seorang dokter forensik yang berpengalaman menangani berbagai kasus pembunuhan besar di Indonesia. Cerita film ini memadukan pendekatan ilmiah kedokteran forensik dengan intuisi serta fenomena supranatural dalam proses pengungkapan kasus.
Sementara itu, salah satu pelaku UMKM, Boru Sidabutar, menyampaikan kesannya terhadap sosok Kapolres yang dinilainya ramah dan dekat dengan masyarakat.
“Menurut saya, ibu sangat friendly dan bersahabat. Ibu Kapolres mau berfoto bersama kami saja sudah menunjukkan keramahan yang luar biasa,” ungkapnya.
Kehadiran Kapolres dalam perayaan tersebut tidak hanya menambah semarak acara, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaku UMKM. Momentum Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir pun menjadi ajang promosi produk lokal sekaligus penguatan ekonomi masyarakat, dengan harapan Samosir semakin maju dan dikenal luas hingga tingkat nasional.
(Samsir Sitanggang)
