SAMOSIR | deliksumut.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Pangururan mencatat sebanyak 86 warga binaan menerima remisi umum dan pengurangan masa pidana dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Remisi tersebut diserahkan oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk pada Senin (17/8/2026). Penyerahan berlangsung sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Dari total penerima, sebanyak 86 warga binaan mendapatkan remisi umum bagi narapidana maupun pengurangan masa pidana bagi anak binaan. Pemberian remisi menjadi bentuk penghargaan negara terhadap warga binaan yang telah mengikuti proses pembinaan sekaligus dorongan untuk terus memperbaiki diri.
Kepala Lapas Kelas III Pangururan, Binur Sitanggang, mengapresiasi perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Samosir terhadap pelaksanaan pembinaan warga binaan, khususnya dalam pemenuhan pelayanan kesehatan.
Menurut Binur, sinergi antara Lapas Kelas III Pangururan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir selama ini memberikan manfaat dalam penanganan kesehatan warga binaan yang membutuhkan pelayanan medis.
“Kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir sangat membantu kami dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan yang membutuhkan penanganan medis,” ujar Binur.
Selain dukungan di bidang kesehatan, Binur berharap perhatian Pemerintah Kabupaten Samosir terhadap Lapas dapat terus ditingkatkan, terutama dalam pengembangan sarana dan prasarana.
Keterbatasan ruang menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan pembinaan warga binaan. Karena itu, pihak Lapas mengusulkan adanya perluasan, relokasi maupun rehabilitasi bangunan agar proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal.
“Kami berharap ke depan sarana dan prasarana Lapas dapat ditingkatkan sehingga semakin menunjang pembinaan warga binaan,” katanya.
Pada momentum pemberian remisi tersebut, Binur juga menegaskan komitmen Lapas Kelas III Pangururan dalam menjaga keamanan serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba.
Ia menyebut kondisi Lapas Kelas III Pangururan saat ini **zero narkoba** dan tidak terdapat penggunaan telepon seluler (HP) oleh warga binaan.
Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dalam sambutan itu disampaikan bahwa remisi merupakan wujud kehadiran negara dalam menghargai proses pembinaan yang telah dijalani warga binaan dengan baik.
Remisi juga diharapkan menjadi motivasi bagi narapidana untuk menjaga disiplin, meningkatkan kualitas diri dan mengikuti berbagai program pembinaan sebagai bekal untuk hidup mandiri serta tidak mengulangi tindak pidana setelah kembali ke masyarakat.
Khusus bagi anak binaan, pengurangan masa pidana menjadi bentuk perhatian negara untuk memberikan kesempatan memperbaiki masa depan melalui pendidikan, pembinaan karakter, pemulihan dan reintegrasi sosial.
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga terus mendorong program pembinaan melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, kegiatan keagamaan, interaksi sosial hingga kegiatan produktif.
Pembinaan tersebut diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, kemandirian ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, antara lain melalui budidaya tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perikanan serta berbagai kegiatan usaha produktif.
“Gunakan kesempatan ini sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tunjukkan kepada keluarga, masyarakat dan bangsa bahwa Saudara mampu berubah menjadi warga negara yang taat hukum, bekerja dengan jujur, menghormati sesama dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” demikian pesan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dibacakan Bupati Samosir.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon, Kapolres Samosir Rina SN. Tarigan, Pabung 0210/TU T. Siringo-ringo, para asisten serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Samosir.
Bagi Lapas Kelas III Pangururan, pemberian remisi tidak hanya menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pembinaan dan mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.(Samsir Sitanggang)
