Daerah  

Lonjakan Sampah Libur Nyepi–Lebaran 2026 di Samosir Tembus 203 Ton, DLH Kerahkan Seluruh Personel dan Imbau Wisatawan Tertib Buang Sampah

deliksumut.com | Samosir,— Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Samosir, Edison Pasaribu, mengungkapkan bahwa volume sampah selama libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026 mengalami lonjakan signifikan. Hal ini disampaikannya saat diwawancarai di ruang kerjanya di Komplek Perkantoran Parbaba, Senin (30/03/2026).

Edison menjelaskan, dalam kondisi normal, volume sampah di Kabupaten Samosir berkisar 140 ton per minggu. Namun selama periode libur Lebaran, jumlah tersebut meningkat drastis menjadi 203 ton per minggu, atau naik sekitar 63 ton.

“Selama liburan itu peningkatan sampah sangat signifikan. Dalam satu minggu terakhir, rata-rata sampah 140 ton, namun saat libur Lebaran bisa mencapai 203 ton per minggu,” ujarnya.

Ia menyebutkan, peningkatan sampah paling tinggi terjadi di sejumlah titik wisata unggulan yang ramai dikunjungi wisatawan, seperti Waterfront City Pangururan, Sibea-bea, Bukit Holbung, dan Menara Pandang Tele. Selain itu, kawasan pusat perbelanjaan seperti Indomaret dan pasar-pasar lokal juga turut menyumbang peningkatan volume sampah.

“Titik yang paling rawan biasanya objek wisata yang sangat diminati pengunjung. Namun di sisi lain, di Indomaret atau pasar-pasar lokal, sampah juga sangat meningkat,” jelasnya.

Dalam menghadapi lonjakan tersebut, Edison memastikan bahwa seluruh petugas kebersihan tetap bekerja tanpa libur selama periode hari besar.

“Petugas kita hampir dipastikan tidak pernah libur. Selama liburan Lebaran kami tetap bekerja, semua personel kita gerakkan untuk membersihkan sampah di Kabupaten Samosir,” tegasnya.

Meski demikian, DLH Samosir masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana, termasuk armada truk sampah dan jumlah personel di lapangan.

“Kendala pasti ada. Sarana dan prasarana kita masih terbatas, termasuk truk sampah dan SDM personel,” ungkap Edison.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya telah mengajukan permohonan penambahan tenaga kepada BKPSDM, baik melalui jalur ASN, PPPK, maupun tenaga paruh waktu.

“Kami sudah bermohon ke BKPSDM agar ada penambahan personel, baik ASN, PPPK, maupun pekerja paruh waktu, untuk membantu penanganan sampah seiring meningkatnya jumlah pengunjung,” katanya.

Lebih lanjut, Edison menekankan pentingnya pengelolaan sampah berbasis kecamatan. Ia berharap setiap kecamatan memiliki sistem pengolahan sampah sendiri, sehingga tidak hanya bergantung pada DLH.

“Idealnya, pengolahan sampah itu sudah ada di setiap kecamatan. Kita butuh tambahan sekitar 30 personel untuk disebar, agar pengolahan sampah bisa berjalan optimal di tingkat kecamatan,” tambahnya.

Di sisi lain, Edison juga menyampaikan imbauan kepada para wisatawan agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang jalan.

“Kami mengimbau kepada pengunjung dari luar daerah agar tidak membuang sampah di tepi jalan. Selama libur Lebaran, kami melihat banyak sampah berserakan di pinggir jalan nasional. Harapan kami, sampah dikumpulkan dulu di dalam kendaraan, lalu dibuang di tempat yang sudah tersedia,” imbaunya.

Terkait fasilitas, DLH Samosir memastikan akan melakukan penambahan kontainer sampah pada tahun ini, serta meningkatkan pemeliharaan sarana yang sudah ada.

“Tahun ini kita akan menambah kontainer dan memperbaiki pemeliharaan. Di setiap objek wisata sebenarnya sudah tersedia tempat sampah, sehingga pengunjung tidak kesulitan untuk membuang sampah,” pungkasnya.(Sam86)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *