deliksumut.com | Samosir,– Ketua DPRD Kabupaten Samosir, Nasip Simbolon, menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung penuh seluruh program Pemerintah Kabupaten Samosir dalam momentum Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir, Jumat (27/2/2026).
Dalam sambutannya, Nasip menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah dan pimpinan DPRD sejak awal terbentuknya Kabupaten Samosir hingga periode 2025. Ia juga secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Samosir atas dedikasi dan pengabdian mereka.
“Saya secara pribadi memahami bagaimana proses terbentuknya Kabupaten Samosir. Tahun 2003 terjadi pemekaran dari Kabupaten Toba Samosir menjadi dua kabupaten melalui UU Nomor 36 Tahun 2003. Tanpa pemrakarsa, tidak akan ada hari jadi yang kita rayakan hari ini,” tegas Nasip.
Ia menilai perjalanan 22 tahun Kabupaten Samosir menunjukkan perkembangan signifikan, terutama di sektor pariwisata. Di bawah kepemimpinan Bupati Vandiko Timotius Gultom dan Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, angka kunjungan wisatawan terus meningkat.
“Pada tahun 2024, jumlah wisatawan mancanegara dan domestik mencapai sekitar satu setengah juta lebih. Ini bukan datang begitu saja, tetapi hasil kerja keras dan inovasi pemerintah daerah bersama Forkopimda,” ujarnya.
Menurutnya, status Danau Toba sebagai kawasan pariwisata super prioritas harus terus didukung dengan promosi dan penguatan infrastruktur, termasuk pengembangan kawasan Waterfront City, Sibeabea, dan berbagai destinasi lainnya.
Nasip juga menegaskan bahwa DPRD sepakat mendukung seluruh program strategis pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa pemerintahan tidak bisa berjalan dengan gaya “one man one show”, melainkan harus dibangun melalui sinergi antara pemerintah, DPRD, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.
“Kami dari DPRD siap mendukung sepenuhnya program pemerintah ke depan. Mari kita bersinergi mendukung pemerintahan 2024–2030 agar Samosir semakin maju,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia memaparkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Samosir yang telah mencapai target sebesar Rp135 miliar. Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa di usia 22 tahun, Samosir sudah semakin mandiri dan kokoh meski menghadapi kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
Tak hanya sektor pariwisata, Nasip juga menyoroti berbagai program pro-rakyat yang telah berjalan, seperti layanan kesehatan cukup menggunakan KTP bagi masyarakat yang terdaftar BPJS, serta program pinjaman tanpa bunga sebesar Rp15 juta bagi pelaku UMKM pada tahun 2025–2026.
Ia turut mengapresiasi penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup atas capaian Samosir sebagai kabupaten menuju bersih. Ke depan, ia mendorong agar Samosir dapat meraih penghargaan Adipura.
“Kalau ada framing politik terkait keberhasilan Samosir, saya perlu tegaskan itu tidak seluruhnya benar. Fakta di lapangan menunjukkan kemajuan nyata. Kita harus terus belajar dan menjadikan Samosir sebagai ikon internasional pariwisata,” pungkasnya.(Sam86)
