Deliksumut.com / MEDAN
Gereja HKBP MARANATHA Jalan Tangguk Bongkar VI no.95 Medan Ressort Wahidin Baru Distrik X Medan Aceh mengadakan Pesta Pembangunan Pesta Gotilan dan sekaligus Ulang Tahun yang ke 13 tahun 2026 yang dilaksanakan di hari Minggu (11/10/2026).
Acara yang membawakan topik
” DIHALOMOHON DEBATA DO HOLONG NI ROHA” (Allah Menyukai Kasih Setia)
Diawali dengan barisan prosesi.
Barisan prosesi di dibawakan oleh Pendeta Ressort Wahidin Baru didampingi Bibelvro,Guru Huria,dan unsur sintua gereja yang disambut dengan tortor cilik dari anak Sekolah Minggu
Kesakralan Pesta Pembangunan serta Pesta Gotilan dan Ulang Tahun HKBP MARANATHA tahun 2026 terlihat begitu indah dengan dimulai acara Ibadah yang dibawakan Guru Huria St.W Manalu
Hadir di acara memberikan siraman rohani Pendeta dari Ressort Wahidin Baru Distrik X Medan Aceh
Pdt.Boi Togarma Sihombing di dalam Khotbah nya dari Hosea 6 : 1 -6 mengatakan jika kita memberikan sumbangan yang besar ataupun rajin beribadah ke Gereja namun bila hati kita tidak bersih semua itu tidak ada gunanya
“Jadi di momen Pesta ini hati kita harus bersih.Dan inilah jalan kita untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan.Di kehidupan kita sehari hari pun harus kita ucapkan syukur.Bukan hanya disaat kita berpesta hari ini ,”ujar Pendeta
Panitia Acara Pesta T.Panjaitan (Opung Ana) menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh ruas HKBP MARANATHA.
Karena telah bekerjasama untuk membantu Panitia mensukseskan acara pesta.
Hadir di acara Pesta utusan Pendeta Distrik X Medan Aceh,undangan dari Gereja Ressort Wahidin Baru dan juga para undangan dari luar gereja.
Gereja HKBP MARANATHA Ressort Wahidin Baru yang masih berusia 13 tahun memiliki ruas sekitar seratusan Kepala keluarga
Namun dengan usia yang masih belia Gereja HKBP Maranatha mampu memberikan yang terbaik kepada jemaatnya.Terbukti Gereja HKBP Maranatha selalu menerima jemaat yang baru.
Seperti biasa selesai acara Ibadah diadakan hiburan dan lelang.
Ruas ataupun jemaat HKBP MARANATHA terlihat begitu antusias di acara pesta untuk pengumpulan dana.
Karena para jemaat menginginkan supaya tempat Ibadah mereka berkembang.Bukan secara fisik saja tapi juga di rohani para jemaat.
(Eko Sinaga)
