Samosir Music International 2026 Berlangsung Sukses, Dorong Pariwisata dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat

deliksumut.com | Samosir – Perhelatan Samosir Music International (SMI) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 2–4 Juli 2026, di Open Stage Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, sukses digelar dan mendapat sambutan luar biasa dari ribuan masyarakat serta wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Festival yang masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) ini menghadirkan perpaduan musik, seni budaya, olahraga, dan kolaborasi musisi lokal, nasional, hingga internasional. Keberhasilan penyelenggaraan SMI 2026 semakin memperkuat posisi Kabupaten Samosir sebagai destinasi pariwisata unggulan di kawasan Danau Toba.

Rangkaian kegiatan dimulai pada 2 Juli 2026 dengan ritual adat Batak yang dipimpin Lembaga Adat Batak Samosir sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal. Kegiatan dilanjutkan dengan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat serta berbagai pertunjukan seni budaya yang dapat dinikmati tanpa dipungut biaya.

Pada hari kedua, 3 Juli 2026, suasana Tuktuk semakin semarak melalui penampilan Tor-tor Massal, Tor-tor Welcoming, tari dari Papua, Sanggar Ugari, Band Papua, Zumba Toba Nation, Marsada Stars, Dorman Manik, dan Rani Simbolon. Antusiasme penonton mencapai puncaknya saat penyanyi nasional Lyodra tampil memukau, disusul Style Voice dan Ogar Nababan Band yang menghibur ribuan pengunjung hingga larut malam.

Hari terakhir, 4 Juli 2026, diawali dengan pelaksanaan SMI Run yang diikuti sekitar 700 peserta. Malam penutupan kembali menyuguhkan kolaborasi seni dan budaya melalui Tari Kolosal Rudang Namargalu, Jabu Habinsaran, Bulu Mini Band, Imorta Band, Punkgoaran, Bermarga, penampilan spesial musisi internasional Maite Hontelé y La Novia, hingga penampilan energik Viky Sianipar Band yang menutup festival dengan meriah.

Pantauan dilokasi, Sepanjang penyelenggaraan festival, suasana berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Ribuan pengunjung memadati kawasan Open Stage Tuktuk untuk menikmati pertunjukan dengan latar keindahan Danau Toba, menciptakan pengalaman wisata yang berkesan.

Selain menjadi ajang hiburan dan promosi budaya, Samosir Music International 2026 juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. Tingkat hunian hotel dan homestay meningkat signifikan, sementara pelaku UMKM, restoran, jasa transportasi, serta usaha pariwisata lainnya turut merasakan meningkatnya aktivitas ekonomi selama festival berlangsung.

Salah satu sponsor pendukung, Samosir Cottage, juga merasakan dampak positif dari penyelenggaraan festival. Tingginya kunjungan wisatawan turut mendorong peningkatan okupansi kamar selama acara berlangsung.

Pihak Manajemen Samosir Cottage, Juliana Pardede, mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Samosir Music International yang dinilai mampu memberikan manfaat nyata bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

“Kami bangga dapat menjadi bagian dari Samosir Music International 2026. Event ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, sponsor, pelaku pariwisata, dan masyarakat mampu menghadirkan kegiatan bertaraf internasional yang memberikan manfaat nyata. Selama festival berlangsung, tingkat hunian kamar di Samosir Cottage meningkat signifikan, begitu juga aktivitas ekonomi di kawasan wisata. Kami berharap Samosir Music International terus menjadi agenda tahunan karena terbukti mampu menarik lebih banyak wisatawan, memperkuat citra pariwisata Samosir, serta memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Event Director sekaligus penggagas Samosir Music International, Henry Manik, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan SMI 2026. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, sponsor, komunitas seni, pelaku pariwisata, aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat Kabupaten Samosir.

“Samosir Music International lahir dari mimpi untuk menghadirkan panggung musik dan budaya bertaraf internasional di Tanah Batak tanpa meninggalkan jati diri budaya kita. Syukur kepada Tuhan, SMI 2026 berlangsung sukses dan mendapat apresiasi yang luar biasa. Keberhasilan ini adalah milik seluruh masyarakat Samosir yang telah menunjukkan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah event internasional dengan kualitas penyelenggaraan yang membanggakan,” kata Henry Manik.

Menurut Henry, festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan berkualitas, tetapi juga menjadi media promosi budaya Batak, destinasi Danau Toba, serta penggerak ekonomi kreatif masyarakat.

“Kami ingin setiap orang yang datang ke Samosir membawa pulang pengalaman yang indah tentang Danau Toba, budaya Batak, dan keramahan masyarakatnya. Ketika hotel penuh, UMKM ramai, restoran hidup, transportasi bergerak, dan masyarakat merasakan manfaat ekonomi, di situlah tujuan utama Samosir Music International tercapai. Kami berharap SMI terus berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan mampu membawa nama Samosir ke panggung dunia,” tutupnya.

Keberhasilan Samosir Music International 2026 menjadi bukti bahwa Kabupaten Samosir memiliki kapasitas untuk menjadi tuan rumah festival bertaraf internasional. Melalui kolaborasi seni, budaya, musik, dan pariwisata, SMI diharapkan terus menjadi agenda unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi pariwisata kelas dunia dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.(Sam86)

Exit mobile version