Daerah  

Semangat UMKM dari Desa Pardugul Samosir, Warung Seblak Mak Steven Jadi Primadona Kuliner Lokal

deliksumut.com | Samosir,- Di balik sebuah rumah sederhana berdinding papan dan setengah beton, berdiri sebuah usaha kuliner yang kini menjadi magnet bagi warga sekitar Desa Pardugul dan dari kota Pangururan. Teras rumah yang dihiasi miniatur bernuansa hijau itu tampak asri dan menarik, menjadi tempat tumbuhnya semangat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang patut diapresiasi.

Berlokasi sekitar 100 meter dari jalan raya Simanindo, tepatnya di Desa Pardugul, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Warung Seblak Mak Steven hadir sebagai pilihan kuliner yang ramai dikunjungi setiap harinya .Usaha rumahan ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan kerja keras mampu menghadirkan peluang ekonomi dari lingkungan sendiri.

Seblak, makanan khas Bandung, menjadi menu andalan. Menariknya, kuliner khas Sunda ini diolah langsung oleh Mak Steven, seorang perempuan berdarah Batak yang pernah merantau dan tinggal di Bandung bersama orang tuanya. Pengalaman itulah yang kemudian ia bawa pulang dan dikembangkan di tanah kelahirannya.

Kini, warung sederhana tersebut hampir tak pernah sepi. Para pelajar, guru, pegawai, hingga ibu rumah tangga dan anak-anak muda bersama pasangannya kerap datang untuk menikmati cita rasa seblak yang khas. Bahkan, beberapa anggota Polisi Wanita dari Polres Samosir juga disebut menjadi pelanggan setia.

Di bawah rindangnya pohon mangga dan kemiri yang telah berusia puluhan tahun, pengunjung dapat menikmati hidangan sambil bersantai. Suasana yang sejuk dan alami menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang datang.

Salah satu pengunjung, Monang, warga Pangururan yang datang bersama calon kekasihnya dalam suasana pendekatan (PDKT), mengaku terkesan dengan cita rasa seblak yang disajikan.

“Seblaknya enak, rasanya pas di lidah. Pedasnya juga bisa disesuaikan, jadi cocok dinikmati sambil santai. Tempatnya juga nyaman, tidak terlalu jauh dari jalan utama, tapi suasananya tetap tenang,” ujar Monang, Minggu (12 April 2026).

Ia juga menambahkan bahwa kunjungannya bukan hanya untuk menikmati kuliner, tetapi juga merasakan suasana alam sekitar.

“Selain makan seblak, kami sempat foto-foto di panggung Desa Pardugul. Dari situ kelihatan pemandangannya luar biasa, terlihat Danau Toba, hamparan sawah yang hijau, dan Gunung Pusuk Buhit. Jadi momen PDKT kami terasa lebih berkesan,” tambahnya sambil tersenyum.

Fenomena menarik lainnya, warung ini juga kerap menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda yang datang tidak hanya untuk menikmati kuliner, tetapi juga bersosialisasi. Bahkan, ada pula pengunjung yang datang sendiri sambil “melirik-lirik” wanita single yang turut menikmati suasana santai di lokasi tersebut, menambah warna tersendiri bagi suasana warung yang hangat dan penuh interaksi.

Menu yang ditawarkan pun beragam dan ramah di kantong. Mulai dari seblak dengan tambahan sayur manis, sayur putih, telur, dimsum udang, jamur enoki, hingga berbagai pilihan topping lainnya sesuai selera. Selain itu, Mak Steven juga menyediakan menu khas Batak berupa mie sop yang hanya tersedia setiap hari Minggu, khususnya setelah jam ibadah gereja.

Dalam menjalankan usahanya, Mak Steven tidak sendiri. Ia dibantu oleh suaminya, Pak Steven Sitanggang, yang merupakan warga asli Desa Pardugul, serta adik laki-lakinya sepulang sekolah. Kebersamaan keluarga ini menjadi kekuatan utama dalam mengembangkan usaha mereka.

Sebelum membuka warung di rumah, Mak Steven dikenal sering berjualan di berbagai acara pesta adat. Dari pengalaman tersebut, ia kemudian memberanikan diri membuka usaha tetap di rumahnya hingga kini berkembang dan dikenal luas.

Tak hanya itu, saat musim panen tiba, warung ini juga menyediakan mangga udang khas Samosir yang menjadi incaran para pembeli. Meski ukurannya kecil, rasa buah ini dikenal manis dan segar, menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Kehadiran Warung Seblak Mak Steven menjadi contoh nyata bahwa usaha kecil mampu tumbuh dan memberi dampak besar bagi lingkungan sekitar. Dengan ketekunan, kreativitas, dan keberanian memulai, siapa pun bisa menciptakan peluang dari hal sederhana.

Bagi masyarakat dan wisatawan yang melintas jalan Simanindo tepatnya di desa pardugul , singgah sejenak di Warung Seblak Mak Steven bukan hanya soal menikmati kuliner, tetapi juga merasakan semangat perjuangan UMKM lokal yang menginspirasi.(Sam86)

Exit mobile version