deliksumut.com | Samosir — Warga Huta Lumban Nabolak, Desa Pardugul, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir mengaku kecewa terhadap lambannya penanganan listrik padam oleh pihak PLN Pangururan setelah pohon kemiri tumbang dan menimpa jaringan listrik di wilayah tersebut.
Peristiwa pohon tumbang terjadi pada Rabu malam (11/03/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Pohon kemiri yang roboh menimpa kabel listrik sehingga menyebabkan aliran listrik di kawasan Huta Lumban Nabolak langsung padam.
Mengetahui kejadian tersebut, warga segera menghubungi pihak PLN Pangururan. Tidak lama kemudian petugas PLN datang ke lokasi untuk mengecek kondisi jaringan listrik yang tertimpa pohon.
Namun setelah melakukan pengecekan, petugas menyampaikan kepada warga bahwa pekerjaan perbaikan akan dilanjutkan pada hari berikutnya. Akibatnya, listrik di wilayah tersebut tetap padam sepanjang malam.
Pada Kamis (12/03/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, dua orang petugas PLN kembali datang ke lokasi. Kedatangan petugas sempat menumbuhkan harapan warga bahwa listrik akan segera kembali menyala.
Akan tetapi hingga sore hari listrik belum juga hidup. Petugas hanya terlihat menggali lubang yang disebut sebagai persiapan pemasangan tiang listrik baru.
Salah seorang warga, Posder Sitanggang, mengatakan petugas PLN berada di lokasi cukup lama, namun pekerjaan perbaikan belum juga membuahkan hasil.
“Kedua petugas PLN memang datang dari jam satu siang sampai sekitar jam lima sore. Mereka hanya menggali lubang untuk pemasangan tiang baru. Tapi jam lima mereka pulang karena peralatan belum datang,” ujar Posder, Kamis (12/03/2026).
Ia mengaku kecewa karena warga sangat berharap listrik bisa segera menyala kembali.
“Kami kecewa dengan pihak PLN Pangururan. Untuk masak nasi saja kami harus membawa mejikom ke rumah tetangga yang lampunya tidak padam. Saya kira setelah petugas datang, malam ini lampu sudah bisa hidup, tapi petugas pulang tanpa hasil,” katanya.
Hal serupa juga disampaikan Pak Anggun Sitanggang. Menurutnya, petugas PLN menyebut bahwa mobil crane yang diperlukan untuk perbaikan masih berada di daerah Palipi.
“Petugas hanya datang menggali lubang untuk pemasangan tiang baru. Katanya mobil crane masih di Palipi. Jadi kedatangan mereka ke sini belum membuahkan hasil, padahal kami sudah memohon agar segera diperbaiki,” ujarnya.
Kekecewaan warga juga disampaikan oleh seorang ibu Boru Limbong. Ia menilai pelayanan PLN tidak sebanding dengan kewajiban pelanggan.
“Kalau kita telat bayar listrik langsung didenda. Tapi kalau seperti ini lampu padam, PLN tidak cepat tanggap,” keluhnya.
Sementara itu, pihak PLN Pangururan saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp pada Kamis (12/03/2026) pukul 17.12 WIB meminta warga untuk bersabar karena masih menunggu mobil crane tiba di lokasi.
“Pak mohon bersabar untuk gangguan pohon tumbangnya, kami masih menunggu mobil crane datang ke lokasi,” tulis pihak PLN melalui pesan WhatsApp.
Ketika kembali ditanya mengenai kepastian waktu perbaikan pada pukul 19.39 WIB, pihak PLN menyampaikan bahwa perbaikan belum dapat dilakukan malam hari karena mobil crane baru tiba.
“Selamat malam pak, kami sudah komunikasi dengan pimpinan. Kebetulan crane baru datang jadi belum bisa dikerjakan malam ini. Diusahakan besok pagi langsung segera dikerjakan. Mohon pengertiannya ya pak, terima kasih,” tulis pihak PLN dalam pesan tersebut.
Hingga Kamis malam, warga Huta Lumban Nabolak masih harus bertahan tanpa aliran listrik dan berharap pihak PLN Pangururan segera menyelesaikan perbaikan jaringan yang terdampak pohon tumbang tersebut.(Sam86).
