deliksumut.com | Samosir,-
Satu unit mobil Patwal milik Polres Samosir dengan nomor polisi II 5003-45 menjadi sorotan publik setelah diketahui telah terparkir selama kurang lebih lima tahun di sebuah bengkel warga di Jalan Gereja GPDI, Desa Pardomuan, Kecamatan Pangururan.
Pantauan awak media deliksumut.com di lokasi, Selasa (31/3/2026), kendaraan dinas tersebut tampak tidak lagi difungsikan dan dibiarkan begitu saja di area bengkel, tanpa kejelasan status maupun penanganan dari pihak terkait.
Pemilik bengkel, Marga Situmorang, mengaku keberadaan mobil tersebut sudah berlangsung sangat lama dan tidak pernah ada tindak lanjut yang jelas dari pihak Polres Samosir.
“Mobil ini sudah lama sekali diantar ke sini, lalu dibiarkan begitu saja. Saya sudah berkali-kali menyampaikan ke pihak Polres Samosir, tapi tidak ada juga kejelasan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti persoalan tanggung jawab apabila terjadi kehilangan komponen kendaraan yang hingga kini masih berada di lahannya.
“Kalau nanti ada onderdil yang hilang, siapa yang mau tanggung jawab? Ini kan mobil dinas,” tambahnya.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan kekhawatiran, tetapi juga berdampak langsung terhadap usahanya. Selama lima tahun terakhir, kendaraan tersebut memakan ruang yang seharusnya bisa digunakan untuk pelanggan.
“Saya merasa dirugikan. Bengkel jadi sempit, pelanggan yang mau parkir jadi terbatas,” keluhnya.
Ironisnya, dalam kurun waktu tersebut, telah terjadi beberapa kali pergantian Kapolres Samosir, namun nasib kendaraan tersebut tak kunjung jelas.
Selama lima tahun terbengkalai, mobil patwal tersebut bukan hanya sekadar parkir, tetapi juga “memakan” potensi pendapatan pemilik bengkel. Jika dihitung dengan tarif parkir sederhana Rp10.000 per hari, total nilainya sudah menembus sekitar Rp18 juta. Bahkan bisa lebih tinggi jika mengacu pada tarif parkir kendaraan khusus atau penggunaan lahan usaha.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kasi Humas Polres Samosir, AKP Radiaman Simarmata, mengaku belum mengetahui secara rinci persoalan tersebut. Ia menyebut baru menjabat di Samosir sekitar dua bulan terakhir dan berjanji akan menelusuri lebih lanjut.
“Berhubung saya baru dua bulan di Samosir, akan saya perjelas terlebih dahulu terkait keberadaan mobil patroli tersebut,” ujarnya singkat.(Sam86)
