Deliksumut.com | Samosir,- Beredar di media sosial, sebuah postingan seorang pengguna Facebook (FB) dengan nama akun, Luhut Nainggolan mengungkapkan rasa kecewanya terhadap kinerja Polres Samosir.
“Motor Hilang pakai GPS, ga ada titik terang. percuma buat LP di Polres Samosir.” Tulis Luhut digrup FB Kabar Samosir. (2/04/2025).
Meski tidak viral, Namun, Postingan tersebut menuai reaksi masyarakat. menanggapi postingan tersebut, sejumlah pengguna akun FB memberikan komentar terhadap kinerja pihak kepolisan. Bahkan pengguna FB ada yang memberikan saran supaya melaporkan ke damkar atau TNI. Serta ada juga yang memberi saran supaya di setiap kecamatan diciptakan polisi swasta.
Berikut beberapa komentar pengguna akun FB atas postingan Luhut Nainggolan.
“Namanya juga polisi,,pol isi,,.” tulis KG dengan emoticon tertawa.
“Percuma lapor polisi.” tulis LAS.
“Bbrp thn lalu sblm ada WFC dll tpt2 wisata, samosir sgt aman. Kendaraan tdk pernah hilang. Copet pun tdk pernah ada. Nah.. Skrg semuanya berubah. Motor sering hilang/dicuri.copet mnjd profesi. Terutama ketika pekan di hari rabu. Satu sisi pariwisata sgt hebat, tp tingkat keamanan tdk siap. Bahkan akhir2 ini beredar informasi bhw organisasi terlarang sdh muncul di samosir. Para pendatang hendaknya didata dan diverifikasi. Himbauan kpd penduduk samosir agar lbh hati2 lg. Pendatang berupaya menguasai samosir lewat perdagangan kuliner.” tulis JS.
“Ikkon diciptakan Polisi swasta setiap kecamatan.” tulis SN.
“Ehhh ehhh
Di seluruh Indonesia seperti itu.” tulis AT.
“Sabar bg, hendaknya bg lapor ke damkar/BPBD bg, cepat tanggap mereka bg ketimbang tu ladusing.” tulis AL dengan emoticon tertawa.
“Sabar ma Lae,, sampah do polisi on nuaeng.(sabarlah Lae, sampahnya polisi ini sekarang. ” tulis RG.
Ditelusuri deliksumut.com. pemilik Akun FB Luhut Nainggolan (45) ternyata adalah warga Desa Parsaoran 1, Kecamatan Pangururan. Salah seorang pengusaha rental sepeda motor di Samosir
Terkait postingannya di media sosial, Luhut menerangkan, pada bulan 26 Juni 2024 lalu, seseorang inisial MA yang diketahuinya pedagang keliling dan mengontrak di desa parsaoaran 1. datang ke rumahnya untuk merental sepeda motor miliknya yaitu, Honda Beat Street warna hitam dengan nomor polisi BB 6794 CC untuk mengantarkan kakaknya pulang ke kampung halaman di Panipahan Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.
“pada bulan Juli lalu, ada yang merental sepeda motor saya, pedagang keliling dan ngontraknya di desa ini, alasannya untuk mengantarkan kakaknya pulang ke kampung di Panipahan,daerah Riau, tapi saya tunggu satu minggu sepeda motor saya tidak dikembalikan.” terang Luhut.Jumat (04/04/2025.)
Atas kejadian yang dialaminya, Luhut melaporkan MA ke Polres Samosir pada 03 Juli 2024, Dengan Laporan Dugaan tindak pidana penggelapan.
Namun, sudah berjalan kurang lebih 6 bulan, Laporannya tidak membuahkan hasil.
“sudah kurang lebih 6 bulan, LP saya tidak ada kepastian, padahal motor ada GPSnya dan harusnya sudah mempermudah polisi untuk melacak. tapi sampai hari tidak ada perkembangannya.” Ungkapnya.
PLT Kasi Humas Polres Samosir, Brigpol Gunawan Situmorang, dikonfirmasi terkait kebenaran dan perkembangan laporan tersebut,(04/04/2025) menjawab singkat.
“Kita tanya dulu ya Lae.” kata Gunawan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.(Sam86.)