Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Samosir Gelar Pelatihan Barista dan Pengolahan Hasil Pertanian, Diikuti 32 Peserta dan Dibuka Ketua TP PKK

deliksumut.com | Samosir,– Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Samosir melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) resmi membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahun Anggaran 2026 di UPTD BLK Samosir, Parbaba, Selasa (19/5/2026).

Pembukaan pelatihan dilakukan Ketua TP PKK Kabupaten Samosir, Ny. Kennauli A. Sidauruk. Program pelatihan terdiri dari dua kejuruan, yakni Barista Coffee dan Pengolahan Hasil Pertanian dengan fokus pembuatan roti dan kue. Masing-masing kejuruan diikuti 16 peserta, sehingga total peserta sebanyak 32 orang.

Pelatihan Barista Coffee dilaksanakan selama 23 hari atau 180 jam pelajaran (JP), sedangkan pelatihan pembuatan roti dan kue berlangsung selama 18 hari atau 140 JP. Seluruh kegiatan bersumber dari APBD Kabupaten Samosir Tahun Anggaran 2026.

Dalam sambutannya, Ny. Kennauli A. Sidauruk menyampaikan bahwa pelatihan berbasis kompetensi merupakan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Samosir dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar lebih siap menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha.

Menurutnya, perkembangan sektor pariwisata di Samosir membuka peluang usaha baru, terutama di bidang kuliner dan coffee shop yang terus berkembang. Karena itu, pelatihan barista dan pengolahan hasil pertanian dinilai memiliki prospek yang baik untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan baik untuk menyerap ilmu dan keterampilan dari para instruktur. Saya berharap peserta dapat menjadi generasi muda yang produktif dan mampu berkontribusi terhadap perekonomian keluarga maupun daerah,” ujar Ny. Kennauli.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta Tenaga Kerja Kabupaten Samosir, Dermawan Sinaga, S.Si, mengatakan pemerintah daerah tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga memfasilitasi akses permodalan bagi masyarakat yang ingin memulai usaha.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Samosir menyediakan program pembiayaan hingga Rp15 juta tanpa bunga melalui kerja sama dengan Bank Sumut, di mana bunga pinjaman ditanggung pemerintah daerah.

“Setelah mengikuti pelatihan, peserta yang ingin berwirausaha dapat memanfaatkan akses pembiayaan tersebut dengan melengkapi persyaratan yang dibutuhkan. Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha mandiri,” kata Dermawan.

Kepala UPTD BLK Samosir, Dumasari Hogara Sitanggang, ST, dalam laporannya menyebutkan animo masyarakat terhadap pelatihan cukup tinggi. Untuk pelatihan roti dan kue tercatat 20 pendaftar, sedangkan pelatihan barista coffee mencapai 40 pendaftar.

Ia menjelaskan, metode pelatihan menerapkan komposisi 20 persen teori, 70 persen praktik, serta 10 persen diskusi dan tanya jawab agar peserta lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

“Maksud dan tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi, kemampuan, kualitas, dan produktivitas angkatan kerja maupun masyarakat,” ujarnya.

Instruktur Pelatihan Barista Coffee, Lonario Cipta Raja Kuasa Munthe, mengingatkan peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius mengingat waktu pelaksanaan yang relatif singkat.

“Kita harapkan seluruh peserta memaksimalkan waktu selama pelatihan agar keterampilan yang diperoleh nantinya dapat diterapkan di dunia kerja maupun wirausaha,” katanya.

Pelatihan tersebut diharapkan mampu membekali peserta dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha, sekaligus mendukung peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Samosir.

Di akhir kegiatan, Ny. Kennauli A. Sidauruk secara resmi membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun Anggaran 2026 serta menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.(Sam86)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *