Di Balik Prestasi Pendidikan Samosir, Jonson Gultom Titipkan Pesan Soal Integritas, Kekurangan SDM dan PR Pendidikan

SAMOSIR, deliksumut.com – Pidato perpisahan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Samosir, Jonson Gultom, S.Pd, dalam acara pisah sambut di halaman Kantor Disdikpora, Kompleks Perkantoran Parbaba, Senin (3/8/2026), tidak hanya menjadi momen perpisahan menjelang purna tugas, tetapi juga berisi evaluasi dan pesan tegas mengenai tata kelola pendidikan di Kabupaten Samosir.

Di hadapan Pastor, ratusan kepala sekolah jenjang PAUD, TK, SD, SMP, para kepala OPD, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Dumosch Pandiangan, Jonson mengisahkan perjalanan pengabdiannya sejak bertugas di daerah terpencil Kalimantan hingga dipercaya memimpin Disdikpora Samosir.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh jabatan, melainkan oleh sejarah pengabdian, kewenangan yang diberikan pimpinan, dan prestasi yang mampu diwujudkan.

“Saya hanya memegang tiga prinsip dalam hidup, yaitu sejarah, kewenangan pimpinan, dan prestasi,” ungkap Jonson dalam sambutannya.

Jonson juga mengenang pengalamannya memimpin SMA Negeri 9 Palangka Raya yang berada di daerah tanpa listrik dan jaringan telekomunikasi. Dengan keterbatasan tenaga pendidik, ia mengaku memberdayakan masyarakat setempat untuk membantu proses belajar mengajar agar kegiatan pendidikan tetap berjalan.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran bahwa seorang pemimpin harus mampu mengambil keputusan demi kepentingan organisasi ketika telah diberikan kepercayaan.

Dalam pidatonya, Jonson turut memaparkan capaian selama memimpin Disdikpora Samosir. Ia menyebut mutu pendidikan Kabupaten Samosir mengalami peningkatan, bahkan berhasil meraih berbagai prestasi. Saat hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 mengalami penurunan, pihaknya langsung menggulirkan program bimbingan belajar di seluruh sekolah sebagai langkah perbaikan.

Menurutnya, kepemimpinan harus dijalankan dengan ketulusan dan keberanian mengambil langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Selain memaparkan keberhasilan, Jonson juga menyinggung sejumlah persoalan yang dinilainya masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Samosir.

Ia mengungkapkan keterbatasan sumber daya manusia di lingkungan Disdikpora. Menurutnya, meski status organisasi telah meningkat menjadi tipologi A, jumlah pegawai belum bertambah secara signifikan, sementara dinas tersebut harus melayani ratusan sekolah, ribuan guru, dan ribuan peserta didik.

Ia berharap penambahan personel menjadi perhatian pemerintah daerah agar pelayanan pendidikan dapat berjalan lebih optimal.

Jonson juga menyoroti belum tersedianya Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Samosir. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah besar yang perlu segera diwujudkan agar layanan pendidikan di Kabupaten Samosir semakin lengkap, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi.

Ia bahkan menyampaikan harapan agar ke depan Kabupaten Samosir memiliki perguruan tinggi negeri sehingga mampu bersaing dengan daerah-daerah yang dikenal sebagai pusat pendidikan.

Pada bagian lain pidatonya, Jonson menyampaikan pesan keras mengenai integritas aparatur di lingkungan pendidikan. Ia menegaskan selama menjabat tidak pernah meminta ataupun menerima uang dari kepala sekolah dalam bentuk apa pun.

Menurutnya, jabatan di dunia pendidikan tidak boleh dipandang sebagai sarana mencari keuntungan pribadi. Ia bahkan mempersilakan siapa pun membuktikan apabila pernah dimintai uang selama dirinya menjabat sebagai kepala dinas.

Jonson juga mengingatkan agar seluruh aparatur mengubah pola pikir yang berorientasi pada kepentingan pribadi dan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

Menjelang akhir sambutannya, Jonson mengaku harus segera kembali ke Kalimantan setelah menerima kabar adiknya mengalami gangguan kesehatan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin maupun dalam menyampaikan pidato terdengar keras.

Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Samosir meninggalkan ego sektoral, memperkuat sinergi, serta memimpin dengan hati demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Samosir.

Dalam kesempatan tersebut, Disdikpora Kabupaten Samosir juga menyerahkan penghargaan kepada sekolah-sekolah yang meraih nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tertinggi pada era kepemimpinan Jonson Gultom. SD Negeri 9 Tomok menjadi peraih nilai tertinggi TKA Bahasa Indonesia jenjang SD, sedangkan SD Negeri 3 Nainggolan terbaik pada mata pelajaran Matematika. Untuk jenjang SMP, SMP Swasta Budi Mulia Pangururan menjadi yang terbaik pada Bahasa Indonesia dan SMP Negeri 1 Ronggurnihuta meraih nilai tertinggi pada mata pelajaran Matematika.

(Samsir Sitanggang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *