SAMOSIR, deliksumut.com – Festival Tao Toba Jou Jou 2026 yang berlangsung di kawasan Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, memasuki rangkaian hari kedua, Jumat (7/8/2026). Festival yang digelar selama empat hari, mulai 6 hingga 9 Agustus 2026, menghadirkan beragam kegiatan budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, olahraga, edukasi, hingga hiburan sebagai upaya memperkuat promosi destinasi wisata Danau Toba sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetti Naibaho, S.Sos, mengatakan penyelenggaraan Festival Tao Toba Jou Jou tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya berlangsung selama tiga hari, kini festival digelar selama empat hari dengan rangkaian kegiatan yang lebih beragam.
“Tahun ini kita meningkat dari tiga hari menjadi empat hari. Ada berbagai rangkaian kegiatan berupa workshop, berbagai kompetisi seperti lomba mewarnai, festival band, Festival Kopi Para Raja, Ulos Boru Ni Raja, hingga hiburan rakyat yang diisi band-band lokal yang sudah populer. Kemarin ada Marsada Band, malam ini Punxgoaran, besok Tongam Sirait dan artis nasional Cokelat. Selain itu ada senam bersama, workshop, edukasi pariwisata, dan pada hari Minggu akan digelar Samosir Run kategori 5K dan 10K dengan sekitar 110 peserta. Yang sebelumnya hanya fun run, tahun ini menjadi race yang dikompetisikan,” ujar Tetti kepada deliksumut.com.
Ia menjelaskan, festival tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga diharapkan mampu menarik wisatawan dari luar Kabupaten Samosir untuk menikmati berbagai destinasi wisata, kuliner, serta produk-produk UMKM yang dipamerkan selama kegiatan berlangsung.
“Kita berharap selama empat hari ini wisatawan dari luar Samosir datang menikmati kuliner dan berbelanja produk UMKM dari berbagai daerah di wilayah kerja Bank Indonesia. Dengan adanya acara ini kita berharap promosi wisata Samosir dan Danau Toba semakin meluas. Tentunya kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh Bank Indonesia KPw Sibolga,” katanya.
Menurut Tetti, unsur budaya menjadi salah satu kekuatan utama Festival Tao Toba Jou Jou 2026. Berbagai kekayaan budaya lokal ditampilkan, mulai dari ulos, kopi khas kawasan Danau Toba, hingga Opera Batak.
“Dalam festival budaya, yang paling ditonjolkan adalah ulos sebagai tradisi masyarakat Batak dan kopi yang tumbuh di kawasan Danau Toba. Saat ini kopi semakin populer berkat kepiawaian para barista dari berbagai daerah. Selain itu juga ada Opera Batak yang menjadi bagian dari rangkaian acara,” ungkapnya.
Tetti memperkirakan puncak keramaian akan terjadi pada Sabtu malam saat penampilan artis nasional serta Minggu pagi ketika pelaksanaan Samosir Run yang diikuti peserta dari berbagai daerah di luar Kabupaten Samosir.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia KPw Sibolga yang kembali mempercayakan Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah penyelenggaraan Festival Tao Toba Jou Jou untuk keempat kalinya.
“Terima kasih kepada Bank Indonesia KPw Sibolga yang telah memilih dan mempercayakan Samosir sebagai tuan rumah. Harapan kita, tahun depan Samosir kembali dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan Festival Tao Toba Jou Jou 2027,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta Tenaga Kerja Kabupaten Samosir, Elman Silalahi, S.P, menjelaskan bahwa pelaku UMKM yang mengikuti festival terbagi dalam dua lokasi. Sebanyak enam UMKM berada di area yang dikurasi Bank Indonesia, sedangkan 15 UMKM lainnya menempati stan yang disediakan panitia di luar area kurasi BI.
“Ada dua lokasi. Di dalam area yang dikurasi Bank Indonesia terdapat enam UMKM, sedangkan di luar arena yang disediakan panitia terdapat 15 stan UMKM,” jelas Elman.
Menurutnya, berdasarkan pantauan sementara, jumlah pengunjung pada hari kedua belum melampaui hari pertama pembukaan festival.
“Kalau hari ini sampai saat ini belum lebih ramai dibandingkan kemarin. Kemarin lebih ramai karena banyak masyarakat dari kecamatan dan desa yang hadir. Namun kita masih melihat perkembangan hingga malam nanti dan diperkirakan puncak keramaian akan terjadi besok,” katanya.
Ia menambahkan, produk UMKM yang mendominasi area luar festival merupakan sektor kuliner dan minuman khas daerah, seperti naniura, berbagai masakan tradisional Batak, serta kopi.
Lebih lanjut, Elman mengatakan Festival Tao Toba Jou Jou menjadi momentum penting untuk mendorong UMKM Samosir naik kelas melalui peningkatan kualitas produk, penerapan standar keamanan pangan, legalitas, hingga perluasan akses pasar.
“Kita berbicara dari aspek UMKM. Yang kita harapkan bukan sekadar naik kelas, tetapi ada lompatan. Salah satunya melalui peningkatan higienitas produk, pemenuhan standar, termasuk label halal agar produk dapat diterima di jaringan ritel modern dan memiliki peluang lebih besar untuk dipasarkan ke berbagai daerah,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Samosir, lanjutnya, telah merencanakan peningkatan standar bagi sekitar 40 UMKM, termasuk pemenuhan persyaratan dari instansi terkait dan fasilitasi sertifikasi halal yang ditargetkan mulai direalisasikan paling lambat September 2026.
Selain peningkatan kualitas produk, Pemkab Samosir juga terus mendorong penguatan permodalan UMKM melalui program subsidi bunga yang telah dijalankan bersama perbankan.
Menurut Elman, melalui program Super Mikro Bank Sumut, pelaku UMKM dapat memperoleh pembiayaan hingga Rp15 juta dengan subsidi bunga dari pemerintah daerah. Sementara itu, kerja sama dengan Bank BTN untuk pembiayaan hingga Rp100 juta juga mulai berjalan, meski saat ini baru lima pelaku UMKM yang memenuhi persyaratan.
“Dari sekitar 30 usulan yang masuk, baru lima yang disetujui Bank BTN karena harus memenuhi persyaratan perbankan dan ketentuan OJK. Harapan kita ke depan pelaku UMKM semakin siap dari sisi administrasi sehingga lebih banyak yang dapat memperoleh akses Kredit Usaha Rakyat,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkab Samosir tengah memperkuat kerja sama dengan Bank Sumut terkait kebijakan subsidi bunga akibat daerah terdampak bencana, yakni bunga 0 persen pada 2026, tiga persen pada 2027, dan kembali normal menjadi enam persen pada 2028.
Menurut Elman, dukungan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar UMKM benar-benar menjadi penggerak ekonomi daerah.
“Itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Semua stakeholder harus melihat UMKM sebagai sektor yang harus dikerjakan bersama karena UMKM merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Samosir. Dengan tambahan modal, peningkatan kualitas produk, serta dukungan seluruh pihak, kita berharap UMKM semakin bergeliat dan mampu memenuhi standar yang dibutuhkan pasar,”Tutupnya.
(Samsir Sitanggang)












