Daerah  

TPT Rp199,9 Juta di Sihusapi Samosir Disorot, Warga Pertanyakan Jalan yang Tak Ditimbun

SAMOSIR | deliksumut.com — Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) pada ruas Jalan Sidaji-Sihusapi, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, menyisakan perhatian warga. TPT yang dibangun dengan nilai kontrak hampir Rp200 juta tersebut terlihat berdiri di sisi jalan, namun pada sejumlah bagian belum disertai penimbunan sehingga terdapat celah dan perbedaan ketinggian antara badan jalan dengan struktur TPT.

Pantauan deliksumut.com di lokasi, Minggu, (23/8/2026), menunjukkan TPT berada di sepanjang ruas jalan yang juga mengalami kerusakan. Pada beberapa titik, sisi jalan setelah pembangunan TPT terlihat belum tertutup material timbunan. Kondisi tersebut membuat bagian antara badan jalan dan TPT tampak membentuk ruang kosong atau kemiringan yang cukup dalam.

Informasi pada papan proyek menyebut pekerjaan tersebut merupakan Pembangunan TPT Jalan Sidaji-Sihusapi, Kecamatan Simanindo, dengan nomor kontrak 620/10/SPK/PPK.2/SDA/DISPUTR/P-APBD/XI/2025. Nilai kontraknya tercantum sebesar Rp199.916.300, dengan tanggal kontrak 25 November 2025 dan masa pelaksanaan 30 hari kalender.

Papan proyek juga mencantumkan CV Bintang Sabungan sebagai penyedia jasa. Namun, volume pekerjaan tidak tercantum pada papan informasi yang berada di lokasi.

Bagi masyarakat, persoalan TPT tidak hanya menyangkut berdirinya konstruksi penahan tanah, tetapi juga kondisi jalan setelah pekerjaan tersebut dilakukan.

Charles Simarmata, warga Sihusapi, sebelumnya menyoroti pembangunan TPT tersebut. Ia menilai pembangunan TPT menjadi kurang maksimal apabila sisi jalan tidak segera ditimbun.

“Pembangunan div itu antara penghubung Desa Sihusapi dengan Desa Simarmata, dibuat div-nya itu tinggi tapi tidak ditimbun sama juga bohong. Masyarakat berharap untuk pembangunan div itu jika ada dana pemeliharaan supaya diatur itu untuk penimbunan.”

Pernyataan tersebut disampaikan Charles saat ditemui di tengah kondisi jalan Sihusapi yang juga masih mengalami kerusakan dan harus diperbaiki masyarakat secara swadaya.

Persoalan ini menjadi semakin kontras karena di ruas yang sama masyarakat justru mengumpulkan dana sendiri untuk memperbaiki bagian jalan yang rusak.

Charles mengatakan kerusakan jalan telah berlangsung bertahun-tahun dan masyarakat sebelumnya telah menyampaikan usulan melalui pemerintahan desa, kecamatan hingga kabupaten.

“Sudah sering kami mintakan baik ke pemerintahan desa melalui Musrenbang, kecamatan, ke kabupaten sudah kami sampaikan tapi kami tetap berharap ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Samosir untuk memperbaiki jalan ini.”

Sementara itu, Masron Situmorang meminta kondisi infrastruktur di pelosok desa mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah.

“Bapak Vandiko Gultom itu jangan hanya lintas-lintas itu aja, jangan jalan besar aja ditengok, masuklah ke pelosoknya, inilah pelosoknya terutama di Desa Sihusapi.”

Masron juga mempertanyakan kondisi masyarakat yang harus mengeluarkan uang secara swadaya untuk menangani jalan yang menjadi akses aktivitas sehari-hari.

“Tengoklah warga-warga di sini sampai kayak ginilah masyarakat di sini sampai mengumpulkan dana untuk memperbaiki jalan sendiri. Apa kami itu tidak merdeka, apa kami ini bukan Indonesia.”

Kondisi TPT dan jalan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena masyarakat tidak hanya membutuhkan konstruksi penahan tanah, tetapi juga akses jalan yang aman dan dapat digunakan secara layak.

Di lokasi, TPT terlihat membentang cukup panjang pada sisi jalan. Namun, pada sejumlah bagian masih terdapat sisi yang belum ditimbun. Sementara badan jalan di sekitar lokasi juga belum sepenuhnya menunjukkan kondisi yang layak.

Dengan nilai pekerjaan mencapai Rp199,9 juta, masyarakat tentu berharap hasil pembangunan dapat memberikan manfaat secara utuh, bukan hanya berupa berdirinya konstruksi TPT, tetapi juga memastikan sisi jalan kembali aman dan fungsional.

Persoalan berikutnya adalah memastikan apakah pekerjaan penimbunan memang termasuk dalam lingkup pekerjaan TPT tersebut atau merupakan bagian pekerjaan lain yang harus ditangani melalui kegiatan berbeda.

Karena itu, deliksumut.com akan melakukan penelusuran lebih lanjut terkait volume pekerjaan TPT, spesifikasi teknis, sumber anggaran, lingkup pekerjaan dalam kontrak, serta apakah penimbunan sisi TPT menjadi bagian dari pekerjaan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, deliksumut.com belum memperoleh penjelasan dari pihak terkait mengenai kondisi sisi jalan yang belum ditimbun tersebut.

(Samsir Sitanggang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *