SAMOSIR | deliksumut.com — Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Samosir di Lumban Sihombing, Desa Hutanamora, Kecamatan Pangururan, bergema saat lagu Indonesia Raya dan Mars Kabupaten Samosir dinyanyikan bersama ratusan pelajar peserta Turnamen Bola Tangan (Handball) Piala Bupati Samosir Tahun 2026, Rabu (7/10/2026).
Suasana pembukaan terasa semakin semarak ketika puluhan tim pelajar menyanyikan Mars Kabupaten Samosir dengan penuh semangat. Momen tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya turnamen yang digelar sebagai bagian dari pembinaan olahraga pelajar di Kabupaten Samosir.
Sebanyak 52 tim terdaftar sebagai peserta. Rinciannya terdiri dari 27 tim tingkat SD putra, 18 tim tingkat SMP putri, dan 7 tim tingkat SMA putri.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pengurus Daerah Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI) Kabupaten Samosir dalam menjaring sekaligus membina bibit atlet sejak usia dini.
Pembukaan turnamen dihadiri perwakilan Polres Samosir, Kejaksaan Negeri Samosir, Ketua KONI Samosir Rismawati Simarmata, Pabung Mayor T. Siringo Ringo, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Samosir yang juga Ketua BAPOPSI Samosir Dumosch Pandiangan, Kepala Dinas Kesehatan dr. Dina Hutapea, Kabid Pemuda dan Olahraga Hendra Manurung, para kepala sekolah, pelatih, wasit, manajer tim, serta para peserta.
Dalam sambutannya, Dumosch Pandiangan mengatakan, turnamen handball tersebut merupakan yang pertama kali digelar di Kabupaten Samosir. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan olahraga pelajar sekaligus mencari bibit atlet potensial.
“Turnamen ini adalah yang pertama kali diadakan di Kabupaten Samosir untuk membina para pelajar di Kabupaten Samosir. Pada tahun 2025 lalu, ada pelajar kita yang menang di tingkat provinsi,” ujar Dumosch.
Menurutnya, prestasi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pembinaan atlet usia dini di Samosir mulai menunjukkan hasil.
“Ini bukti pembinaan usia dini kita berhasil. Kita akan cari bibit atlet Samosir untuk masa depan,” katanya.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan turnamen sebagai pengalaman untuk terus berkembang. Bagi tim yang berhasil meraih juara, ia meminta agar tidak cepat berpuas diri. Sementara bagi peserta yang belum berhasil, ia meminta tetap semangat dan terus berlatih.
“Untuk nanti yang juara, jangan cepat puas. Terus berlatih. Untuk yang belum juara, jangan menyerah untuk ke depan. Tetap semangat dan junjung tinggi sportivitas,” pungkasnya.
Dumosch juga berharap Turnamen Bola Tangan Piala Bupati Samosir dapat menjadi agenda tahunan sehingga pembinaan atlet pelajar dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Asisten I Setdakab Samosir Tunggul Sinaga hadir mewakili Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom sekaligus membacakan sambutan Bupati. Ia menyampaikan bahwa Bupati dan Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk tidak dapat hadir karena sedang menjalankan tugas yang tidak dapat ditinggalkan.
Tunggul mengaku memiliki kesan tersendiri saat menyaksikan para pelajar menyanyikan Mars Kabupaten Samosir.
“Ada yang spesifik tadi saya simak, yaitu ketika melihat pelajar menyanyikan lagu Mars Samosir. Semua murid menyanyikan lagu Mars Samosir dengan baik dan penuh semangat,” ujar Tunggul.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Tunggul menyampaikan bahwa turnamen tersebut bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga bagian dari proses menyiapkan generasi atlet masa depan Samosir.
“Selama pertandingan ini, kita tidak hanya menyelenggarakan sebuah turnamen. Kita sedang menanam benih masa depan olahraga di Kabupaten Samosir yang kita cintai ini,” kata Vandiko dalam sambutannya yang dibacakan Tunggul.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para pelajar yang mengikuti pertandingan dengan antusias serta menjunjung tinggi sportivitas dan persatuan.
Ia berharap dari GOR Lumban Sihombing akan lahir atlet-atlet muda potensial yang nantinya mampu mengharumkan nama Kabupaten Samosir, baik di tingkat regional, nasional maupun internasional.
Pembukaan turnamen kemudian dilakukan secara simbolis oleh Tunggul Sinaga dengan melemparkan bola ke arah gawang yang dijaga salah seorang kiper. Aksi tersebut dilanjutkan oleh Plt. Kadiskpora, perwakilan Kejaksaan Negeri Samosir, tamu undangan, serta perwakilan peserta.
Turnamen selanjutnya berlangsung dengan pertandingan antartim pelajar yang diharapkan tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga menjadi ruang bagi para peserta untuk belajar disiplin, kerja sama, sportivitas dan membangun mental kompetitif sejak usia dini.
(Samsir Sitanggang)












