deliksumut.com | Samosir – Dalam upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat, BUMDesma Marsada Tahi Kecamatan Pangururan menggelar kegiatan Bakti Sosial Gotong Royong, Kamis (11/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Kebersamaan dan Kepedulian Melalui Bakti Sosial BUMDesma Marsada Tahi Kecamatan Pangururan” dengan subtema “Satu Langkah Bersama BUMDesma Marsada Tahi Pangururan, Seribu Manfaat untuk Samosir” ini dipusatkan di kawasan Air Menari hingga jalur Tano Ponggol, Kecamatan Pangururan.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan BUMDesma Marsada Tahi terhadap upaya menjaga kebersihan kawasan wisata di sekitar Danau Toba sekaligus menyukseskan penyelenggaraan event internasional Trail of The Kings (TOTK) by UTMB 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Samosir. Melalui aksi gotong royong ini, peserta melakukan pembersihan sampah, semak belukar, drainase, jalan, serta fasilitas umum guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Direktur BUMDesma Marsada Tahi Kecamatan Pangururan, Ridho Anggreni Naibaho, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian sosial terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara pengurus BUMDesma dan masyarakat.
“Dasar kegiatan ini adalah menumbuhkan jiwa gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial masyarakat terhadap lingkungan. Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ridho menjelaskan, sekitar 150 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Kecamatan Pangururan, pemerintah desa dan kelurahan, penasihat, pengawas dan seluruh pengurus BUMDesma Marsada Tahi, serta kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dan masyarakat umum.
Menurutnya, rencana pelaksanaan bakti sosial tersebut sebenarnya telah dipersiapkan sejak lama. Namun momentum menjelang pelaksanaan TOTK by UTMB 2026 menjadi kesempatan yang tepat untuk menunjukkan dukungan nyata masyarakat terhadap event internasional tersebut.
“Kabupaten Samosir menjadi tuan rumah salah satu event internasional terbesar. Sebagai bagian dari masyarakat dan pelaku usaha di daerah ini, kami ingin mengambil peran. Mungkin kami tidak bisa mendukung dalam bentuk yang besar, tetapi kami bisa berkontribusi melalui kegiatan gotong royong dan menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, lokasi gotong royong difokuskan pada kawasan Dek 5 yang menjadi salah satu titik penting pelaksanaan event, kemudian dilanjutkan ke jalur sekitar Tano Ponggol.
Ridho juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, khususnya Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) yang membantu penyediaan peralatan kebersihan.
“Kami sangat berterima kasih kepada BPODT yang telah memberikan bantuan berupa sapu lidi, sarung tangan, tong sampah plastik, dan berbagai perlengkapan lainnya. Kegiatan ini juga terlaksana berkat kolaborasi dengan, BPDOT, Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa dan kelurahan,” ungkapnya.
Ke depan, pihaknya berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak hanya dilakukan menjelang event tertentu.
“Harapan kami, kegiatan ini bisa terus berlanjut di masa mendatang, baik di desa maupun kelurahan, sehingga budaya menjaga kebersihan lingkungan semakin tumbuh di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Pangururan, Robintang E. Naibaho, mengapresiasi inisiatif BUMDesma Marsada Tahi yang dinilai mampu mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BUMDesma, Pemerintah Kecamatan Pangururan, BPODT, kelompok Simpan Pinjam Perempuan, serta sejumlah perangkat daerah. Total peserta yang terlibat diperkirakan mencapai sekitar 150 orang.
“Ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat baik dalam menyambut Trail of The Kings. Yang paling penting, kegiatan ini melibatkan masyarakat secara langsung, khususnya kelompok perempuan yang selama ini menjadi bagian dari program BUMDesma,” ujarnya.
Robintang menegaskan, gotong royong yang dilakukan bukan semata-mata karena adanya event TOTK, melainkan sebagai bentuk kontribusi nyata BUMDesma dalam mendukung pembangunan daerah dan pengembangan sektor pariwisata.
“BUMDesma tidak hanya menjalankan fungsi ekonomi dan bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial. Melalui kegiatan seperti ini, mereka menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan turut mendukung upaya menjadikan Pangururan sebagai destinasi wisata yang bersih dan nyaman,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengingat manfaat perkembangan pariwisata akan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Menjaga kebersihan tidak boleh hanya menjadi tugas pemerintah. Semua harus berperan karena manfaatnya juga dirasakan masyarakat. Saat ini kunjungan wisatawan ke Samosir semakin meningkat dan berbagai event berskala nasional maupun internasional terus digelar. Cara paling sederhana untuk mendukungnya adalah tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” tegasnya.
Robintang berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut dapat terus dipelihara hingga menjadi budaya masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan dan mampu menumbuhkan kesadaran wisata serta kesadaran kebersihan di tengah masyarakat. Jika itu terwujud, maka Samosir akan semakin siap menjadi destinasi wisata unggulan yang bersih, nyaman, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Salah seorang warga bermarga Simbolon yang ikut serta dalam kegiatan gotong royong mengaku bangga dapat berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan. Ia bersama masyarakat lainnya mendapat tugas di kawasan sekitar Rumah Dinas Bupati Samosir dan Water Front City Pangururan, yang menjadi salah satu titik pelaksanaan bakti sosial tersebut.
“Sebagai masyarakat, saya sangat mengapresiasi apa yang telah digagas oleh BUMDesma Marsada Tahi Pangururan. Kegiatan seperti ini sangat positif karena mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung kemajuan pariwisata di Samosir,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Boru Sitanggang, anggota kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP), yang mengaku bangga dapat terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Usai kegiatan kami juga menerima bingkisan berupa sembako. Kami sebagai anggota SPP sangat mendukung kegiatan ini dan berharap dapat terus berlanjut ke depannya untuk menjaga Samosir tetap bersih” katanya.(Sam86)












