deliksumut.com | Samosir – Di depan Kantor Camat Ronggurnihuta, Kabupaten Samosir, terbentang sebuah lapangan sepak bola yang menyimpan potensi besar. Hamparan rumput hijau yang cukup luas, panorama alam yang asri, serta lokasinya yang berada di pusat pemerintahan kecamatan menjadi modal penting untuk menjadikan kawasan ini sebagai pusat kegiatan olahraga dan ruang publik masyarakat.
Dari hasil pengamatan di lokasi, Jumat (5/6/2026), kondisi lapangan tampak cukup baik. Permukaan rumput relatif rata dan terawat, sementara luas areanya memadai untuk menggelar pertandingan sepak bola maupun berbagai kegiatan kemasyarakatan. Keunggulan lainnya adalah tersedianya area parkir yang luas, sebuah fasilitas yang menjadi nilai tambah ketika lapangan digunakan untuk kegiatan berskala besar.
Potensi tersebut sesungguhnya membuka peluang bagi Kecamatan Ronggurnihuta untuk memiliki pusat kegiatan olahraga yang representatif. Tidak hanya sebagai arena pertandingan, lapangan ini juga berpotensi menjadi ruang berkumpul masyarakat, lokasi kegiatan kepemudaan, hingga tempat penyelenggaraan berbagai agenda sosial dan budaya.
Namun, potensi besar itu belum sepenuhnya didukung sarana dan prasarana yang memadai. Saat ini lapangan hanya dilengkapi gawang sederhana tanpa tribun penonton, pagar pengaman, maupun fasilitas pendukung lainnya. Padahal, dengan penambahan infrastruktur dasar tersebut, lapangan ini berpeluang menjadi lokasi penyelenggaraan turnamen tingkat kecamatan, kabupaten, bahkan regional.
Ironisnya, tantangan utama justru bukan berada di dalam area lapangan, melainkan pada akses menuju lokasi.
Perjalanan dari Onan Baru Pangururan menuju simpang Kantor Camat Ronggurnihuta dapat ditempuh melalui jalan yang relatif baik dan nyaman dilalui. Namun kondisi berbeda terlihat setelah memasuki ruas jalan dari simpang menuju kantor camat dan lapangan sepak bola yang berjarak sekitar dua kilometer.
Di awal persimpangan memang terdapat papan penunjuk arah menuju Kantor Camat Ronggurnihuta Huta. Akan tetapi, sesaat setelah memasuki ruas jalan tersebut, pengguna jalan harus melewati tanjakan pendek dengan permukaan berbatu dan tidak rata. Kondisi ini berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat musim hujan ketika jalan menjadi licin.
Setelah melewati tanjakan tersebut, kondisi jalan memang relatif landai, tetapi sebagian besar ruas masih didominasi batu dan belum memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan. Padahal, jalan tersebut bukan sekadar akses menuju lapangan sepak bola.
Ruas jalan itu merupakan urat nadi aktivitas masyarakat yang menghubungkan Kantor Camat Ronggurnihuta, sekolah dasar, SMP, gereja, serta kawasan permukiman warga. Bahkan menurut masyarakat, jalur tersebut menjadi akses penghubung menuju Desa Salaon Dolok yang berjarak sekitar tiga kilometer dari kantor camat dan setiap hari dilalui warga maupun para pelajar.
Saat berbincang dengan sejumlah warga di sebuah kedai kopi di Ronggurnihuta, Jumat (5/6/2026), mereka menyampaikan harapan agar potensi lapangan sepak bola tersebut dapat dimaksimalkan melalui perhatian pemerintah terhadap fasilitas pendukung maupun akses jalannya.
U. Sitanggang, salah seorang warga Ronggurnihuta, menilai lapangan tersebut sangat layak menjadi lokasi berbagai pertandingan sepak bola tingkat daerah.
“Lapangan itu bagus, rumputnya rata dan lokasi parkir juga sangat memadai, untuk turnamen sepak bola tingkat daerah layaklah jadi tuan rumah,” ujarnya.
Menurutnya, sudah saatnya kegiatan olahraga tingkat kabupaten tidak hanya berpusat di Pangururan, tetapi juga digilir ke kecamatan-kecamatan lain agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
“Kalau bisa, turnamen sepak bola seperti Bupati Cup Samosir bisalah diadakan di lapangan itu supaya ada dampaknya bagi masyarakat di sini. Jangan hanya melulu berpusat di Pangururan. Kalau bisa bergilirlah di setiap kecamatan. Untuk event daerah seperti konser juga layak dilaksanakan di lapangan itu,” katanya.
Selain soal lapangan, Sitanggang juga mengaku prihatin terhadap kondisi jalan menuju Kantor Camat Ronggurnihuta yang menurutnya sudah lama belum tersentuh pembangunan memadai.
“Jalan menuju kantor camat itu juga sudah sejak lama tidak ada pembangunan. Kondisi jalan berbatu-batu, padahal jalan itu adalah akses penting bagi masyarakat untuk mengangkut hasil tani dan juga dilalui anak-anak sekolah,” ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan seorang warga bermarga Sinaga yang berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi infrastruktur tersebut.
“Sudah berapa kali ganti camat di Ronggurnihuta Huta ini, jalan itu selalu begitu. Harapan kami jalan itu dapat perhatianlah dari Pemerintah Kabupaten Samosir,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Ronggurnihuta Huta, Darwan Purba, mengatakan bahwa lapangan sepak bola tersebut saat ini telah menjadi aset Pemerintah Kabupaten Samosir. Terkait kondisi jalan yang dikeluhkan masyarakat, ia mengatakan usulan pembangunan telah disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan sederhana namun penting. Bagaimana mungkin sebuah lapangan yang berpotensi menjadi kebanggaan kecamatan justru masih sulit dijangkau melalui akses jalan yang layak?
Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Samosir di bawah kepemimpinan Bupati Vandiko Timotius Gultom dan Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk menunjukkan komitmen pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah. Karena itu, perbaikan akses menuju Kantor Camat Ronggurnihuta dan lapangan sepak bola tersebut patut menjadi salah satu prioritas pembangunan ke depan.
Perbaikan jalan tidak hanya akan meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan dan mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan lapangan secara lebih optimal. Dengan akses yang baik, lapangan dapat menjadi lokasi penyelenggaraan turnamen olahraga, kegiatan kepemudaan, peringatan hari besar, hingga agenda wisata olahraga yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Pada akhirnya, lapangan sepak bola Ronggurnihuta bukan sekadar hamparan rumput di depan kantor camat. Ia adalah aset publik yang menyimpan potensi besar untuk membangun prestasi olahraga, memperkuat kebersamaan masyarakat, sekaligus mempercantik wajah Kecamatan Ronggurnihuta.
Yang dibutuhkan saat ini bukanlah pembangunan yang muluk-muluk, melainkan langkah nyata berupa perbaikan akses jalan dan penyediaan fasilitas dasar pendukung lapangan. Sebab, tanpa akses yang memadai dan fasilitas yang mendukung, potensi sebesar apa pun akan sulit berkembang secara maksimal.
Harapan masyarakat pun sederhana. Di tengah geliat pembangunan yang terus berlangsung di berbagai wilayah Kabupaten Samosir, mereka berharap lapangan sepak bola dan akses jalan menuju pusat pemerintahan Kecamatan Ronggurnihuta turut menjadi bagian dari prioritas pembangunan. Dengan demikian, lapangan ini tidak hanya menjadi pemandangan yang indah dipandang, tetapi benar-benar hadir sebagai ruang publik yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
(Penulis: Samsir Sitanggang)
