deliksumut.com | Samosir – Perayaan ulang tahun ke-41 Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Samosir, Harisma L.P. Simbolon, S.Pd, berlangsung sederhana namun penuh makna di Kantor Sekretariat DPC GRIB JAYA Kabupaten Samosir, Jalan Pangururan–Simanindo, Desa Parsaoran I, Kecamatan Pangururan. Minggu (31/05/2026)
Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, momen syukuran tersebut tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia, tetapi juga menjadi ruang refleksi terhadap berbagai persoalan pembangunan yang masih dihadapi Kabupaten Samosir.
Di sela-sela perayaan, Harisma menyampaikan pandangannya mengenai kondisi pembangunan daerah. Menurutnya, Samosir memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai daerah tujuan wisata unggulan, namun masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Samosir dianugerahi potensi alam, budaya, dan sejarah yang luar biasa. Namun potensi itu harus dikelola secara maksimal. Kita masih melihat berbagai persoalan yang perlu dibenahi, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga pemberdayaan masyarakat di tingkat desa,” ujar Harisma.
Ia menilai pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada capaian fisik semata, melainkan harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Harisma, pemerintah daerah juga perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang dinilai memiliki banyak potensi namun belum sepenuhnya memperoleh ruang untuk berkembang.
“Banyak anak muda Samosir yang memiliki kemampuan di bidang seni, budaya, olahraga, ekonomi kreatif, bahkan pariwisata. Mereka perlu diberi kesempatan yang lebih luas untuk terlibat dan menjadi bagian dari pembangunan daerah. Jangan sampai potensi lokal justru kalah bersaing di kampung halamannya sendiri,” katanya.
Harisma juga menyoroti pentingnya membangun komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat dalam setiap kebijakan pembangunan maupun pengelolaan sektor pariwisata.
Menurutnya, berbagai dinamika yang muncul di tengah masyarakat belakangan ini hendaknya dipandang sebagai masukan yang konstruktif untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan.
“Daerah yang maju bukan daerah yang bebas kritik, tetapi daerah yang mampu menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi. Pemerintah harus membuka ruang dialog yang lebih luas dengan masyarakat sehingga setiap persoalan bisa diselesaikan secara bersama-sama,” ungkapnya.
Meski menyampaikan sejumlah catatan kritis, Harisma memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Samosir atas keberhasilannya kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025.
Menurut Harisma, capaian tersebut merupakan prestasi yang menunjukkan konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga akuntabilitas dan tata kelola keuangan yang baik.
“Raihan WTP sembilan kali berturut-turut tentu menjadi prestasi yang membanggakan. Saya mengapresiasi Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, jajaran Pemerintah Kabupaten Samosir, serta DPRD yang telah bekerja mempertahankan capaian tersebut,” ujarnya.
Namun demikian, Harisma menegaskan bahwa keberhasilan administrasi keuangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Opini WTP adalah indikator bahwa tata kelola keuangan berjalan baik. Tetapi masyarakat tentu berharap hasil dari pengelolaan keuangan yang baik itu dapat terlihat melalui pembangunan yang lebih merata, pelayanan yang semakin baik, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kinerja dan mempercepat pembangunan di berbagai sektor strategis.
“Masih banyak hal yang harus kita benahi bersama. Infrastruktur desa, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pengelolaan pariwisata membutuhkan perhatian yang berkelanjutan. Saya yakin Samosir bisa lebih maju apabila seluruh elemen daerah berjalan dalam semangat kolaborasi,” tuturnya.
Harisma menegaskan bahwa berbagai kritik yang selama ini disampaikan oleh DPC GRIB JAYA Kabupaten Samosir merupakan bentuk kepedulian terhadap kemajuan daerah, bukan untuk mencari kesalahan pemerintah.
“Kami akan tetap mendukung setiap program yang berpihak kepada masyarakat. Kritik yang kami sampaikan adalah bentuk kontrol sosial sekaligus wujud kecintaan terhadap Kabupaten Samosir. Tujuannya sederhana, agar daerah ini semakin maju, semakin tertata, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” pungkas Harisma.
Meski demikian, Harisma mengaku tetap optimistis terhadap arah pembangunan Kabupaten Samosir ke depan. Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih pemerintah daerah harus menjadi modal untuk terus melakukan perbaikan dan percepatan pembangunan di berbagai sektor.
“Saya yakin bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, bersama Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, Kabupaten Samosir akan menjadi jauh lebih baik. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh elemen masyarakat, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh adat, pemuda, dan pelaku usaha dapat bersinergi untuk membangun daerah ini secara bersama-sama,” Tutupnya.”(Sam86)
