Daerah  

Disdikpora Samosir Turut Prihatin atas Kebakaran di Dos Roha Simanindo, Fokus pada Kelanjutan Pendidikan Anak Korban

deliksumut.com | Samosir – Musibah kebakaran yang menghanguskan tiga rumah adat Batak di Huta Lumban Rango, Desa Dos Roha, Kecamatan Simanindo, Kamis (30/4/2026), tidak hanya menyisakan kerugian materi hingga Rp2 miliar, tetapi juga meninggalkan dampak serius bagi masa depan pendidikan anak-anak korban.

Di tengah puing-puing rumah yang terbakar, terdapat anak-anak dari salah satu korban yang masih aktif mengenyam pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi di Medan. Kehilangan tempat tinggal, perlengkapan sekolah, hingga dokumen penting menjadi tantangan berat yang kini harus mereka hadapi.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Samosir, Jonson Gultom, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa musibah ini tidak boleh sampai menghambat keberlangsungan pendidikan anak-anak korban.

“Pertama-tama kita prihatin atas kejadian kebakaran ini. Bagaimanapun ini akan berdampak terhadap kehidupan korban, apalagi ada anak didik kita yang menjadi korban. Kita turut prihatin,” ujarnya.

Salah satu persoalan mendesak adalah kemungkinan hilangnya dokumen pendidikan seperti ijazah. Namun, ia memastikan bahwa pemerintah dapat membantu proses pengurusan kembali dokumen tersebut.

“Kalau ada surat-surat penting, terutama ijazah, saya kira itu bisa diurus kembali dengan dasar adanya kejadian dan laporan resmi. Jadi ijazah dari SD, SMP, hingga SMA bisa diganti,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jonson mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir tengah merencanakan langkah lanjutan untuk memberikan dukungan langsung kepada para korban, termasuk anak-anak yang terdampak.

“Saat ini kita mau rapat internal. Setelah itu ada rencana untuk berkunjung ke lokasi guna menyampaikan rasa prihatin sekaligus melihat kebutuhan para korban secara langsung,” tambahnya.

Sementara itu, kondisi di lokasi kebakaran menunjukkan adanya solidaritas kuat dari masyarakat. Berdasarkan informasi dari salah satu korban, sejak Jumat (1/5/2026) telah didirikan tenda pengungsian untuk menampung para korban. Warga sekitar juga terus berdatangan memberikan dukungan moril dan bantuan seadanya.(Sam86)

Exit mobile version