Daerah  

Dua Siswa SD Samosir Lolos ke FLS3N Nasional 2026, Siap Harumkan Nama Sumatera Utara

SAMOSIR, deliksumut.com – Kabupaten Samosir kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan dan seni. Dua siswa Sekolah Dasar (SD) berhasil lolos sebagai finalis Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) 2026 jenjang SD/MI dan akan mewakili Kabupaten Samosir sekaligus Provinsi Sumatera Utara di tingkat nasional.

Kedua finalis tersebut ialah Damero Siallagan, siswa SD Negeri 2 Martoba, Kecamatan Simanindo, pada cabang Kriya, serta Nadya Agatha Sihotang, siswi SD Negeri 12 Hariara Pintu, Kecamatan Harian pada cabang Menyanyi Solo.

Keberhasilan keduanya ditetapkan berdasarkan Lampiran Pengumuman Finalis FLS3N 2026 Dikdas Nomor: 1459/B/H3/PN.00/2026 yang diterbitkan pada 27 Juli 2026.

Dari delapan finalis jenjang SD/MI yang mewakili Provinsi Sumatera Utara, dua di antaranya berasal dari Kabupaten Samosir. Para finalis akan berkompetisi pada cabang Gambar Bercerita, Kriya, Menyanyi Solo, Mendongeng, Menulis Cerita, Pantomim, dan Tari.

Rasa bangga dan syukur menyelimuti keluarga para finalis. Sola Gratia Pasaribu, ibu dari Nadya Agatha Sihotang, berharap putrinya mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama Sumatera Utara, Kabupaten Samosir, dan sekolahnya di tingkat nasional.

“Nadya Agatha Sihotang menang loh ito lomba FLS3N itu. Dia satu-satunya utusan dari Provinsi Sumatera Utara maju ke tingkat nasional. Doain ya ito biar bisa menang membawa nama provinsi, Kabupaten Samosir sama sekolah SD 12 Hariara Pintu. Lomba menyanyi solo,” ujarnya kepada wartawan deliksumut.com Rabu (29/7/2026).

Prestasi tersebut bukan kali pertama diraih Nadya. Sebelumnya, ia pernah tampil memukau pada Perayaan Natal Oikumene Kabupaten Samosir di hadapan Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom Wakil Bupati, Ariston Tua Sidauruk serta ratusan masyarakat yang hadir.

Kebanggaan serupa disampaikan Kepala SD Negeri 2 Martoba, Presto Sianturi, S.Pd. Menurutnya, keberhasilan Damero menjadi sejarah membanggakan karena untuk kedua kalinya sekolah tersebut mengirimkan wakil ke FLS3N tingkat nasional pada cabang Kriya.

“Tentu sangat menyenangkan dan bangga. Ini kedua kalinya SD Negeri 2 Martoba menjadi perwakilan Kabupaten Samosir dan Sumatera Utara ke tingkat nasional pada cabang Kriya. Tahun 2024 kami juga pernah mengirimkan Chipta Bungaran Siallagan, namun hasilnya saat itu belum memuaskan. Semoga tahun ini bisa memperoleh hasil yang lebih baik,” katanya.

Presto menilai capaian tersebut merupakan buah dari kolaborasi seluruh pihak, mulai dari arahan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Samosir, dedikasi para guru, hingga dukungan penuh orang tua dan masyarakat.

“Semua ini berkat arahan dan bimbingan Bapak Kadisdikpora Samosir Jonson Gultom, S.Pd., beserta pegawai dan staf Disdikpora, kolaborasi tim guru SD Negeri 2 Martoba, serta dukungan orang tua dan warga sekitar,” tambahnya.

Guru pendamping Damero, Harrys Pranata Manik, S.Pd., turut menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan anak didiknya menembus tingkat nasional. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses panjang, latihan yang konsisten, semangat belajar yang tinggi, serta sinergi yang baik antara sekolah, guru, dan orang tua.

“Terima kasih atas apresiasi dan perhatian yang telah diberikan kepada sekolah kami, khususnya kepada anak didik kami Damero yang saat ini duduk di kelas V SD Negeri 2 Martoba. Kami sangat bersyukur atas dukungan yang terus mengalir bagi perkembangan peserta didik kami,” ujarnya.

Harrys berharap keberhasilan Damero dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus menggali potensi, berani berkarya, dan meraih prestasi sesuai bakat yang dimiliki.

Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Samosir, Jonson Gultom, S.Pd. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kualitas sumber daya manusia Kabupaten Samosir mampu bersaing di tingkat nasional.

“Kami dari Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Selama ini sudah banyak siswa-siswi kita yang mengharumkan nama Kabupaten Samosir, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Harapan kami, kedua anak ini nantinya juga mampu menjadi juara di tingkat nasional,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Jonson mengaku optimistis karena selama ini telah melihat secara langsung kemampuan dan keterampilan para siswa di sekolah.

“Saya tidak meragukan kemampuan anak-anak Samosir. Mereka layak bersaing di tingkat nasional. Pemerintah Kabupaten Samosir akan terus memberikan dukungan kepada anak-anak yang memiliki talenta, minat, dan hobi sehingga mampu mengharumkan nama daerah,” katanya.

Ia berharap kedua finalis dapat mempersiapkan diri secara maksimal sebelum tampil pada kompetisi nasional. Selain memberikan piagam penghargaan, pihaknya juga sedang memikirkan bentuk apresiasi yang lebih nyata bagi siswa-siswi berprestasi.

“Selama ini kami memberikan piagam penghargaan. Ke depan kami berharap bisa memberikan motivasi dalam bentuk bantuan atau penghargaan lainnya. Mudah-mudahan pada momen yang tepat, seperti peringatan HUT Kemerdekaan RI nanti, Pemerintah Kabupaten Samosir dapat memberikan apresiasi kepada mereka sebagai bentuk penghormatan karena telah membawa nama baik daerah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jonson yang memasuki masa purna tugas sebagai Kepala Disdikpora Kabupaten Samosir juga menyampaikan rasa syukur atas pengabdiannya selama lima tahun. Ia menegaskan akan tetap berkontribusi bagi kemajuan pendidikan melalui Dewan Pendidikan Kabupaten Samosir yang tengah dipersiapkan pembentukannya.

Menurut Jonson, selama masa kepemimpinannya, Kabupaten Samosir berhasil mencatat berbagai prestasi di bidang pendidikan, termasuk menempati peringkat ketiga nasional pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 jenjang SD dan SMP dengan nilai 65,80, berada di bawah DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Target saya ke depan tetap mendampingi Dinas Pendidikan melalui Dewan Pendidikan agar Kabupaten Samosir terus berkembang dan mampu bersaing dengan daerah-daerah terbaik di Indonesia. Harapan kami, suatu saat nanti Samosir tidak hanya melahirkan siswa-siswa berprestasi, tetapi juga menjadi daerah tujuan studi banding bahkan tempat menuntut ilmu bagi kabupaten dan kota lain,” tutup Jonson.

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, kreativitas, karakter, serta kecintaan terhadap seni dan budaya Indonesia. Keberhasilan Damero Siallagan dan Nadya Agatha Sihotang melaju ke tingkat nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Samosir sekaligus mempertegas kualitas pendidikan daerah yang mampu melahirkan generasi berprestasi di tingkat nasional.(Sam86)

Exit mobile version