Daerah  

Kapolres AKBP Rina Tarigan Sebut Masih Banyak Penebangan Ilegal di Samosir, Dampak Sudah Terasa di Danau Toba

deliksumut.com | Samosir — Aksi nyata pelestarian lingkungan kembali dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah dan elemen masyarakat. Yayasan Pusuk Buhit bersama Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar kegiatan penebaran 1.000 bibit ikan di Danau Toba serta penanaman 1.000 pohon di kawasan Waterfront City (WFC) Pangururan dan Pusuk Buhit, Jumat (10/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Samosir, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, yang baru bertugas dalam beberapa bulan di Samosir menyoroti kondisi Danau Toba yang menurutnya mengalami perubahan cukup serius. Ia menegaskan bahwa persoalan lingkungan, khususnya penebangan pohon secara ilegal, menjadi ancaman nyata bagi kelestarian kawasan tersebut.

“Saya melihat banyak sekali perubahan di Danau Toba ini, dan perubahan itu kurang bagus. Ternyata di atas sana masih banyak terjadi penebangan pohon secara ilegal. Dampaknya kita rasakan di bawah, air danau mulai surut dan populasi ikan endemik menurun sangat signifikan,” ungkap Kapolres dalam sambutannya.

Ia menegaskan, sebagai penegak hukum, pihaknya akan mengambil langkah serius dalam menangani persoalan tersebut, termasuk memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap praktik ilegal yang merusak lingkungan.

“Saya sebagai penegak hukum berjanji akan sangat serius menangani konservasi Danau Toba. Ini tidak bisa kita biarkan. Kita harus bekerja sama menjaga kawasan ini agar tetap lestari,” tegasnya.

Kapolres juga mengapresiasi kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi nyata dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menyelamatkan Danau Toba dari kerusakan yang lebih parah.

Pada kesempatan itu, Kapolres Samosir turut melakukan penanaman satu pohon buah alpukat yang diberi nama “Alpukat Rintar” tepat didepan rumah dinas Bupati Samosir sebagai simbol komitmen terhadap penghijauan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, Danramil Pangururan, Praeses Distrik VII Samosir Pdt. Rintalori Sianturi, serta mahasiswa KKN Quality.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem Danau Toba semakin meningkat, sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam melawan kerusakan lingkungan, terutama akibat penebangan liar.(Sam86)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *