Miris! Selimut Jadi Tirai Jendela Gedung Mewah Rawat Inap Anyelir RSUD Hadrianus Sinaga.

Deliksumut.com | Samosir,- Dua pekan setelah diresmikan, gedung rawat inap Anyelir RSUD Hadrianus Sinaga telah beroperasi dan setiap ruangan dilantai satu sudah ada pasien yang dirawat.

Namun, Pasien yang dirawat di ruangan gedung baru itu belum mendapatkan pelayanan maksimal. Pasalnya, tirai pada jendela kaca transparan belum dipasang oleh pengelola rumah sakit.

Dengan kondisi itu, privasi pasien terganggu karena bisa terlihat jelas dari luar, sehingga membuat pasien merasa tidak nyaman, stres dan malu, bahkan dapat memperlambat proses penyembuhan.

Untuk menghalangi pandangan dari luar, yang terlihat jelas dari akses jalan masuk rumah sakit dan lokasi parkir kendaraan, pihak keluarga pasien terpaksa menggunakan selimut untuk dijadikan gorden.

“Terpaksalah kita gunakan selimut ini, untuk menutup pandangan dari luar, supaya tidak kelihatan dari luar, apa lagi ruangan terlihat dari jalan dan parkiran”. ujar salah satu keluarga pasien, P.Sitanggang. Senin (22/12/2025). Dini hari.

Selain itu, keluarga pasien mengeluhkan tidak tersedianya pispot untuk alat bantu buang air kecil. Untuk menggantikan pispot terpaksa pasien menggunakan plastik untuk menampung urine, anjuran dari perawat yang bertugas pasien dilarang ketoilet karena keterbatasan gerak.

Keluarga pasien sangat menyayangkan pelayanan yang belum maksimal di gedung rawat inap yang baru diresmikan Oleh Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom.

Ia berharap Supaya Pihak pengelola RSUD Hadrianus Sinaga lebih memperhatikan pelayanan bagi masyarakat samosir.

Hingga berita ini ditayangkan belum mendapat respon dari Direktur RSUD Hadrianus Sinaga Dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir ketika dihubungi melalui pesan dan panggilan WhatsApp.(Sam86).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *