SAMOSIR, deliksumut.com – Pembangunan fasilitas di Pelabuhan Pintu Masuk Tomok, yang dikenal masyarakat sebagai Pelabuhan Sumbersari, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, mulai direalisasikan.
Pelabuhan Tomok merupakan salah satu akses penting keluar-masuk masyarakat dan wisatawan melalui jalur penyeberangan Danau Toba. Setiap hari, kawasan ini menjadi titik aktivitas kapal penumpang dari Ajibata serta pergerakan wisatawan yang hendak mengunjungi berbagai destinasi di Pulau Samosir.
Mulainya pembangunan fasilitas pelabuhan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama para pelaku jasa wisata yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisatawan di kawasan Tomok.
Salah seorang pelaku jasa wisata, Kirman Sidabutar, yang sehari-hari berprofesi sebagai pengemudi becak wisata di Pelabuhan Tomok, mengatakan peningkatan fasilitas pelabuhan sudah lama dinantikan masyarakat.
“Pembangunan ini sudah lama kami nanti-nantikan. Akhirnya dapat juga direalisasikan. Setiap hari kami menunggu tamu di sini. Kalau pelabuhan ini lebih bagus dan nyaman, tentu wisatawan juga lebih senang datang. Pelabuhan ini adalah wajah Samosir karena setiap hari kapal penumpang dari Ajibata bersandar di sini. Kami yang mencari nafkah di sini juga sangat terbantu,” ujar Kirman, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, kondisi fasilitas pelabuhan yang semakin baik dan tertata akan memberikan dampak terhadap kenyamanan wisatawan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar pelabuhan.
Bagi para pelaku jasa wisata, keberadaan pelabuhan bukan sekadar tempat bersandarnya kapal. Kawasan tersebut menjadi titik awal wisatawan mengenal Samosir sekaligus tempat masyarakat lokal mencari nafkah.
Karena itu, Kirman berharap pembangunan tidak hanya memperhatikan aspek fisik, tetapi juga kualitas dan ketahanan hasil pekerjaan.
Sebagai putra asli Tomok yang setiap hari beraktivitas di kawasan pelabuhan, ia menyatakan akan ikut memperhatikan proses pembangunan agar pekerjaan dilaksanakan secara baik.
“Saya sebagai putra asli Tomok dan setiap hari mencari nafkah di pelabuhan ini, tentunya akan ikut mengawasi pembangunan ini. Harapan kami pembangunan benar-benar dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan, sehingga hasilnya bagus dan bisa bertahan lama,” katanya.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Samosir yang telah merealisasikan pembangunan fasilitas tersebut setelah cukup lama dinantikan masyarakat.
“Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Samosir karena pembangunan ini akhirnya mulai dikerjakan. Kami berharap pembangunan ini bukan hanya bagus dilihat, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan wisatawan. Kalau fasilitasnya semakin baik, kami sebagai pelaku wisata tentu ikut merasakan dampaknya,” ujar Kirman.
Berdasarkan papan informasi pekerjaan di lokasi, pembangunan tersebut merupakan Belanja Modal Bangunan Gedung Terminal/Pelabuhan/Bandara yang bersumber dari APBD Kabupaten Samosir Tahun Anggaran 2026.
Dalam informasi pekerjaan tercantum Nomor SPK 500.11/269/DISHUB dengan tanggal kontrak 27 Juli 2026. Nilai SPK tercatat sebesar Rp374.837.909 dengan penyedia jasa CV Alus.
Peningkatan fasilitas Pelabuhan Tomok dinilai memiliki arti penting karena kawasan tersebut merupakan salah satu pintu masuk wisatawan menuju Kabupaten Samosir melalui jalur Danau Toba.
Dengan posisi strategis tersebut, kondisi pelabuhan menjadi bagian penting dalam memberikan kesan awal kepada wisatawan yang datang ke Samosir.
Masyarakat berharap pembangunan fasilitas tersebut dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna pelabuhan, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas para pelaku jasa wisata.
Selain manfaat secara fisik, masyarakat juga berharap pembangunan yang menggunakan anggaran daerah tersebut dilaksanakan secara transparan, sesuai spesifikasi teknis dan nilai kontrak yang telah ditetapkan.
Pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan dinilai penting agar fasilitas yang dibangun dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang dan tidak cepat mengalami kerusakan.
Bagi pelaku jasa wisata seperti Kirman, perbaikan Pelabuhan Tomok bukan hanya soal bangunan yang terlihat lebih bagus, tetapi juga menyangkut keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat yang setiap hari berhadapan langsung dengan wisatawan.
Dengan demikian, pembangunan fasilitas Pelabuhan Tomok diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan di salah satu pintu masuk utama wisatawan ke Samosir.
(Samsir Sitanggang)












