Peserta BLK Samosir Antusias Ikuti Pelatihan Tata Boga Dan Barista Coffee, Siap Kembangkan Usaha Mandiri

deliksumut.com | Samosir – Semangat peserta Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian (Tata Boga) dan Barista coffee yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Samosir melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) terlihat jelas saat wartawan mengunjungi Gedung Pelatihan Processing Tata Boga BLK Samosir, Selasa (2/6/2026).

Sebanyak 16 peserta Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian yang mengenakan seragam lengkap pelatihan tampak serius mengikuti setiap materi yang diberikan. Mereka terlihat sibuk dengan aktivitas praktik pembuatan aneka kue di bawah bimbingan instruktur yang berpengalaman.

Salah satu peserta, Joseph Sinurat, mengaku memperoleh banyak manfaat dari pelatihan tersebut. Menurutnya, pelatihan tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga membuka wawasan baru mengenai peluang usaha di bidang tata boga.

“Ilmu dan pengalaman saya bertambah dan wawasan saya semakin terbuka dan tidak hanya wanita yang bisa untuk mengikuti pelatihan tata boga ini,” ujar Joseph.

Usai mengikuti pelatihan, Joseph berencana mengembangkan ilmu yang diperolehnya untuk membuka usaha mandiri.

“Setelah pelatihan ini rencananya akan membuka usaha dan ilmu yang saya dapatkan disini akan saya kembangkan untuk usaha,” katanya.

Ia juga mengapresiasi metode pembelajaran yang diterapkan selama pelatihan.

“Penjelasan dari instruktur sangat mudah dimengerti dan apa yang kami tanyakan selalu dijawab. Harapan kami kepada Pemerintah Kabupaten Samosir, pelatihan kaya gini kalau bisa anak muda itu semakin diberikan peluang, semakin diperluaslah untuk peserta,” tambahnya.

Sementara itu, Instruktur Pelatihan Tata Boga, Irmasari, menilai seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti kegiatan.

“Mereka sangat semangat, karena mereka juga sudah banyak yang mulai buka usaha, juga ada yang dari rumah jual online, mereka selalu semangat,” ungkap Irmasari.

Saat ditemui dikantornya, Kepala UPTD BLK Samosir, Dumasari Hogara Sitanggang, mengatakan bahwa tingkat kehadiran peserta menjadi indikator tingginya minat masyarakat terhadap program pelatihan yang diselenggarakan BLK.

“Semua peserta antusias, dilihat dari kehadirannya mereka tetap hadir sejumlah 16 orang peserta Pengolahan pertanian dan 16 orang peserta pelatihan Barista coffee, berarti kita bisa menyimpulkan bahwa mereka sangat antusias dan sangat membutuhkan pelatihan ini,” ujarnya.

Menurut Dumasari, pelatihan yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan kompetensi peserta sehingga dapat membuka peluang kerja maupun usaha mandiri.

“Mungkin untuk kedepannya mereka bisa untuk membuka usaha atau bekerja dan meningkatkan kompetensi mereka sendiri sehingga mereka mampu bersaing diluar sana baik untuk bekerja maupun membuka usaha. Begitu juga di pelatihan barista saya lihat juga mereka antusias, kehadiran mereka juga lengkap semuanya dan memang kalau kita tanya ke mereka memang beberapa ada yang berencana untuk membuka usaha, ada yang memang sudah bekerja di coffee shop di Samosir dan memang ada yang belum bekerja dan berharap nanti mereka mampu memiliki kompetensi untuk mampu bersaing di dunia kerja terutama dibidang penyajian dan peracikan kopi,” jelasnya.

Dumasari menegaskan bahwa BLK Samosir tidak membedakan peserta berdasarkan gender. Seluruh masyarakat yang memiliki minat dan keinginan meningkatkan kompetensi diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan.

“Kalau di BLK banyak juga penyamaan gender. Pelatihan menjahit juga kemarin ada laki-laki, pelatihan tata boga juga sekarang ada laki-laki dua orang, pelatihan barista coffee laki-laki dan perempuan juga ada. Jadi tidak membedakan gender, kalau mereka memang berminat disitu mau meningkatkan kompetensinya,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa jumlah peserta dalam satu paket pelatihan telah diatur sesuai ketentuan Kementerian Ketenagakerjaan.

“Kalau kepesertaan itu satu paket pelatihan memang maksimalnya 16 orang, itu memang sudah sesuai dengan aturan dan kurikulum dari Balai Latihan Kerja dari Kementerian Tenaga Kerja, jadi tidak bisa lebih dan tidak bisa kurang,” jelasnya.

Meski demikian, pihak BLK mengakui kebutuhan masyarakat terhadap pelatihan masih sangat tinggi. Oleh karena itu, BLK terus berupaya memperoleh tambahan paket pelatihan dari pemerintah pusat.

“Kalau memang kepesertaan ini kurang, kuotanya masih banyak yang membutuhkan lagi untuk pelatihan ini kita tambahkan paket lagi sesuai kebutuhan pelatihan. Kebutuhan akan pelatihan ini sebenarnya sangat banyak, karena kita memang harus melatih lebih banyak warga Samosir ini untuk lebih kompeten untuk bisa bersaing di dunia kerja dan dunia usaha. Memang perlu banyak lagi paket-paket pelatihan, tapi terkait dengan anggaran yang memang kita tahu saat ini lagi efisiensi mungkin paket pelatihan tidak sebanyak yang dulu. Tetapi kita tetap berusaha untuk mendapatkan paket-paket pelatihan itu dari Kementerian Tenaga Kerja,” terangnya.

Saat ini BLK Samosir tengah melaksanakan dua paket pelatihan, yakni pelatihan Barista Coffee dan Pengolahan Hasil Pertanian. Dalam waktu dekat, BLK juga berencana membuka pelatihan menjahit yang bersumber dari APBD serta empat paket pelatihan tambahan yang bersumber dari APBN.

Selain program pelatihan, BLK Samosir juga aktif menginformasikan program bantuan usaha mandiri dari Kementerian Ketenagakerjaan bagi para alumni yang ingin memulai usaha.

“Ada program dari Kementerian Tenaga Kerja yaitu bantuan usaha untuk usaha mandiri bagi yang mau membuka usaha mandiri, memang hanya Rp5 juta per orang. Sistemnya harus mendaftar di aplikasi Siap Kerja dengan cara mengirimkan dokumentasi usahanya dan itu sudah kita informasikan kepada seluruh alumni-alumni pelatihan BLK. Walaupun memang tidak banyak, tapi saya yakin itu bisa membantu mereka nantinya,” ujarnya.

Dumasari berharap seluruh masyarakat Kabupaten Samosir dapat memanfaatkan keberadaan BLK sebagai sarana peningkatan keterampilan dan kompetensi secara gratis.

“Kami berharap agar seluruh masyarakat Kabupaten Samosir bisa memanfaatkan Balai Latihan Kerja untuk meningkatkan kompetensi dan mendapatkan pelajaran atau pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pribadi mereka, karena pelatihan di Balai Latihan Kerja ini gratis, tidak dipungut biaya. Semua beban anggaran itu dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Pusat, jadi harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Kalau kita belajar kursus di luar sana kita akan mengeluarkan biaya yang cukup besar, sementara di Balai Latihan Kerja tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Jadi ayo masyarakat Samosir yang mau meningkatkan kompetensi dan kemampuannya ikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja Samosir. Setiap tahun kita akan menginformasikan setiap pelatihan kita lewat desa dan kecamatan, jadi manfaatkan sebaik-baiknya. Terima kasih,” pungkasnya.(Sam86)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *