Sukses dan Meriah, HUT ke-22 Kabupaten Samosir: Momentum Evaluasi Kinerja Panitia dan Penguatan Sinergi dengan Pers

deliksumut.com | Samosir – Perayaan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir yang mengusung tema “Samosir Rumah Kita” dan subtema “Hidup Selaras Alam, Tingkatkan Hidup Rukun Menuju Indonesia Emas 2045” berlangsung sukses dan meriah pada 26–27 Februari 2026 di kawasan Waterfront City Pangururan.

Selama dua hari pelaksanaan, ribuan masyarakat memadati lokasi acara. Stand pelaku UMKM yang difasilitasi panitia ramai dikunjungi pengunjung, baik lokal maupun mancanegara. Perputaran ekonomi di sekitar lokasi kegiatan pun dinilai meningkat signifikan, memberi dampak positif bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Kabupaten Samosir.

Dalam sambutannya,(27/02/2026) Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa tema “Samosir Rumah Kita” bukan sekadar slogan, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam.

“Rumah dalam filosofi Batak adalah tempat pemersatu keluarga, tempat manusia berinteraksi dengan sesama dan dengan Tuhan. Karena itu, kita patut menjaga dan memperindah rumah kita ini tanpa kehilangan identitas. Selamat hari jadi ke-22 untuk Samosir dan seluruh masyarakat,” ujar Vandiko.

Ia menambahkan, Samosir terus menunjukkan kemajuan melalui berbagai program pembangunan. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dari waktu ke waktu menjadi indikator tumbuhnya kepercayaan publik terhadap potensi daerah serta daya tarik Samosir sebagai destinasi unggulan.

Seiring bertambahnya usia kabupaten, Vandiko juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur dan kualitas pelayanan publik.

Bupati membuka ruang seluas-luasnya bagi saran, masukan, hingga kritik konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan demi mempertajam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.

Secara administratif, Kabupaten Samosir berdiri sejak 7 Januari 2004 dan setiap tahun perayaan hari jadinya dipusatkan pada 27 Februari. Puncak acara ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun oleh Bupati Vandiko bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, yang kemudian dibagikan secara simbolis kepada perwakilan sembilan kecamatan.

Menariknya, Vandiko juga menyerahkan potongan kue secara spontan kepada perwakilan insan pers yang sedang meliput kegiatan, tanpa arahan dari pembawa acara. Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk kedekatan dan apresiasi kepala daerah terhadap jurnalis yang selama ini berperan dalam menyebarluaskan informasi pembangunan di Kabupaten Samosir.

Komitmen kemitraan dengan pers sebelumnya juga ditegaskan Vandiko saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 tingkat Kabupaten Samosir di Parbaba pada 9 Februari 2026.

Ia menilai keberadaan pers sangat penting dalam menjaga demokrasi dan menyampaikan dinamika pembangunan secara objektif kepada masyarakat.

“Keberadaan pers sangat penting bagi kami. Kami berharap teman-teman pers terus menjaga demokrasi di Kabupaten Samosir dan semakin meningkatkan sinergi yang sudah terjalin,” ujarnya kala itu.

Menurutnya, pemerintah dan pers memiliki hubungan simbiosis mutualisme. Pemerintah membutuhkan pers untuk mengetahui sejauh mana program berjalan di tengah masyarakat, sementara pers memerlukan pemerintah sebagai sumber informasi yang akurat dan terbuka.

“Pers menyampaikan kondisi di lapangan apa adanya. Karena itu kita harus bermitra, bukan untuk saling menguntungkan satu pihak, tapi saling membutuhkan,” tegasnya.

Namun demikian, semangat kemitraan tersebut dinilai belum sepenuhnya tercermin dalam manajemen komunikasi sebagian jajaran penyelenggara kegiatan, khususnya menjelang pelaksanaan Perayaan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir.

Sejumlah jurnalis yang bertugas di Kabupaten Samosir menerima undangan konferensi pers secara mendadak pada Rabu, 25 Februari 2026, atau sehari sebelum rangkaian kegiatan dimulai. Undangan dibagikan melalui grup Kominfo pada sore hari, hanya sekitar satu jam sebelum konferensi pers dilaksanakan, tanpa pemberitahuan jauh hari sebelumnya.

Kondisi tersebut memunculkan catatan kritis dari sejumlah jurnalis. Mengingat perayaan hari jadi menghadirkan artis nasional serta berbagai agenda berskala besar, publikasi yang lebih awal dan terencana dinilai berpotensi menarik lebih banyak pengunjung dan memperluas dampak promosi daerah.

Salah satu jurnalis, Tetty Naibaho, dalam forum konferensi pers menyampaikan agar komunikasi dan koordinasi dengan media ke depan dapat dipersiapkan lebih matang.

Ia menegaskan bahwa pers merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung promosi daerah dan pertumbuhan ekonomi melalui pemberitaan yang luas dan terstruktur.

“Jangan pandang kami kecil,” tegasnya,

seraya meminta Dinas Kominfo dan Dinas Pariwisata agar memperkuat pola koordinasi dengan insan pers dalam setiap agenda Pemkab.

Pertanyaan terkait kontribusi dan dukungan bagi jurnalis selama dua hari peliputan serta rincian anggaran kegiatan juga sempat disampaikan oleh jurnalis lainnya, Petrus Tampubolon.

Namun, penjelasan detail terkait hal tersebut belum disampaikan secara lengkap oleh Ketua Panitia yang juga menjabat Asisten, Tunggul Sinaga.

Konferensi pers berlangsung dengan dua sesi tanya jawab, yang dinilai sebagian jurnalis masih dapat ditingkatkan dari sisi durasi dan ruang dialog. Dalam kegiatan itu turut hadir Ketua Panitia Tunggul Sinaga, Kepala Dinas Kominfo Imanuel Sitanggang, serta jajaran terkait lainnya.

Momentum Hari Jadi ke-22 ini pada akhirnya menjadi refleksi bersama bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan pers merupakan bagian penting dalam membangun “rumah” bernama Samosir.

Kedekatan kepala daerah dengan insan pers telah terlihat secara personal. Ke depan, hal tersebut diharapkan diiringi dengan penguatan manajemen komunikasi dan tata kelola kegiatan yang lebih terencana dari seluruh jajaran, sehingga semangat kebersamaan benar-benar terwujud dalam praktik, bukan sekadar menjadi tema perayaan. (Samsir Sitanggang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *