SAMOSIR | deliksumut.com – Hampir empat bulan berlalu sejak janji dilontarkan, Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Kabupaten Samosir hingga pertengahan Juli 2026 belum juga terealisasi.
Padahal program yang ditinjau langsung Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, itu dijanjikan mulai berjalan pada pertengahan Mei 2026.
Saat meninjau lokasi di Huta Lumban Sinaga, Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, pada 25 Maret 2026 lalu, Maruarar sempat meminta Pemkab Samosir melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk bekerja keras mengawal program tersebut.
Kala itu, Maruarar juga mencecar Golfried Harianja yang saat itu masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkim Kabupaten Samosir.
“Tolong kerja keras ya, berapa tahun sudah jadi kepala dinas? Kalau bagus lanjut,” kata Maruarar kepada Golfried.
Dalam pertemuan tersebut, seorang pejabat Kementerian PKP juga menyampaikan kepada Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, bahwa pihaknya membutuhkan langkah proaktif dari Dinas Perkim agar seluruh usulan dapat segera diproses melalui sistem SIBARU.
“Pak Bupati, jujur kami perlu proaktif dari Dinas Perkim. Segera diusulkan SIBARU yang baru, karena semua harus melalui sistem, termasuk yang BSPS,” ujar pejabat kementerian tersebut.
Mendengar hal itu, Menteri Maruarar kemudian menanyakan kapan seluruh usulan tersebut dapat diselesaikan.
Dengan tegas, Golfried Harianja saat itu menyatakan seluruh dokumen akan masuk pada keesokan harinya.
“Izin Pak, besok sudah masuk,” jawab Golfried.
Jawaban tersebut langsung mendapat apresiasi dari Menteri PKP.
“Ini baru paten semangatnya ya, tepatin waktu ya,” kata Maruarar.
Bahkan di hadapan Bupati, Kajari, Kapolres dan unsur Forkopimda lainnya, Maruarar melontarkan pernyataan yang mengundang perhatian.
“Pak Kajari, kalau dia bohong tangkap saja, Pak. Berani dia bohong di depan Kajari. Kalau bohong ditangkap saja, Pak,” ujar Maruarar.
Menteri PKP kembali memastikan kesiapan Golfried.
“Kau benar besok bisa?” tanya Maruarar.
“Bisa, Pak,” jawab Golfried.
“Yakin?”
“Yakin,” jawab Golfried tegas.
Bahkan saat diberi kesempatan merevisi jawabannya, Golfried tetap pada pendiriannya.
“Tidak Pak, malam ini sudah diteken Pak Bupati, besok Pak,” katanya.
Selanjutnya, pejabat Kementerian PKP menjelaskan secara fisik program tersebut direncanakan mulai pertengahan Mei 2026 setelah proses administrasi dan lelang selesai.
“Rencana secara fisik kita mulai pertengahan Mei, karena harus dilelangkan dulu,” kata pejabat tersebut.
Di akhir pertemuan, Menteri Maruarar menitipkan program itu kepada aparat penegak hukum dan Forkopimda.
“Titip ya Pak Kajari, Kapolres, Pak Dandim, dijaga benar, karena menurut saya ini salah satu program yang bagus sekali di Samosir,” ujar Maruarar.
*Hingga Juli 2026 Realisasi Masih Nihil*
Namun hingga pertengahan Juli 2026, pantauan _deliksumut.com_ di lokasi pada 15 Juli 2026 menunjukkan belum ada tanda-tanda realisasi.
Belum terlihat aktivitas pembangunan fisik, pemasangan papan proyek, maupun sosialisasi lanjutan kepada masyarakat di lokasi yang sebelumnya dikunjungi Menteri PKP.
Sebelumnya, Golfried Harianja menyatakan program tersebut masih berada dalam tahap verifikasi data oleh pemerintah pusat. Ia juga menegaskan program BSPS tetap direncanakan berjalan pada tahun 2026.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada jadwal resmi yang diumumkan mengenai kapan pelaksanaan fisik program akan dimulai.
Kondisi tersebut kembali memunculkan perhatian publik terhadap pernyataan Menteri Maruarar Sirait beberapa bulan lalu.
Masyarakat kini berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait perkembangan program BSPS dan penanganan kawasan kumuh. Program itu dinilai penting untuk peningkatan kualitas permukiman sekaligus mendukung wajah pariwisata Kabupaten Samosir.
Sebab bagi calon penerima manfaat, yang paling dinantikan bukan lagi janji maupun pernyataan optimistis, melainkan kepastian kapan program yang dijanjikan sejak Maret 2026 tersebut benar-benar direalisasikan di lapangan.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Perkim Kabupaten Samosir masih bungkam dan belum memberikan klarifikasi resmi terkait realisasi program bedah rumah dari Menteri PKP Maruarar Sirait. (Sam86)












