Daerah  

Warga Sihusapi Patungan Perbaiki Jalan Kabupaten Rusak, Harapan Perhatian Pemkab Samosir Kembali Disuarakan.

SAMOSIR | deliksumut.com — Ketika akses jalan menjadi kebutuhan utama masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, warga Desa Sihusapi, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, justru harus turun tangan memperbaiki jalan kabupaten secara swadaya. Warga mengumpulkan dana dan bergotong royong memperbaiki ruas jalan yang dinilai telah lama mengalami kerusakan.

Sebelumnya, postingan Charles Simarmata di media sosial terkait perbaikan jalan kabupaten menggunakan dana swadaya masyarakat menjadi perhatian. Menindaklanjuti informasi tersebut, deliksumut.com melakukan penelusuran langsung ke lokasi, Minggu (23/8/2026).

Perjalanan menuju Desa Sihusapi dari Jalan Raya Pangururan-Simanindo masuk melalui wilayah Desa Simarmata. Dari simpang menuju Sihusapi, sekitar dua kilometer pertama kondisi jalan masih terlihat baik karena telah diaspal.

Namun setelah melewati ruas tersebut, kondisi jalan berubah. Sejumlah bagian badan jalan mengalami kerusakan, mulai dari lapisan aspal yang terkelupas, batu-batu yang muncul di permukaan hingga lubang yang tersebar di sejumlah titik.

Hingga menuju Gereja Katolik, kerusakan jalan tampak lebih dominan dibandingkan bagian yang masih mulus. Penelusuran juga dilanjutkan dari simpang Gereja HKBP melalui ruas penghubung Sihusapi-Sidaji yang kondisinya terlihat memprihatinkan, dengan permukaan jalan banyak mengalami pengelupasan aspal dan dipenuhi kerikil.

Sesampainya di lokasi, masyarakat terlihat melintasi rabat beton pada ruas jalan menanjak yang dikerjakan secara swadaya. Karena rabat beton masih dalam tahap pengeringan, kendaraan terpaksa melintas melalui sisi jalan. Di sekitar lokasi juga terlihat satu tiang listrik dalam kondisi roboh.

Charles Simarmata, warga yang ditemui di lokasi, mengatakan masyarakat terpaksa mengumpulkan dana sendiri karena jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat.

“Karena ini kebutuhan vital masyarakat Sihusapi, karena belum ada tanggapan dari pemerintah Kabupaten Samosir maka kami dalam keadaan terpaksa demi kebutuhan masyarakat Sihusapi, kami sebagai masyarakat Sihusapi mengadakan swadaya mengumpulkan dana…”

Menurut Charles, kerusakan jalan tersebut bukan persoalan baru. Ia menyebut perbaikan jalan terakhir dilakukan sekitar satu dekade lalu.

“Kondisi jalan sebelumnya kurang lebih sepuluh tahun tidak ada perbaikan. Dulu pada waktu Pak Hatorangan menjabat Sekda masih ada perbaikan, tapi sesudah dia pensiun, ganti pemerintahan, pemerintahan Bapak Bupati sekarang ini belum ada perbaikan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pembangunan TPT pada ruas penghubung Desa Sihusapi dengan Desa Simarmata yang menurutnya belum disertai penimbunan pada sisi jalan.

“Pembangunan div itu antara penghubung Desa Sihusapi dengan Desa Simarmata, dibuat div-nya itu tinggi tapi tidak ditimbun sama juga bohong. Masyarakat berharap untuk pembangunan div itu jika ada dana pemeliharaan supaya diatur itu untuk penimbunan,” katanya.

Kerusakan jalan tersebut, kata Charles, juga telah menimbulkan persoalan bagi masyarakat yang melintas. Sejumlah pengendara, termasuk anak-anak dan ibu-ibu yang mengantar anak sekolah, disebut pernah terjatuh.

“Udah sering, anak-anak berjatuhan di sini bahkan untuk ibu-ibu pun yang mengantar anak sekolah sering kejadian,” ujarnya.

Charles mengatakan persoalan jalan tersebut telah berulang kali disampaikan melalui pemerintahan desa, kecamatan hingga kabupaten. Namun, masyarakat tetap berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Samosir.

“Sudah sering kami mintakan baik ke pemerintahan desa melalui Musrenbang, kecamatan, ke kabupaten sudah kami sampaikan tapi kami tetap berharap ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Samosir untuk memperbaiki jalan ini,” katanya.

Ia juga mempertanyakan kemungkinan penggunaan Dana Desa untuk membantu memperbaiki akses tersebut apabila pemerintah belum melakukan penanganan.

Dana perbaikan, lanjut Charles, dikumpulkan dari masyarakat Desa Sihusapi, khususnya Dusun II, Dusun III dan sebagian Dusun I. Perbaikan rabat beton yang dilakukan warga baru mencapai lebih dari 15 meter dan akan dilanjutkan ke bagian jalan yang lebih parah apabila dana kembali terkumpul.

“Kalau memang masih ada dana kami kumpulkan nanti rencana kami ada juga lewat jembatan ini nanti yang lebih parah lagi rencana mau dilanjutkan juga kalau ada pengumpulan dana,” ujarnya.

Sementara itu, Masron Situmorang menyebut pengerjaan rabat beton sepanjang lebih dari 15 meter tersebut telah menghabiskan dana sekitar Rp6 juta.

“Kalau ini kurang lebih kemarin habis 6 juta ya, tapi belum, karena ini swadaya… kalau dihitung masalah ikut upah dana itu tidak mencukupi,” kata Masron.

Masron menilai kondisi jalan menuju Desa Sihusapi membutuhkan perhatian pemerintah. Ia berharap keluhan masyarakat tidak berhenti di tingkat desa, tetapi benar-benar diteruskan kepada pemerintah kabupaten.

“Yang rusak ini sekarang Desa Sihusapi semua… saya minta tolong ini harus dinaikkan ini pak,” katanya.

Ia secara khusus meminta Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom melihat langsung kondisi jalan di pelosok desa, bukan hanya jalan utama atau jalan protokol.

“Bapak Vandiko Gultom itu jangan hanya lintas-lintas itu aja, jangan jalan besar aja ditengok, masuklah ke pelosoknya, inilah pelosoknya terutama di Desa Sihusapi,” katanya.

Menurut Masron, kondisi jalan tersebut bahkan membuat kendaraan sulit melintas dan berpotensi membahayakan pengendara.

“Kalau di sini lebih baguslah naik lembu, kalau naik kendaraan atau kereta menelan korban,” ujarnya.

Masron juga mempertanyakan kondisi masyarakat yang harus mengumpulkan dana sendiri untuk memperbaiki jalan.

“Tengoklah warga-warga di sini sampai kayak ginilah masyarakat di sini sampai mengumpulkan dana untuk memperbaiki jalan sendiri. Apa kami itu tidak merdeka, apa kami ini bukan Indonesia,” tegasnya.

Charles juga berharap Pemkab Samosir segera memberikan perhatian terhadap jalan tersebut karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan dan pertanian.

“Harapan kami dari masyarakat kepada pemerintah Kabupaten Samosir tolong diperhatikan jalan ini… tolong ditingkatkan jalan ini, tolong. Kami sudah bosan ada kata-kata janji,” tambahnya.

Sementara itu, terkait informasi masyarakat mengenai pembangunan TPT pada 2025 di ruas Jalan Sidaji-Sihusapi, deliksumut.com juga melakukan penelusuran langsung ke lokasi.

Di lokasi masih terlihat papan proyek pembangunan TPT Jalan Sidaji-Sihusapi dengan nilai kontrak Rp199.916.300, penyedia jasa CV Bintang Sabungan, dengan tanggal kontrak 25 November 2025. Pada papan proyek tersebut tidak tercantum volume pekerjaan.

Dari pantauan di lapangan, pembangunan TPT diperkirakan membentang sepanjang kurang lebih 200 meter. Namun, pada sejumlah bagian sisi jalan tidak terlihat adanya pekerjaan penimbunan setelah pembangunan TPT.

Kondisi tersebut menyebabkan terdapat bagian yang membentuk jurang atau celah cukup dalam di antara badan jalan dengan TPT sepanjang ruas pekerjaan.

Kondisi jalan yang rusak, perbaikan secara swadaya serta keberadaan TPT tersebut memperlihatkan persoalan infrastruktur yang masih dirasakan masyarakat Desa Sihusapi.

Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya menerima usulan melalui Musrenbang atau proposal, tetapi juga melihat langsung kondisi jalan di lapangan dan memberikan solusi terhadap kebutuhan akses jalan yang digunakan sehari-hari.

Hingga berita ini ditulis, deliksumut.com masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait status ruas jalan tersebut, kewenangan penanganannya, serta respons Pemerintah Kabupaten Samosir terhadap keluhan dan permintaan masyarakat Desa Sihusapi.
(Samsir Sitanggang)

Exit mobile version