deliksumut.com | Samosir — Kawasan wisata Water Front City (WFC) Pangururan tampak dipadati wisatawan selama libur panjang long weekend Kenaikan Isa Almasih 2026. Pada pantauan lapangan Sabtu malam, 16 Mei 2026 sekitar pukul 21.00 WIB, sesi kedua pertunjukan air mancur menari dipenuhi hampir 1500 pengunjung yang antusias menikmati suguhan hiburan di jantung Kota Pangururan tersebut.
Sorak sorai pengunjung terdengar meriah saat pancaran air mancur berwarna-warni menari mengikuti irama musik batak. Banyak wisatawan terlihat bersiap dengan kamera ponsel untuk mengabadikan momen pertunjukan yang kini menjadi salah satu ikon wisata malam Kabupaten Samosir.
Tidak hanya area tribun pertunjukan yang ramai, pengunjung yang menikmati kuliner di lantai dua food court kawasan WFC juga tampak menikmati pertunjukan dari kejauhan sambil bersantai bersama keluarga.
Salah seorang wisatawan asal Marelan, Medan, Boru Tambunan (50), mengaku sengaja datang bersama rombongan keluarga untuk menikmati liburan di Samosir setelah sekian lama tidak berkunjung.
“Sejak hari Jumat kami di Samosir, menginap di Samosir Cottage ambil 3 kamar. Saya dulu waktu masih gadis terakhir ke Samosir, sekarang baru datang lagi karena anak dari Jakarta ngajak liburan. Jadi kami jalan-jalan rombongan keluarga dua mobil kesamosir ini,” ujarnya saat ditemui di kawasan WFC ketika membeli mainan balon untuk anaknya.
Menariknya, menjelang pertunjukan dimulai, loket layanan pemasangan iklan dan ucapan di area air mancur tampak antrian pengunjung. Sejumlah wisatawan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menampilkan ucapan ulang tahun maupun pesan khusus yang ditayangkan saat pertunjukan berlangsung.
Di loket penjualan terpampang variasi harga layanan iklan, yakni iklan teks sebesar Rp100.000 per 30 detik, teks dan foto Rp150.000 per 30 detik, serta iklan video Rp250.000 per 1 menit.
“Kebetulan mama saya ulang tahun, jadi mau pasang iklan ucapan supaya ditampilkan di air mancur. Harganya termasuk murahlah, nanti videonya juga bisa jadi kenang-kenangan,” ujar seorang mahasiswi asal Padang yang datang bersama rombongan keluarganya.
Berdasarkan data pengelola dua destinasi wisata unggulan Kabupaten Samosir, yakni Panorama Tele dan Waterfront City Pangururan, tercatat sebanyak 17.735 wisatawan berkunjung selama periode 13–17 Mei 2026.
Dari jumlah tersebut, total Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berhasil dihimpun dari sektor retribusi dan iklan mencapai Rp370.580.000.
Adapun rincian kunjungan dan PAD yakni:
1. Panorama Tele
Total kunjungan: 9.210 orang
Wisatawan KTP Samosir: 80 orang dengan tarif Rp10.000
Wisatawan luar Samosir: 9.130 orang dengan tarif Rp20.000
Total PAD dari retribusi: Rp183.400.000
2. Waterfront City Pangururan
Total kunjungan: 8.525 orang
Wisatawan KTP Samosir: 527 orang dengan tarif Rp10.000
Wisatawan luar Samosir: 7.998 orang dengan tarif Rp20.000
Total PAD dari retribusi: Rp165.230.000
Total retribusi masuk dari kedua objek wisata mencapai Rp348.630.000. Sementara penerimaan dari layanan iklan di kawasan WFC Pangururan sebesar Rp21.950.000, sehingga total PAD terkumpul menjadi Rp370.580.000.
Puncak kunjungan terjadi pada 16 Mei 2026 dengan jumlah wisatawan mencapai 5.028 orang. Selama periode libur panjang tersebut, operasional pertunjukan berlangsung satu sesi pada 13 dan 17 Mei, serta dua sesi pada 14, 15, dan 16 Mei.
Data juga menunjukkan bahwa kunjungan didominasi wisatawan luar Kabupaten Samosir dengan total 17.128 orang, sedangkan wisatawan ber-KTP Samosir tercatat sebanyak 607 orang.
Ketua Tim Pengelola Sementara Waterfront City Pangururan dan Kawasan Menara Pandang Tele, Rudi Siahaan, saat dikonfirmasi Minggu (17/5/2026), menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi selama operasional libur panjang.
Menurutnya, faktor cuaca menjadi salah satu tantangan utama, terutama angin kencang saat pertunjukan air mancur berlangsung.
“Pada tanggal 15 Mei 2026 misalnya, angin cukup kencang sehingga pengunjung menjadi basah terkena semburan air. Namun sebelum pertunjukan dimulai, kondisi tersebut sudah lebih dahulu kami informasikan kepada pengunjung,” jelas Rudi.
Selain faktor cuaca, sejumlah fasilitas pendukung disebut mulai membutuhkan perhatian dan pemeliharaan rutin.
“Beberapa fasilitas terbangun sudah perlu pemeliharaan, seperti gedung food court Taman Pustaha, atap dan plafon sebagian rusak akibat angin. Toilet di gedung Food Aek Natio juga perlu rutin disedot,” tambahnya.
Rudi juga mengajak masyarakat dan para pengunjung untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan kawasan wisata dan sekitarnya. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Samosir telah menyediakan fasilitas tempat sampah di sejumlah titik, sehingga diharapkan seluruh pihak dapat turut menjaga kebersihan demi menciptakan suasana wisata yang nyaman, indah, dan menyenangkan bagi semua pengunjung.
Untuk pengembangan ke depan, pihak pengelola berharap adanya dukungan penambahan biaya operasional, khususnya untuk pemeliharaan dan pengembangan fasilitas pendukung wisata.
Selama libur panjang, Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Kesehatan juga menempatkan petugas kesehatan siaga di kawasan objek wisata.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir, dr. Dina Hutapea, mengatakan pihaknya menugaskan tim P3K di Menara Pandang Tele dan Waterfront City Pangururan selama periode 14–17 Mei 2026.
“Untuk long weekend 14-17 Mei, Dinkes menugaskan dua tim P3K di Menara Pandang Tele, pagi-siang dan siang-sore. Untuk WFC satu tim terdiri dari 3 orang mulai jam 4 sore sampai selesainya sesi air mancur menari,” ujar dr. Dina.
Ia menjelaskan, kasus yang paling sering ditangani petugas kesehatan di lokasi wisata umumnya pengunjung yang mengalami kelelahan, pusing, sakit kepala hingga luka akibat terjatuh.
“Kasus yang sering ditangani pengunjung kelelahan, pusing, sakit kepala, ada juga yang jatuh dan harus dijahit lukanya. Selain itu, 12 puskesmas di Samosir juga tetap buka 24 jam seperti biasanya, libur maupun tidak tetap standby,” pungkasnya.(Sam86)
***(Adv)












