deliksumut.com | Samosir,— Duka masih menyelimuti warga Lumban Rango, Desa Dos Roha, Kecamatan Simanindo, setelah tiga rumah adat Batak hangus dilalap api pada Kamis, 30 April 2026 siang. Di tengah puing-puing yang tersisa, tiga keluarga kini harus memulai kembali kehidupan mereka dari nol.
Rumah milik Karmiden Manik (58), Lince br Sinaga (61), dan Peran Simanihuruk (60) rata dengan tanah dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.53 WIB itu. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kehilangan tempat tinggal dan harta benda menjadi pukulan berat bagi para korban.
Sehari setelah kejadian, Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Plt. Kepala Dinas Sosial PMD, Dumosch Pandiangan, hadir di lokasi pada Jumat(1/5/2026) menyerahkan bantuan sosial.
Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan dasar seperti beras, telur, minyak goreng, gula, pakaian, selimut, hingga perlengkapan anak.
Bantuan tersebut menjadi penopang awal bagi para korban di tengah kondisi darurat. Kehadiran pemerintah di lokasi juga memberi sedikit ketenangan bagi warga yang tengah berduka.
Meski demikian, di balik bantuan yang telah disalurkan, masih tersimpan harapan besar dari para korban dan masyarakat sekitar. Mereka tidak hanya membutuhkan bantuan untuk bertahan hari ini, tetapi juga kepastian untuk hari esok—terutama terkait tempat tinggal yang layak.
Upaya konfirmasi kepada pihak Dinas Sosial PMD Kabupaten Samosir terkait rencana lanjutan penanganan korban, termasuk kemungkinan bantuan pembangunan rumah dan pendampingan psikososial, hingga kini belum mendapatkan tanggapan.
Sejumlah pertanyaan pun muncul secara wajar: apakah bantuan ini akan berlanjut? Adakah program pemulihan jangka panjang? Bagaimana para korban akan kembali memiliki rumah?
Di sisi lain, Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir ketika dikonfirmasi (1/5/2026) menyatakan bahwa laporan dari pemerintah desa telah diterima, menandakan proses administrasi penanganan bencana sedang berjalan.
Kini, tiga keluarga di Lumban Rango, Desa Dos Roha hanya bisa berharap—agar perhatian yang datang tidak berhenti pada bantuan awal semata, tetapi berlanjut hingga mereka benar-benar bisa bangkit kembali.
Di tengah duka, harapan itu masih ada. Dan bagi para korban, harapan tersebut sangat berarti.(Sam86)
