Enam Hari Pasca Kebakaran di Lumban Rango Desa Dos Roha Simanindo, Korban Belum Rasakan Kehadiran DPRD Samosir.

deliksumut.com | Samosir — Enam hari pasca kebakaran yang meluluhlantakkan tiga unit Rumah Batak di Huta Lumban Rango, Desa Dos Roha, Kecamatan Simanindo, perhatian terhadap korban dinilai belum merata, khususnya dari unsur legislatif daerah.

Di tengah kondisi yang masih diliputi trauma dan kebingungan, salah satu korban saat dihubungi melalui pesan WhatsApp mengaku belum menyadari adanya kehadiran anggota DPRD Kabupaten Samosir di lokasi.

“Tidak begitu saya perhatikan, kami masih linglung (Dang pala huparrohahon ito, bohama linglung dope hami ito),” Tulisnya, Rabu (6/05/2026).

Hal senada disampaikan Kepala Desa Dos Roha, Agustinus Sijabat Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait kehadiran anggota DPRD Kabupaten Samosir, ia menjawab singkat, “Belum ada bang.”

Pernyataan tersebut mencerminkan kondisi psikologis korban yang masih terpukul, sekaligus memunculkan pertanyaan publik terkait peran dan kehadiran wakil rakyat, khususnya dari daerah pemilihan (dapil) Simanindo.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Samosir telah lebih dahulu hadir melalui Dinas Sosial PMD dengan menyalurkan bantuan kebutuhan dasar sehari setelah kejadian. Bantuan tersebut menjadi penopang awal bagi para korban untuk bertahan di tengah kondisi darurat.

Namun, sebagaimana diberitakan sebelumnya, kebutuhan korban tidak berhenti pada bantuan logistik semata. Harapan akan kepastian pembangunan kembali rumah serta pendampingan jangka panjang masih menjadi tanda tanya besar.

Hingga hari keenam pasca kejadian, belum terlihat langkah konkret dari DPRD Kabupaten Samosir dalam merespons langsung kondisi korban di lapangan. Padahal, fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dari peran legislatif, terlebih dalam situasi darurat kemanusiaan seperti ini.

Kondisi ini memunculkan sorotan dari masyarakat sekitar yang berharap adanya perhatian lebih luas, tidak hanya dari pihak eksekutif, tetapi juga dari para wakil rakyat yang berasal dari dapil setempat.

Kini, para korban masih bertahan dengan segala keterbatasan, sembari menaruh harapan agar perhatian dan solusi nyata segera hadir—tidak hanya untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga untuk memastikan masa depan mereka dapat kembali pulih.
(Samsir Sitanggang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *