Daerah  

Pelabuhan Aek Rangat Memprihatinkan, Akses Jalan Bahayakan Pengguna Jalan, Warga Minta Perhatian Pemkab Samosir

deliksumut.com | Samosir,- Kondisi Pelabuhan Aek Rangat yang terletak di Kelurahan Siogung-ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, saat ini tampak tidak terawat dan memprihatinkan. Warga berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Samosir untuk melakukan perbaikan dan penataan.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (26/4/2026), sejumlah fasilitas pelabuhan yang berada dekat kawasan wisata pemandian Aek Rangat terlihat terbengkalai. Fasilitas seperti kantor, loket penjualan tiket, kamar mandi, hingga ruang tunggu tidak terawat. Lingkungan pelabuhan juga dipenuhi rumput liar. Bahkan, papan nama pelabuhan terlihat sudah berkarat.

Di area pelabuhan yang diperkirakan memiliki luas sekitar 12 x 3 meter (36 m²), juga berdiri bangunan hotel serta beberapa fasilitas wisata lainnya. Namun, keseluruhan kawasan tampak kurang mendapat perhatian.

Meski dalam kondisi tidak terawat, pelabuhan tersebut masih dikunjungi sejumlah wisatawan lokal. Terlihat pula aktivitas warga, khususnya remaja, yang berenang di perairan Danau Toba di sekitar pelabuhan.

Salah seorang warga setempat menyebutkan bahwa pada hari libur, pelabuhan tersebut masih digunakan sebagai tempat bersandar kapal wisata.

“Kalau hari libur, masih ada kapal yang datang membawa pengunjung dari Ajibata dan Tomok,” ujarnya.

Namun demikian, ia menambahkan bahwa sebagian besar fasilitas dermaga sudah lama tidak difungsikan.

“Kalau ditata dengan baik, pelabuhan ini pasti akan ramai dikunjungi. Dampaknya juga akan dirasakan masyarakat, terutama kami yang berjualan di sekitar sini,” harapnya.

Selain kondisi pelabuhan, warga juga mengeluhkan akses jalan menuju lokasi yang dinilai berbahaya. Di tengah jalan terdapat saluran air dengan lebar sekitar 2,5 meter, yang sebagian penutupnya sudah tidak ada lagi.

“Sudah sering mobil terperosok di situ. Keluarga saya juga pernah mengalami hal yang sama. Kondisi ini sangat berbahaya, apalagi bagi pengunjung dan anak-anak,” ungkap warga.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Boru Manihuruk, seorang warga asal Samosir yang kini merantau di Medan.

“Jalan menuju Pelabuhan Aek Rangat sangat mengkhawatirkan. Jalannya rusak dan berbahaya dilalui kendaraan. Saya sendiri bulan lalu menjadi korban, kendaraan saya masuk ke lubang di tengah jalan hingga menyebabkan kemacetan di belakangnya. Padahal ini adalah kawasan wisata pemandian air panas yang dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan.

“Kami mohon kepada pemerintah agar jalan menuju pelabuhan segera diperbaiki dan fasilitas pelabuhan dirawat dengan baik, sehingga bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Berdasarkan data yang diperoleh awak media, Pelabuhan Aek Rangat dibangun pada tahun 2019 dengan pagu anggaran sebesar Rp397.500.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Samosir.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengkonfirmasi pihak terkait.(Sam86)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *