SAMOSIR, deliksumut.com — Khidmat di dalam, sepi di luar. Kontras itu terlihat dalam acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Samosir dari Satria Irawan, S.H., M.H. kepada Akwan Annas, S.H., M.H. yang digelar di Rumah Dinas Bupati Samosir, Minggu malam (16/08/2026).
Amatan deliksumut.com di lokasi, kondisi sepi undangan terlihat sejak rangkaian acara dimulai hingga selesai. Deretan kursi yang disediakan panitia di halaman depan panggung hanya terisi oleh sebagian kecil tamu undangan, sementara banyak kursi lainnya tampak kosong. Kursi-kursi tersebut terlihat telah dilengkapi sarung kain berwarna putih.
Sementara itu, Kajari lama dan Kajari baru, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon, Kapolres AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, unsur TNI, tokoh masyarakat serta sejumlah pimpinan OPD mengikuti seluruh rangkaian acara dari dalam ruangan Rumah Dinas Bupati Samosir.
Dalam kesempatan tersebut, Satria Irawan yang didampingi istrinya menyampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepadanya untuk mengabdikan diri di Kabupaten Samosir.
“Terimakasih kami diberikan Kesempatan untuk mengabdikan diri dikabupaten Samosir ini negeri indah kepingan surga kurang lebih 9 bulan kami hadir disini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas sebagai Kajari Samosir terdapat kesalahan maupun kekhilafan.
“Mudah-mudahan apa yang kami, ada sesuatu kesalahan dari kami selaku manusia ada khilaf, ada salah mohon kami dimaafkan saya beserta istri saya dan keluarga besar kejaksaan negeri samosir selama saya memimpin,” katanya.
Satria juga sempat menyampaikan candaan kepada Kajari Samosir yang baru terkait julukan Samosir sebagai “negeri indah kepingan surga” yang kerap dipromosikan.
“Emang Samosir ini, negeri yang cukup indah, saya mohon kepada Pak Akwan jangan sering sering bikin status “negeri indah kepingan Surga “. Kenapa?, karena ketika kita bikin status negeri indah kepingan surga, nggak sampe satu minggu tamu tamu dari luar daerah jakarta wajib mengunjunginya,” ucapnya.
“Makanya teman teman saya dari Sabang sampai Merauke selalu bilang “hebat ya belum apa apa sudah hidup dikepingan surga”. Saya bilang, baru kepingan belum intinya saya bilang,” sambungnya.
Menurut Satria, keindahan Samosir merupakan potensi yang patut dibanggakan dan terus dikembangkan.
“Tapi dengan keindahan Samosir saya berharap kepada bapak bapak, ibu ibu yang hadir pada malam hari ini khususnya bapak Bupati, bangunlah samosir ini, karena samosir ini, kita harus bangga, nggak ada ditempat lain kecuali di Samosir,” tuturnya.
Ia membandingkan keindahan Danau Toba dengan sejumlah daerah yang pernah menjadi tempat tugasnya.
“Kalau kita ditempat lain mungkin karena saya di kawasan timur diLombok tapi nggak seindah di Danau Toba, saya jujur, saya dimaluku Utara juga tempat yang indah tapi lebih indah Danau Toba,” katanya.
Satria mengaku memiliki kesan mendalam selama bertugas di Samosir, terutama karena setiap membuka pintu dan jendela tempat kerjanya, pemandangan Danau Toba menjadi bagian dari kesehariannya.
“Makanya saya sangat berkesan sekali buka pintu, buka jendela tempat kerja danau Toba yang dilihat, makanya dengan keindahan dengan keramahan masyarakatnya saya mohon dan saya titipkan negeri indah kepingan surga ini untuk dapat dikembangkan supaya seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati keindahan danau Toba, mudah mudahan apa yang menjadi harapan saya bisa kita wujudkan bersama, khususnya oleh warga masyarakat kabupaten Samosir,” ujarnya.
Bahkan, Satria mengaku selama berada di Samosir turut aktif mempromosikan daerah tersebut.
“Sebenarnya saya disini sudah menggantikan kedudukan ibu kadis pariwisata kayaknya, dimana mana saya selalu promosikan negeri indah kepingan surga,” katanya.
Satria juga menyampaikan harapannya agar tali silaturahmi dengan masyarakat Samosir tetap terjalin meski dirinya telah meninggalkan daerah tersebut.
“Mungkin karena kami berdua, saya sama istri adalah keluarga besar dari provinsi jambi khususnya kota Jambi, jika ibu ibu, bapak bapak yang jalan jalan kejambi kami dengan senang hati dan membuka pintu tali silaturrahmi untuk tetap terjalin, insya Allah kami akan terima dengan baik dan kami juga tidak pernah akan melupakan tempat yang indah ini, insyaallah saya sama istri saya udah berjanji, kami akan jalan jalan lagi ke samosir,” ucapnya.
“Tapi dengan jabatan yang berbeda mungkin, insyaallah 4,5 tahun yang kedepan saya cuma pengen berdoa saya akan kembali ke Sumatera Utara lagi, ya namanya harapan, namanya doa harus diyakini, saya yakin saya bisa balik ke Sumatera Utara ini,” sambungnya.
Sementara itu, Kajari Samosir yang baru, Akwan Annas, S.H., M.H., didampingi istrinya, memperkenalkan perjalanan kariernya di lingkungan Kejaksaan. Ia mengawali karier sebagai CPNS pada 2006 dan kemudian mendapat berbagai penugasan di sejumlah daerah hingga dipercaya menjabat sebagai Kajari Samosir.
Dalam kesempatan itu, Akwan meminta dukungan dan kerja sama Forkopimda serta jajaran pimpinan vertikal dalam menjalankan tugas, khususnya penegakan hukum di Kabupaten Samosir.
Terkait penyelesaian perkara melalui restorative justice (RJ), Akwan mengatakan pihaknya akan berupaya mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku. Ia menjelaskan, proses RJ tetap harus mendapat persetujuan dari Kejaksaan Tinggi maupun Kejaksaan Agung sebelum perkara dihentikan melalui mekanisme perdamaian.
“Alhamdulillah saya diberikan kesempatan yang luar biasa di Samosir. Horasss,” ujarnya.
Setelah sambutan Kajari lama dan Kajari baru, rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan dari Forkopimda, Bupati Samosir, Wakil Bupati Samosir, Ketua DPRD Kabupaten Samosir, serta Pabung.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyematan ulos kepada Satria Irawan bersama istri oleh Forkopimda dan jajaran Kejari Samosir sebagai tanda perpisahan.
Sebagai bentuk penyambutan, ulos juga disematkan kepada Kajari Samosir yang baru, Akwan Annas, S.H., oleh Forkopimda dan jajaran Kejari Samosir.
Usai prosesi penyematan ulos, acara dilanjutkan dengan hiburan yang menampilkan artis lokal Samosir. Dalam kesempatan tersebut, tiga orang staf Kejari Samosir juga tampil menyumbangkan beberapa lagu.
Penampilannya mendapat sambutan dari para tamu. Sejumlah kepala dinas turut memberikan saweran sebagai bentuk apresiasi terhadap penampilan staf Kejari Samosir tersebut.
(Samsir Sitanggang)
