Pematangsiantar | DelikSumut – Suasana berbeda terlihat di Satlantas Polres Pematangsiantar, Sabtu (26/9/2026) pagi dimana Sebanyak 70 anak didik Yayasan Pengembangan Anak Indonesia biMBA AIUEO Melayu Pematangsiantar datang mengikuti kegiatan outing class melalui program Polantas Karib.
Kehadiran Anak anak tersebut turut didampingi delapan orang guru serta orang tua, anak-anak tersebut mengikuti kegiatan edukasi mulai pukul 09.00 WIB di Kantor Satlantas Polres Pematangsiantar, Jalan Sangnawaluh.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal polisi lebih dekat. Bukan hanya sebagai penegak hukum, personel Satlantas memperkenalkan sosok polisi dan Polwan sebagai pelayan, pelindung, pengayom masyarakat sekaligus sahabat anak.
Dalam kegiatan tersebut, personel Unit Kamsel yang dipimpin Kanit Kamsel Ipda Serly Tarigan, bersama Bripka Rahmad Sinaga dan personel Satlantas lainnya, memberikan edukasi mengenai berbagai aturan dasar keselamatan berlalu lintas.
Anak-anak diajak mengenal rambu-rambu lalu lintas, memahami arti dan kegunaannya, serta mendapatkan praktik sederhana tentang bagaimana berjalan dengan aman di trotoar ketika berada di jalan raya.
Tak hanya itu, mereka juga diberikan pemahaman mengenai bahaya kecelakaan lalu lintas dan berbagai akibat yang dapat ditimbulkan apabila keselamatan di jalan diabaikan.
Pesan moral turut disampaikan kepada para siswa agar saling menghargai, menyayangi teman dan tidak melakukan bullying terhadap sesama.
Kasat Lantas Polres Pematangsiantar AKP Simon E. Simatupang, S.H., M.H., CPHR, melalui kanit kamsel mengatakan kegiatan tersebut menekankan pentingnya memberikan pemahaman tentang keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.
Kegiatan Polantas Karib diharapkan mampu membangun kemitraan antara kepolisian dan dunia pendidikan sekaligus menanamkan budaya disiplin berlalu lintas kepada anak-anak sejak bangku sekolah.
Dengan pendekatan yang edukatif dan ramah anak, Satlantas Polres Pematangsiantar ingin menanamkan pemahaman bahwa tertib berlalu lintas bukan sekadar kewajiban, tetapi bagian dari upaya menjaga keselamatan diri dan orang lain.
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah untuk mendekatkan Polri dengan generasi penerus bangsa, sehingga anak-anak tidak takut kepada polisi, melainkan mengenalnya sebagai sahabat yang siap memberikan perlindungan dan edukasi demi keselamatan mereka.”ungkap ipda Serly. (PN)












