SAMOSIR | deliksumut.com — Samosir International Choir Competition (SICC) 2026, yang menjadi bagian dari rangkaian Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026 dalam kalender event Provinsi Sumatera Utara, telah selesai digelar di Kabupaten Samosir pada 24–27 September 2026 lalu.
Namun, hingga Jumat (9/10/2026), transparansi penyelenggaraan kegiatan berlabel internasional tersebut masih menyisakan sejumlah pertanyaan yang belum memperoleh jawaban resmi dari panitia.
Surat konfirmasi tertulis yang dilayangkan deliksumut.com kepada pihak penyelenggara pada 29 September 2026 belum mendapat jawaban hingga berita ini disusun.
Surat tersebut ditujukan kepada Mora Nasution selaku Ketua Steering Committee TCCF 2026 dan Rios Andriano Tampubolon selaku Presiden Direktur SICC 2026. Konfirmasi diajukan untuk memperoleh penjelasan dan data resmi mengenai pelaksanaan, pendanaan, serta berbagai aspek penyelenggaraan kedua agenda tersebut.
Sebelum mengirimkan surat resmi berkop media, wartawan deliksumut.com terlebih dahulu menghubungi narahubung yang tercantum dalam salah satu surat TCCF untuk memastikan surat konfirmasi dapat diteruskan kepada pihak yang dituju.
Pada 29 September 2026, surat kemudian dikirim melalui WhatsApp kepada narahubung bernama Vivi untuk diteruskan kepada Mora Nasution dan Rios Andriano Tampubolon.
Namun, hingga Kamis (8/10/2026), pesan tersebut tidak mendapat respons lanjutan.
Wartawan deliksumut.com kemudian kembali menanyakan tindak lanjut surat konfirmasi kepada narahubung lain bernama Diana, yang nomornya juga tercantum dalam dokumen TCCF.
Diana mengaku bingung menerima pertanyaan terkait balasan surat tersebut karena nomor yang digunakan merupakan nomor pribadinya. Ia juga menyatakan tidak lagi bergabung dalam tim penyelenggara dan tidak berada di lokasi saat kegiatan berlangsung.
“Jadi aneh saya pikir karena saat event berlangsung saya tidak ada,” tulis Diana melalui WhatsApp.
Ia juga mempertanyakan pencantuman nomor pribadinya dalam surat berstempel TCCF.
“Nah saya juga bingung knp ada nomor pribadi saya,” tulisnya.
Pernyataan tersebut menambah persoalan komunikasi yang perlu diperjelas, terutama mengenai jalur resmi korespondensi dan pihak yang bertanggung jawab memberikan keterangan terkait penyelenggaraan TCCF-SICC 2026.
*Anggaran hingga Sumber Pendanaan Belum Mendapat Penjelasan*
Salah satu pokok utama dalam surat konfirmasi deliksumut.com ialah total anggaran penyelenggaraan TCCF dan SICC 2026. Media ini meminta penjelasan apakah kedua agenda tersebut memiliki pengelolaan anggaran secara terpisah atau menjadi satu kesatuan, termasuk rincian sumber pendanaannya.
Konfirmasi juga mencakup bentuk dan nilai dukungan dari Pemerintah Kabupaten Samosir, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Kadin Sumut, UMSU, Bank Sumut, Bank BCA, serta sponsor dan mitra pendukung lainnya.
Selain sumber pendanaan, panitia dimintai keterangan mengenai biaya publikasi, media visit, honorarium dewan juri, akomodasi, transportasi, hadiah pemenang, hingga penataan lokasi dan dekorasi acara.
Hingga batas waktu yang diberikan, berbagai pertanyaan tersebut belum memperoleh jawaban tertulis dari pihak yang dituju. Dengan demikian, rincian anggaran dan kontribusi masing-masing pihak belum dapat dipastikan melalui keterangan resmi penyelenggara.
*Live Streaming Dipertanyakan*
Konfirmasi juga menyasar akses publik terhadap kegiatan, termasuk ketersediaan siaran langsung atau live streaming SICC, dokumentasi resmi yang dapat diakses masyarakat, jumlah pengunjung, serta strategi promosi yang dilakukan panitia.
Berdasarkan dokumen yang diterima deliksumut.com, terdapat keterangan mengenai penyediaan live streaming oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) pada acara penutupan atau closing ceremony.
Namun, berdasarkan penelusuran wartawan, siaran langsung tersebut tidak ditemukan pada kanal resmi Diskominfo Provinsi Sumatera Utara maupun Diskominfo Kabupaten Samosir.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai pelaksanaan rencana siaran langsung tersebut, termasuk kanal yang digunakan dan bagaimana masyarakat yang tidak hadir secara langsung dapat mengakses dokumentasi kegiatan.
Padahal, acara penutupan TCCF-SICC 2026 dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya; Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara, Dewi Susantri Ujung; Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom; serta Ketua DPRD Kabupaten Samosir, Nasip Simbolon.
Dalam rangkaian acara tersebut, para pejabat menyampaikan sambutan dengan berjalan dari kursi VIP menuju Jembatan Waterfront City, dengan latar belakang Danau Toba dan air mancur.
Kehadiran sejumlah pejabat tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan ini mendapat perhatian dari unsur pemerintah pusat dan daerah. Karena itu, informasi mengenai jangkauan publikasi, dokumentasi, dan akses masyarakat menjadi bagian penting untuk diperjelas.
*Keterlibatan Pelajar sebagai Volunteer Turut Dikonfirmasi*
Aspek lain yang dimintakan penjelasan ialah keterlibatan 10 pelajar yang ditemui wartawan deliksumut.com di lokasi saat opening ceremony dan closing ceremony.
Para pelajar tersebut mengaku mendapat tugas menjaga pintu masuk dan membantu pekerjaan terkait kebersihan. Mereka juga menyebut seragam hitam yang dikenakan merupakan milik pribadi.
Atas keterangan itu, deliksumut.com meminta penjelasan mengenai dasar penugasan, pihak yang bertanggung jawab melakukan pendampingan, rincian pekerjaan, fasilitas yang diberikan, kemungkinan uang saku atau honorarium, serta prosedur keselamatan dan perlindungan siswa selama bertugas.
Klarifikasi tersebut diperlukan untuk memastikan bagaimana pelibatan pelajar dilaksanakan, termasuk apakah terdapat mekanisme pendampingan dan perlindungan yang memadai selama kegiatan berlangsung.
Seluruh pertanyaan tersebut diajukan sebagai bagian dari verifikasi jurnalistik, bukan untuk mendahului kesimpulan atau menyatakan adanya pelanggaran. Keterangan dari pihak penyelenggara dibutuhkan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
*Belum Menjawab, Ruang Klarifikasi Tetap Terbuka*
Dalam surat konfirmasi tertanggal 29 September 2026, deliksumut.com memberikan waktu 2 x 24 jam sejak surat diterima untuk menyampaikan jawaban tertulis. Namun, hingga Jumat (9/10/2026), jawaban tersebut belum diterima.
Belum adanya jawaban tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran dalam penyelenggaraan TCCF-SICC 2026. Meski demikian, ketiadaan penjelasan resmi membuat sejumlah informasi penting mengenai pendanaan, pelaksanaan kegiatan, akses publik, dan keterlibatan pelajar belum dapat dipastikan.
Sebagai kegiatan yang membawa nama pariwisata daerah dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, keterbukaan informasi mengenai penyelenggaraan TCCF-SICC 2026 penting bagi masyarakat. Terlebih, pariwisata merupakan salah satu sektor yang diandalkan dalam pembangunan Kabupaten Samosir.
Deliksumut.com tetap membuka ruang bagi Mora Nasution, Rios Andriano Tampubolon, dan pihak terkait lainnya untuk menyampaikan klarifikasi, koreksi, data pendukung, maupun hak jawab atas seluruh pertanyaan yang telah diajukan.
Apabila jawaban diterima, keterangan tersebut akan menjadi bagian dari proses verifikasi dan pemberitaan lanjutan.
Hingga berita ini diterbitkan, surat konfirmasi deliksumut.com belum mendapat jawaban tertulis dari pihak yang dituju.
( Samsir Sitanggang)












