SAMOSIR | deliksumut.com — Warga melaporkan terjadinya banjir bandang di Dusun 1 Sitobu, Desa Garoga, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa tersebut dilaporkan berdampak pada dua rumah warga.
Informasi dan kondisi awal di lokasi disampaikan JW Hotman Sidabutar, warga yang berada di sekitar tempat kejadian. Berdasarkan keterangan tersebut, aliran air membawa material batu dengan ketinggian yang diperkirakan mencapai sekitar satu meter.
Dua rumah warga dilaporkan terdampak. Satu rumah mengalami kerusakan cukup parah hingga sejumlah peralatan rumah tangga terbawa aliran air ke area perladangan, sedangkan satu rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Mengenai sumber aliran, menurut keterangan warga di lokasi, air datang dari arah kawasan pegunungan yang terhubung dengan alur sungai yang selama ini jarang dialiri air. Alur tersebut disebut sesekali dialiri air saat hujan deras dan biasanya menimbulkan banjir dalam skala kecil. Pada Sabtu (26/9/2026) sore, hujan dengan intensitas tinggi disebut membuat aliran air meningkat dan mengarah ke permukiman.
“Satu unit cukup parah dan menghanyutkan berbagai peralatan rumahnya ke perladangan sekitar. Satu lagi rusak ringan,” ujar JW Hotman Sidabutar.
Sekitar pukul 17.30 WIB, kejadian tersebut dilaporkan kepada Kepala Dusun 1 Sitobu, Herbet Ambarita. Sekitar pukul 17.40 WIB, keduanya menuju lokasi untuk mengecek kondisi warga terdampak.
Dari pengecekan tersebut, satu warga dari rumah yang mengalami kerusakan parah dilaporkan telah dievakuasi. Sementara warga dari rumah yang mengalami kerusakan ringan masih berada di tempat.
Tidak ada korban jiwa berdasarkan informasi lapangan yang diterima. Salah satu warga terdampak disebut merupakan warga negara asing (WNA) yang menikah dengan warga negara Indonesia (WNI).
Hingga sekitar pukul 18.00 WIB, kondisi di lokasi masih dipantau warga setempat. Nilai kerugian akibat kejadian tersebut belum dapat diperkirakan.
Sementara itu, Camat Simanindo Erwin CS. Sidabutar dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada pukul 18.19 WIB. Ia mengatakan pihaknya belum menerima informasi dari pemerintah desa terkait kejadian tersebut.
“Saya belum mendapat informasi dari pemerintah desa. Kita akan cek kebenarannya ke pemerintah desa,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai kejadian dan dampaknya masih merupakan laporan lapangan dari warga dan belum dikonfirmasi secara langsung oleh Pemerintah Kecamatan Simanindo.
(Samsir Sitanggang)












